Orang tua terkadang memberikan suplemen tambahan untuk tingkatkan nafsu makan anak. Padahal, ada cara lain untuk menyiasati masalah nafsu makan anak. Apa saja? (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Anakyang sulit makan bisa bikin pusing tujuh keliling. Sebagai jalan pintas, para orang tua kadang memberikan suplemen tambahan untuk meningkatkan nafsu makan.
Padahal, ada cara lain untuk meningkatkan nafsu makan anak tanpa suplemen. Apa saja?
Suplemen makanan bukan berarti tidak sehat, namun ada efek samping yang mungkin timbul dari konsumsinya terus menerus. Kemungkinan anak akan ketergantungan suplemen makanan, atau justru orang tua yang menganggap suplemen makanan cukup untuk memenuhi nutrisinya sehari-hari hingga anak tidak diberikan makanan utuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaik-baiknya nutrisi yang diberikan pada anak adalah makanan utuh yang tidak melalui banyak proses. Sementara multivitamin atau suplemen penambah nafsu makan sebenarnya adalah gabungan dari berbagai jenis makanan yang melalui banyak proses hingga menjadi sirup atau pil.
Lalu, bagaimana cara meningkatkan nafsu makan anak tanpa memberi suplemen tambahan?
Dokter spesialis anak konsultan, Meta Herdiana Hanindita mengatakan, sejatinya pasti ada alasan kenapa anak susah makan. Orang tua dalam hal ini harus mencari jawaban kenapa anak susah makan sehingga bisa memecahkan masalah tersebut.
"Pasti selalu ada alasannya kenapa anak susah makan, ketika tahu jawabannya maka bisa tahu cara memecahkan masalahnya. Tapi enggak semuanya harus pakai suplemen," kata Meta dalam sebuah webinar bersama Muslimah NU, Jumat (16/7).
Berikut beberapa cara meningkatkan nafsu makan anak tanpa suplemen.
1. Memberikan makanan yang disukai anak
Anak mungkin tak nafsu makan karena makanan yang tersaji di piring bukan makanan favoritnya, atau justru makanan yang dia tidak sukai.
Maka dari itu, orang tua mungkin harus mulai menyajikan makanan yang ia suka untuk menambah keinginan makan si anak. Orang tua juga sebaiknya tidak memaksakan anak makan banyak, cukup biarkan ia memilih makanan apa yang ia mau makan.
"Pastikan saja makanan itu bergizi dan sehat," kata Meta.
2. Tidak ada distraksi saat makan
Hal yang satu ini cukup penting, namun sering diabaikan oleh para orang tua. Pastikan saat makan anak tidak terdistraksi oleh kegiatan lain, seperti menonton televisi atau bahkan bermain gawai. Distraksi mengalihkan pikiran anak sehingga tidak fokus pada makanan.
"Sebaiknya saat makan tidak sambil menonton televisi atau bermain gawai biar tidak terjadi distraksi yang menurunkan keinginan makan si anak," ucap Meta.
Simak cara lain meningkatkan nafsu makan anak tanpa suplemen di halaman berikut.
3. Kurangi ASI saat MPASI
Anak usia di atas 6 bulan sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). MPASI ini diberikan untuk membantu perkembangan motorik di mulut dan membiasakan bayi mengunyah makanan.
Beberapa bayi mungkin enggan makan MPASI karena sudah terlalu kenyang dengan ASI. Jika demikian, kurangi sedikit asupan ASI pada bayi, perhatikan apabila bayi sudah kenyang dengan ASI. Ibu juga tidak perlu memaksanya minum ASI lebih banyak hanya karena usianya bertambah, sebab ia bisa mendapatkan nutrisi tambahan dari MPASI.
Sebaiknya orang tua memberikan makanan jadi sebagai MPASI. Bubur yang lunak, pisang, ayam suwir, atau hati ayam bisa diberikan sebagai MPASI. Makanan jadi ini akan lebih baik daripada biskuit khusus bayi yang cenderung lebih banyak kandungan gula.
Anak Anda mungkin sudah terlalu kenyang dengan kudapan di sela waktu makan sehingga tidak bernafsu untuk makan besar.
Jika demikian, maka orang tua perlu kembali mengevaluasi waktu makan anak. Idealnya, anak sarapan pagi di antara pukul 06.00-08.00 pagi, diselingi makan kudapan buah-buahan hingga jam makan besar pukul 12.00 siang. Anak bisa kembali makan buah atau kudapan sehat lainnya sebelum makan malam di pukul 18.00-19.00 malam.
Memenuhi nutrisi hariannya dengan susu diperbolehkan saat sebelum jam makan malam.
"Anak mungkin udah kenyang karena kudapannya terlalu banyak, jadi ketika jam makan besar dia gak mau makan lagi. Kalau begitu, para orang tua harus mengevaluasi waktu makan supaya teratur makan sarapan, siang, dan malam," tutur Meta.
Kudapan anak juga sebaiknya adalah buah, bukan makanan ultra proses yang kandungan gizinya minim.
Ahli kesehatan masyarakat dokter Tan Shot Yen mengatakan, makanan ultra proses minim gizi sehingga tubuh tidak mendapatkan nutrisi seimbang.
"Jadi, kalau mau mendapat gizi dari sayur, ya makan sayurnya, bukan pil bentuk klorofil, kalau mau dapat vitamin ya makan buah, bukan vitamin warna-warni di kemasan tablet," kata Tan saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
Jakarta, CNN Indonesia --
Anakyang sulit makan bisa bikin pusing tujuh keliling. Sebagai jalan pintas, para orang tua kadang memberikan suplemen tambahan untuk meningkatkan nafsu makan.
