Arti Satu dan Dua Garis di Hasil Baca Tes Antigen

tim, CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 18:55 WIB
Tes antigen (Ag Test) memiliki hasil bacaan positif atau reaktif dengan tanda satu atau dua garis di alat baca. Bagaimana cara membacanya? Tes antigen (Ag Test) memiliki hasil bacaan positif atau reaktif dengan tanda satu atau dua garis di alat baca. Bagaimana cara membacanya? (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saat ini berbagai cara menguji infeksi virus corona sudah banyak ditemui. Dari uji laboratorium sampai tes antigen yang dilakukan sendiri. Hanya saja melakukan tes sendiri kerap kali diragukan efektivitasnya dan tidak dianjurkan.

Ahli patologi klinik, Muhammad Irhamsyah menjelaskan, swab antigen dilakukan pada tubuh pasien dengan mengambil spesimen melalui swab atau usapan pada bagian dalam hidung dan tenggorokan atau nasofaring dan orofaring.

Oleh karena itu, tes ini hanya dapat dilakukan di laboratorium atau rumah sakit oleh petugas yang kompeten.


Tes antigen ini termasuk dalam rapid test karena hasilnya bisa didapatkan dalam jangka waktu cepat sekitar 10-15 menit."Tingkat akurasi alat tes swab antigen rapid bervariasi dari masing-masing merek. Adapun tingkat sensitivitas alat swab antigen adalah lebih dari 80 persen dan spesifisitas alat swab antigen adalah lebih 97 persen," ucapnya beberapa waktu lalu. 

Meski sama-sama menggunakan metode swab, tetapi tes antigen berbeda dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Erlina Burhan sempat mengatakan pada Agustus lalu bahwa jangan sampai metode swab antigen disamakan sebagai tes PCR.

Rapid tes antigen tetap membutuhkan metode swab dari hidung atau tenggorokan untuk mengambil sampel antigendemi mengetahui keberadaan protein yang dikeluarkan oleh virus, termasuk Covid-19.


Antigen dapat terdeteksi ketika ada infeksi yang sedang berlangsung di tubuh seseorang. Karena itu, rapid test antigen dapat mendeteksi keberadaan antigen virus corona pada orang yang sedang mengalaminya.

"Yang diambil adalah swab hidung atau tenggorokan dan ini dimasukkan ke dalam alat dan melihat reaksi antigen Covid-19. Jadi virusnya yang dideteksi adalah bagian luar virus," tutur Erlina beberapa waktu lalu.

Usai sampel swab diambil dari hidung dan dilarutkan dengan cairan khusus reagan dalam paket tes, Anda akan meneteskan air tersebut ke dalam alat pembaca antigen.

Masyarakat melakukan swab antigen Covid-19, di kawasan jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan. Minggu (14/2/2021). CNN Indonesia/Andry NovelinoFoto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Masyarakat melakukan swab antigen Covid-19, di kawasan jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan. Minggu (14/2/2021). CNN Indonesia/Andry Novelino

Arti satu garis dan dua garis di swab antigen

Berbeda dengan hasil tes rapid antibodi dan serologi yang dinyatakan dengan reaktif atau non reaktif, hasil antigen bisa positif bisa negatif.

Bagaimana cara membaca hasil rapid antigen tersebut?

Pada prinsipnya, alat tes ini mirip dengan alat tes kehamilan.

Mengutip laman WHO, standar tes antigen (Ag test) memiliki dua huruf C (control), T (test). Baik pada garis kontrol dan area meletakkan sample tak akan terlihat garis sebelum diteteskan sampel.

Garis uji akan terlihat di jendela uji hasil jika antigen SARS-CoV-2 ada dalam spesimen. Intensitas garis uji berwarna akan bervariasi tergantung pada jumlah antigen SARS-CoV-2 yang ada dalam spesimen. Jika antigen SARSCoV-2 tidak ada dalam spesimen, maka tidak ada warna yang muncul di garis uji.

Dengan kata lain, hasilnya positif jika terdapat dua garis merah dan hitam C dan T dalam alat baca. Sedangkan hasilnya negatif jika hanya satu garis merah di bagian C.

Sedangkan jika usai 15 menit tak ada garis yang muncul maka hasil tes dinyatakan tidak valid dan harus diulang.

(chs)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK