Alasan Ikut Merasa Sakit saat Teman Positif Covid-19

tim, CNN Indonesia | Rabu, 28/07/2021 18:25 WIB
Psikolog klinis Nuzulia Ramha mengungkapkan alasan seseorang ikut merasa sakit saat teman atau orang terdekat positif Covid-19. Psikolog klinis Nuzulia Ramha mengungkapkan alasan seseorang ikut merasa sakit saat teman atau orang terdekat positif Covid-19.(Foto: iStockphoto/ljubaphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabar teman atau keluarga yang positif Covid-19 silih berganti berdatangan. Tak jarang kabar ini memicu cemas dan takut. Beberapa orang bahkan melaporkan ikut merasa sakit setelah mendengar kabar tersebut.

Rasa sakit yang muncul saat mendengar teman yang positif Covid-19 ini bukan karena Anda juga ikut positif Covid-19. Melainkan, dapat dijelaskan secara psikologi.

Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum menjelaskan kondisi ini dikenal dengan istilah psikosomatis. Psikosomatis adalah proses psikis yang mempengaruhi kondisi fisik.


Pada masa pandemi Covid-19, kabar teman atau keluarga yang positif Covid-19 mempengaruhi psikis seseorang seperti stres dan cemas membuat tubuh memberikan reaksi tertentu. Reaksi itu dapat berupa rasa sakit seperti demam dan gejala-gejala lainnya.

"[Muncul karena] Adanya informasi sebelumnya yang diyakini oleh seseorang bahwa Covid menular dan ditambah dengan stres dan kecemasan yang muncul karena ada keluarga yang positif Covid," kata Rahma melalui pesan singkat pada CNNIndonesia.com, Kamis (22/7).

Rahma menyebut rasa sakit atau psikosomatis ini wajar terjadi jika tidak berlangsung lama dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, jika psikosomatis itu mengganggu aktivitas, Rahma menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga ahli.

Gejala psikosomatis juga bisa diatasi dengan beberapa cara berikut ini.

1. Menenangkan pikiran dan perasaan

Anda bisa mencoba relaksasi atau mindfulness. Coba lakukan manajemen pernapasan yakni mengatur napas dalam-dalam.

"Tarik napas perlahan dan hembuskan secara perlahan. Lakukan beberapa kali sampai merasa lebih tenang," kata Rahma.

2. Informasi yang benar

Aliran informasi berkaitan dengan Covid-19 nyaris seperti tanpa jeda. Namun, jangan buru-buru menutup pintu terhadap informasi sepenuhnya karena merasa lelah.

Rahma mengatakan sebaiknya berikan diri informasi dan ilmu yang benar sehingga tidak abai dan tidak stres serta cemas berlebihan. Rahma juga menyarankan agar memberi batas pada informasi yang diterima.

"Apa itu batasan? Yaitu dengan memberi batas atau jarak antara diri kita dan segala sesuatu di luar diri. Misalnya dengan mengurangi melihat medsos, mengurangi berinteraksi di grup. Fokus pada diri dan hal hal positif di sekitar yang masih bisa dinikmati," tutur Rahma.

3. Lakukan tes

Jika merasakan gejala, tidak enak badan, tidak masalah untuk melakukan tes Covid-19. Tes dapat dilakukan agar dapat memberi kepastian dan tidak menduga-duga yang malah bikin cemas.

4. Aktivitas yang menyenangkan

Agar tidak larut dalam rasa cemas dan stres, lakukan aktivitas yang menyenangkan seperti berbagi cerita dengan teman dan sahabat, melakukan hobi seperti mendengarkan musik, dan olahraga.

5. Konseling pada ahlinya

Jika Anda sudah mencoba berbagai cara tetapi psikosomatis tetap mengganggu. Tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan ahli seperti psikolog.

(els/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK