Demi Kulit Glowing, Kapan Harus Cuci Handuk Mandi?
CNN Indonesia
Kamis, 29 Jul 2021 07:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Bayangkan mengelap tubuh dengan handuk basah dan bau, pastinya menjijikan karena penuh dengan kuman. Tapi seberapa sering sih harus mencuci handuk?(Istockphoto/Martin Barraud)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mandi punya banyak manfaat, termasuk untuk me time, menenangkan diri setelah hari yang panjang dan pastinya juga menghilangkan semua kotoran dan debu dari tubuh. Setelah mandi yang menyegarkan, sensasi sentuhan handuk lembut, bersih, dan harum yang membungkus tubuh pasti tak ada bandingnya.
Tentu saja, bayangkan mengelap tubuh dengan handuk basah dan bau, pastinya menjijikan karena penuh dengan kuman. Tapi yang jadi pertanyaannya, seberapa sering sih harus mencuci dan mengganti handuk agar kulit sehat dan glowing?
Stacy Chimento, dokter kulit bersertifikat di Riverchase Dermatology, menjelaskan kepada Livestrong, bahwa satu-satunya cara untuk membersihkan handuk adalah dengan mencucinya, bukan sekadar mengeringkannya setelah dipakai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chimento mengungkapkan, untuk handuk mandi Anda, cucilah setiap tiga hingga empat kali penggunaan atau minimal seminggu sekali.
Namun mengutip Cleveland Clinic, jika Anda mandi di gym dan mengemas handuk basah di tas olahraga - yang merupakan tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman lainnya - Anda harus mengganti handuk setiap hari.
Lalu bagaimana dengan handuk tangan atau handuk kecil lain seperti waslap?
Handuk tangan dan waslap harus dicuci lebih sering daripada handuk mandi karena lebih sering digunakan dan oleh banyak orang.
Chimento juga mengungkapkan bahwa Anda tak boleh menggantung handuk di dalam kamar mandi. Pasalnya, kotornya bakal lebih buruk dan berbahaya untuk kesehatan dan membuat kulit tak lagi glowing lantaran ada banyak penyakit kulit di tubuh.
Masalahnya adalah, ketika di kamar mandi, seringkali Anda membiarkan tutup toilet terbuka saat menyiram toilet.
Hal ini bisa membuat patogen bakteri menyebar ke udara dan hinggap di handuk. Sebuah tinjauan literatur Maret 2013 di AmericanJournal of Infection Control menyimpulkan bahwa mikroba yang berpotensi menular dapat menjadi aerosol saat Anda menyiram toilet.
Apa yang terjadi kalau tak mencuci handuk secara rutin?
1. Infeksi kulit "Handuk yang lembap dan kotor dapat menetaskan bakteri dan jamur yang dapat menyebarkan virus seperti jamur kuku, kaki atlet, gatal-gatal atau kutil," kata Chimento.
2. Ruam Ruam merah yang kering, gatal, dan merah adalah tanda bahwa sudah waktunya untuk membuang handuk Anda ke tempat cuci. Ragi, jamur, virus, dan bakteri dapat berkembang biak di tempat lembap seperti handuk basah dan memperparah kulit Anda.
"Eksim, atau dermatitis atopik, adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh peradangan akibat bakteri staphylococcus," kata Chimento.
"Handuk kotor dapat menyeret bakteri ini ke area lain di tubuh dan mengiritasi kulit, menyebabkan eksim kambuh."
3. Jerawat handuk yang tidak bersih dan lembap adalah lingkungan yang ideal untuk berkembang biaknya ragi, bakteri, dan flora lainnya. Dan mikroba jahat ini mungkin bisa menyebarkan jerawat.
4. Penyakit lainnya Bukan cuma penyakit kulit yang bisa ditimbulkan oleh handuk kotor. Berbagai penyakit lain seperti flu biasa juga bisa menyebar melalui handuk.
"Tidak mencuci handuk tangan dapat menyebabkan kuman yang terkait dengan pilek yang berbeda ditularkan dari satu orang ke orang lain," kata Chimento.
"Dalam kasus yang lebih ekstrim, handuk kotor sebenarnya dapat menyebarkan bakteri yang terkait dengan MRSA, yang merupakan infeksi staph berbahaya yang sulit diobati dengan antibiotik," tambahnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Mandi punya banyak manfaat, termasuk untuk me time, menenangkan diri setelah hari yang panjang dan pastinya juga menghilangkan semua kotoran dan debu dari tubuh. Setelah mandi yang menyegarkan, sensasi sentuhan handuk lembut, bersih, dan harum yang membungkus tubuh pasti tak ada bandingnya.
Tentu saja, bayangkan mengelap tubuh dengan handuk basah dan bau, pastinya menjijikan karena penuh dengan kuman. Tapi yang jadi pertanyaannya, seberapa sering sih harus mencuci dan mengganti handuk agar kulit sehat dan glowing?
Stacy Chimento, dokter kulit bersertifikat di Riverchase Dermatology, menjelaskan kepada Livestrong, bahwa satu-satunya cara untuk membersihkan handuk adalah dengan mencucinya, bukan sekadar mengeringkannya setelah dipakai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chimento mengungkapkan, untuk handuk mandi Anda, cucilah setiap tiga hingga empat kali penggunaan atau minimal seminggu sekali.
Namun mengutip Cleveland Clinic, jika Anda mandi di gym dan mengemas handuk basah di tas olahraga - yang merupakan tempat berkembang biaknya bakteri dan kuman lainnya - Anda harus mengganti handuk setiap hari.
Lalu bagaimana dengan handuk tangan atau handuk kecil lain seperti waslap?
Handuk tangan dan waslap harus dicuci lebih sering daripada handuk mandi karena lebih sering digunakan dan oleh banyak orang.
Chimento juga mengungkapkan bahwa Anda tak boleh menggantung handuk di dalam kamar mandi. Pasalnya, kotornya bakal lebih buruk dan berbahaya untuk kesehatan dan membuat kulit tak lagi glowing lantaran ada banyak penyakit kulit di tubuh.
Masalahnya adalah, ketika di kamar mandi, seringkali Anda membiarkan tutup toilet terbuka saat menyiram toilet.
Hal ini bisa membuat patogen bakteri menyebar ke udara dan hinggap di handuk. Sebuah tinjauan literatur Maret 2013 di AmericanJournal of Infection Control menyimpulkan bahwa mikroba yang berpotensi menular dapat menjadi aerosol saat Anda menyiram toilet.
Apa yang terjadi kalau tak mencuci handuk secara rutin?
Foto: Life-Of-Pix/Pixabay
Apa yang terjadi kalau tak mencuci handuk secara rutin?
1. Infeksi kulit "Handuk yang lembap dan kotor dapat menetaskan bakteri dan jamur yang dapat menyebarkan virus seperti jamur kuku, kaki atlet, gatal-gatal atau kutil," kata Chimento.
2. Ruam Ruam merah yang kering, gatal, dan merah adalah tanda bahwa sudah waktunya untuk membuang handuk Anda ke tempat cuci. Ragi, jamur, virus, dan bakteri dapat berkembang biak di tempat lembap seperti handuk basah dan memperparah kulit Anda.
"Eksim, atau dermatitis atopik, adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh peradangan akibat bakteri staphylococcus," kata Chimento.
"Handuk kotor dapat menyeret bakteri ini ke area lain di tubuh dan mengiritasi kulit, menyebabkan eksim kambuh."
3. Jerawat handuk yang tidak bersih dan lembap adalah lingkungan yang ideal untuk berkembang biaknya ragi, bakteri, dan flora lainnya. Dan mikroba jahat ini mungkin bisa menyebarkan jerawat.
4. Penyakit lainnya Bukan cuma penyakit kulit yang bisa ditimbulkan oleh handuk kotor. Berbagai penyakit lain seperti flu biasa juga bisa menyebar melalui handuk.
"Tidak mencuci handuk tangan dapat menyebabkan kuman yang terkait dengan pilek yang berbeda ditularkan dari satu orang ke orang lain," kata Chimento.
"Dalam kasus yang lebih ekstrim, handuk kotor sebenarnya dapat menyebarkan bakteri yang terkait dengan MRSA, yang merupakan infeksi staph berbahaya yang sulit diobati dengan antibiotik," tambahnya.