Padahal, ada cara lain untuk meningkatkan nafsu makan anak tanpa suplemen. Apa saja?
Suplemen makanan bukan berarti tidak sehat, namun ada efek samping yang mungkin timbul dari konsumsinya terus menerus. Kemungkinan anak akan ketergantungan suplemen makanan, atau justru orang tua yang menganggap suplemen makanan cukup untuk memenuhi nutrisinya sehari-hari hingga anak tidak diberikan makanan utuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaik-baiknya nutrisi yang diberikan pada anak adalah makanan utuh yang tidak melalui banyak proses. Sementara multivitamin atau suplemen penambah nafsu makan sebenarnya adalah gabungan dari berbagai jenis makanan yang melalui banyak proses hingga menjadi sirup atau pil.
Lalu, bagaimana cara meningkatkan nafsu makan anak tanpa memberi suplemen tambahan?
Dokter spesialis anak konsultan, Meta Herdiana Hanindita mengatakan, sejatinya pasti ada alasan kenapa anak susah makan. Orang tua dalam hal ini harus mencari jawaban kenapa anak susah makan sehingga bisa memecahkan masalah tersebut.
"Pasti selalu ada alasannya kenapa anak susah makan, ketika tahu jawabannya maka bisa tahu cara memecahkan masalahnya. Tapi enggak semuanya harus pakai suplemen," kata Meta dalam sebuah webinar bersama Muslimah NU, Jumat (16/7).
Berikut beberapa cara meningkatkan nafsu makan anak tanpa suplemen.
1. Memberikan makanan yang disukai anak
Anak mungkin tak nafsu makan karena makanan yang tersaji di piring bukan makanan favoritnya, atau justru makanan yang dia tidak sukai.
Maka dari itu, orang tua mungkin harus mulai menyajikan makanan yang ia suka untuk menambah keinginan makan si anak. Orang tua juga sebaiknya tidak memaksakan anak makan banyak, cukup biarkan ia memilih makanan apa yang ia mau makan.
"Pastikan saja makanan itu bergizi dan sehat," kata Meta.
2. Tidak ada distraksi saat makan
Hal yang satu ini cukup penting, namun sering diabaikan oleh para orang tua. Pastikan saat makan anak tidak terdistraksi oleh kegiatan lain, seperti menonton televisi atau bahkan bermain gawai. Distraksi mengalihkan pikiran anak sehingga tidak fokus pada makanan.
"Sebaiknya saat makan tidak sambil menonton televisi atau bermain gawai biar tidak terjadi distraksi yang menurunkan keinginan makan si anak," ucap Meta.
Simak cara lain meningkatkan nafsu makan anak tanpa suplemen di halaman berikut.
Kurangi ASI saat MPASI
Orang tua terkadang memberikan suplemen tambahan untuk tingkatkan nafsu makan anak. Padahal, ada cara lain untuk menyiasati masalah nafsu makan anak. Apa saja? (iStockphoto)
3. Kurangi ASI saat MPASI
Anak usia di atas 6 bulan sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). MPASI ini diberikan untuk membantu perkembangan motorik di mulut dan membiasakan bayi mengunyah makanan.
Beberapa bayi mungkin enggan makan MPASI karena sudah terlalu kenyang dengan ASI. Jika demikian, kurangi sedikit asupan ASI pada bayi, perhatikan apabila bayi sudah kenyang dengan ASI. Ibu juga tidak perlu memaksanya minum ASI lebih banyak hanya karena usianya bertambah, sebab ia bisa mendapatkan nutrisi tambahan dari MPASI.
Sebaiknya orang tua memberikan makanan jadi sebagai MPASI. Bubur yang lunak, pisang, ayam suwir, atau hati ayam bisa diberikan sebagai MPASI. Makanan jadi ini akan lebih baik daripada biskuit khusus bayi yang cenderung lebih banyak kandungan gula.
Anak Anda mungkin sudah terlalu kenyang dengan kudapan di sela waktu makan sehingga tidak bernafsu untuk makan besar.
Jika demikian, maka orang tua perlu kembali mengevaluasi waktu makan anak. Idealnya, anak sarapan pagi di antara pukul 06.00-08.00 pagi, diselingi makan kudapan buah-buahan hingga jam makan besar pukul 12.00 siang. Anak bisa kembali makan buah atau kudapan sehat lainnya sebelum makan malam di pukul 18.00-19.00 malam.
Memenuhi nutrisi hariannya dengan susu diperbolehkan saat sebelum jam makan malam.
"Anak mungkin udah kenyang karena kudapannya terlalu banyak, jadi ketika jam makan besar dia gak mau makan lagi. Kalau begitu, para orang tua harus mengevaluasi waktu makan supaya teratur makan sarapan, siang, dan malam," tutur Meta.
Kudapan anak juga sebaiknya adalah buah, bukan makanan ultra proses yang kandungan gizinya minim.
Ahli kesehatan masyarakat dokter Tan Shot Yen mengatakan, makanan ultra proses minim gizi sehingga tubuh tidak mendapatkan nutrisi seimbang.
"Jadi, kalau mau mendapat gizi dari sayur, ya makan sayurnya, bukan pil bentuk klorofil, kalau mau dapat vitamin ya makan buah, bukan vitamin warna-warni di kemasan tablet," kata Tan saat dihubungi CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.