Jakarta, CNN Indonesia -- Virus corona varian Delta kini telah menyebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Ibu hamil diminta lebih waspada karena varian Delta meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19.
Di Inggris misalnya, pemerintah mendesak ibu hamil agar segera mendapatkan vaksin Covid-19. Data terbaru menunjukkan 98 persen ibu hamil yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 sejak Mei 2021 tidak divaksinasi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan perempuan hamil yang terinfeksi Covid-19 berisiko mengalami sakit yang parah dibandingkan perempuan yang tidak hamil pada usia yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut hal yang harus diketahui tentang varian Delta pada ibu hamil:
1. Benarkah varian delta lebih menular pada ibu hamil?
Varian Delta lebih menular dan dapat menyebabkan gejala yang lebih parah pada semua orang, termasuk ibu hamil.
Data terbaru dari UKOSS Inggris menunjukkan jumlah wanita yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 meningkat karena varian Delta.
"Dibandingkan dengan virus Covid asli, varian baru Alfa dan kemudian Delta) menyebabkan penyakit yang semakin parah pada wanita hamil," kata ahli kandungan Andrew Shennan, dikutip dari CNN.
Ibu hamil yang terkena Covid-19 juga lebih membutuhkan perawatan yang intensif. Data UKOSS menunjukkan 33 persen ibu hamil dengan Covid-19 membutuhkan bantuan pernapasan dan 15 persen membutuhkan perawatan intensif.
2. Bagaimana risiko varian Delta terhadap bayi?
Penelitian menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 meningkatkan sejumlah risiko pada ibu dan bayi. Mulai dari preeklamsia, infeksi, mendapatkan perawatan intensif, hingga kematian.
Penelitian dari JAMA Pediatrics pada April menunjukkan bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi Covid-19 berisiko lebih tinggi mengalami kelahiran prematur dan berat badan rendah.
Data terbaru dari UKOSS menunjukkan satu dari lima ibu hamil yang dirawat di rumah sakit melahirkan dengan prematur. Kemungkinan melahirkan dengan operasi Caesar dua kali lipat lebih tinggi. Satu dari lima bayi yang lahir dari ibu dengan gejala virus corona juga dirawat di unit neonatal.
Simak hal yang harus diketahui soal varian Delta pada ibu hamil di halaman berikut.
5 Hal yang Harus Diketahui Soal Varian Delta pada ibu Hamil
Ibu hamil diminta lebih waspada terhadap virus corona varian Delta. Berikut 5 hal yang harus diketahui soal varian Delta pada ibu hamil.(Foto: ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
3. Apakah vaksin aman untuk ibu hamil?
Studi dan data menunjukkan vaksinasi Covid-19 aman pada ibu hamil.
"Ratusan ribu wanita hamil di seluruh dunia telah divaksinasi dengan aman dan efektif melindungi diri mereka dari Covid dan mengurangi risiko penyakit serius atau membahayakan bayi mereka," kata peneliti Gill Walton.
WHO mengatakan bahwa wanita hamil harus mendapatkan vaksin Covid-19. Kementerian Kesehatan Indonesia, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi di Inggris dan Kelompok Penasihat Teknis Australia untuk Imunisasi menyarankan ibu hamil untuk mendapatkan vaksin Covid-19.
4. Bagaimana pengaruh vaksin terhadap plasenta?
Mitos berkembang tentang vaksin Covid-19 berdampak pada plasenta. Namun hingga saat ini, tak ada bukti ilmiah yang menunjukkan hal ini.
Vaksin Covid-19 juga tidak akan membuat seseorang terinfeksi virus corona atau menyebabkan kemandulan. Vaksin Covid-19 aman untuk ibu hamil
5. Bagaimana dengan menyusui?
WHO merekomendasikan ibu menyusui harus divaksinasi. Ibu juga harus terus menyusui bayi mereka karena vaksinasi tidak menimbulkan risiko bagi bayi.
Itulah 5 hal yang mesti diketahui tentang varian Delta pada ibu hamil.