Wartawan Olimpiade Tokyo Diajak Wisata 'Jarak Sosial'

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 12:50 WIB
Meski judulnya perjalanan wisata, namun wartawan Olimpiade Tokyo tetap tidak boleh mengambil foto dan video. Suasana stasiun Yokohama, Jepang, pada Kamis, 22 Juli 2021. (AP/Koji Sasahara)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wartawan asing yang meliput Olimpiade Tokyo terkejut mengetahui bahwa apa yang mereka pikir sebagai kesempatan untuk melaporkan di luar "gelembung" media mereka ternyata malah menjadi tur wisata.

Berharap untuk melangkah keluar hotel dan memberi laporan pandangan mata mengenai Tokyo di luar isu Olimpiade, mereka pada hari Senin (18/7) malah diangkut oleh panitia yang tergesa-gesa dari satu tempat wisata yang kosong ke tempat lain selama dua jam.

Wartawan asing, yang sebagian besar dibatasi oleh aturan COVID-19 di hotel dan lokasi Olimpiade mereka, sebelumnya telah terganggu dengan tindakan seperti pelacakan GPS dan larangan mewawancarai warga lokal.


Beberapa media Jepang sementara itu "melakukan pengintaian" untuk melihat apakah mereka melanggar karantina.

Dengan pembukaan Olimpiade pada hari Jumat (23/7), penyelenggara mengatakan pembatasan adalah cara yang adil untuk memerangi penyebaran epidemi Jepang.

Media luar negeri telah memprotes bahwa mereka membatasi kebebasan pers, lapor kantor berita Kyodo.

Dengan pemeriksaan suhu berulang, kunjungan ke objek wisata dibatasi hingga 30 menit dan wajib menerapkan jarak sosial.

Para wartawan pada perjalanan hari Senin mengunjungi situs-situs wisata utama, termasuk Museum Nasional Tokyo dan Taman Hama-Rikyu, sebuah vila tepi teluk untuk para bangsawan feodal.

"Kami hanya pergi ke museum nasional tanpa izin pemotretan, jadi tidak ada gunanya bagi media," kata reporter asal Finlandia, Heikki Valkama, seperti yang dikutip dari REUTERS pada Rabu (20/7).

Mikai Asai dari Dewan Pariwisata Jepang mengatakan ide ini adalah untuk memberikan waktu istirahat kepada wartawan yang terkurung untuk menjelajahi ibu kota dengan aman.

"Karena banyak pembatasan, (wartawan) tidak diperbolehkan keluar untuk mengambil foto. Tapi kami ingin berbagi budaya Jepang, dan untuk semua orang menikmatinya sebagai bagian dari keramahan kami," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(REUTERS/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK