Mengenal Virus Monkey B yang Menyerang Dokter Hewan China

CNN Indonesia | Rabu, 21/07/2021 11:00 WIB
Seorang dokter hewan di China meninggal dunia usai terinfeksi virus monkey B. Apa sebenarnya virus monkey b? ilustrasi monyet (Pixabay/DaniRevi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang dokter hewan di China meninggal dunia usai terinfeksi virus monkey B. Hal ini diungkapkan oleh otoritas kesehatan China pada Sabtu lalu. Kasus ini merupakan kasus virus di China pada manusia pertama yang terdokumentasikan

Apa sebenarnya jenis virus tersebut?

Virus monkey B dikenal juga sebagai virus herpes B yang menyerang monyet macaca. Kasus ini sebenarnya tergolong kasus yang sangat langka, namun seringkali mematikan ketika menyerang manusia.


Mengutip Washington Post, pada manusia, virus ini cenderung menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan pembengkakan pada otak. Ahli penyakit menular di Kobe University, Jepang, hal ini akan menyebabkan kehilangan kesadaran. Jika tak ditangani dengan benar, maka akan menyebabkan risiko kematian mencapai 80 persen.

Mengutip NCBI, Virus monkey B atau virus B disebabkan oleh Cercopithecine herpesvirus 1 dan endemik pada alphaherpesvirus pada kera. Virus B telah dikaitkan secara positif dengan lebih dari dua lusin kematian manusia sejak laporan pertama yang menggambarkannya pada tahun 1933 lalu.

Virus B adalah jenis yang unik di antara virus herpes non-manusia. Virus yang termasuk jenis virus paling tua yang bisa patogen terhadap manusia dan secara khas bersifat neurotropik dan neurovirulen pada inang manusia yang secara tidak sengaja terpapar dengan menangani kera kera yang umumnya digunakan dalam penelitian biomedis.

Gejala infeksi virus ini juga ditandai dengan invasi virus ke otak (Encephalitis) dan selaput (meninges) yang mengelilingi otak. Kadang-kadang, infeksi juga mempengaruhi struktur sumsum tulang belakang (Encephalomyelitis). Kerusakan saraf dapat terjadi akibat infeksi virus yang bersifar zoonotik (menular dari hewan ke manusia) ini.

Gejala virus monkey b

Infeksi bisa terjadi dan ditularkan melalui kontak langsung dan pertukaran sekresi tubuh monyet dengan manusia.

Anda mungkin mengalami lepuh kecil di luka atau area di tubuh Anda yang pernah kontak dengan monyet.

Gejala biasanya mulai dalam waktu satu bulan setelah terpapar monyet dengan infeksi virus B, tetapi dapat muncul hanya dalam tiga hingga tujuh hari.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, monyet kera umumnya memiliki virus ini, dan dapat ditemukan di air liur mereka, kotoran (kotoran), urine (kencing), atau otak atau jaringan sumsum tulang belakang. Virus juga dapat ditemukan dalam sel yang berasal dari monyet yang terinfeksi di laboratorium. Virus B dapat bertahan selama berjam-jam di permukaan, terutama saat lembap.

Mengutip rarediseases, Infeksi Virus Simian B ditandai dengan demam, sakit kepala, muntah, rasa tidak nyaman (malaise), serta leher dan punggung kaku. Gejala-gejala ini mungkin terkait dengan disfungsi neuromuskular, kesulitan pernapasan, masalah penglihatan, kelainan saraf kranial, perubahan kesadaran, perubahan kepribadian, kejang dan atau kelumpuhan parsial (paresis). Beberapa pasien mungkin mengalami koma.

Pada manusia, Infeksi Virus Simian B dapat terjadi akibat paparan air liur yang terkontaminasi dari monyet yang terinfeksi (misalnya, dari gigitan atau cakaran) atau kultur jaringan virus simian, biasanya di laboratorium. Selain itu, setidaknya ada satu kejadian di mana penularan dari orang ke orang terjadi.

Pertolongan pertama

Jika Anda disinyalir terinfeksi virus monkey b, maka segera lakukan pertolongan pertama.

1. Pertama, cuci bersih dan gosok perlahan luka atau bagian tubuh yang terkena. Bersihkan dengan sabun, deterjen, atau yodium selama 15 menit.

2. Kedua, sirami luka atau area tersebut dengan air selama 15-20 menit.

3. Temui dokter untuk mendapat pertolongan pertama dari infeksi virus monkey b.

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK