Desa Kuno Lokasi Syuting Run BTS Eps. 145 yang Bikin Mengakak
CNN Indonesia
Rabu, 04 Agu 2021 12:50 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Personel BTS saat mengenakan pakaian tradisional Korea Selatan. (TWITTER/BTS OFFICIAL)
Jakarta, CNN Indonesia --
Penggemar BTS alias ARMY pasti sudah menyaksikan tayangan variety show mingguan Run BTS episode 145 yang dirilis pada Selasa (3/8).
Dalam tayangan ini, seluruh personel BTS - Jin, Suga, J-Hope, RM, Jimin, V dan Jungkook - melakukan permainan dengan tema masa lalu sejarah Korea Selatan.
Untuk memeriahkan suasana zaman dahulu, personel BTS kompak mengenakan baju tradisional pria Korsel. Tak ketinggalan V yang tampil "ekstra" dengan kumis dan jenggot palsu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja sepanjang game para personel BTS jauh dari kata serius. Kelakuan kocak mereka berhasil mengocok perut penggemar dalam tayangan berdurasi sekitar 48 menit itu yang bisa ditonton melalui kanal Weverse atau V Live.
Korean Folk Village dibuat dengan tujuan untuk menyajikan budaya tradisional Korsel kepada wisatawan dengan mengumpulkan tempat adat yang sudah dibangun secara turun temurun.
Area Korean Folk Village terdiri dari sekitar 260 bangunan tradisional yang direlokasi dari penjuru negara dan dibangun kembali untuk menciptakan pemandangan desa di era Joseon.
Pembangunannya kembali sangat detil dan melibatkan ahli sejarah, sehingga wisatawan bisa memahami kehidupan empat musim para masyarakat di desa kuno Korsel yang terbagi dalam strata kelas sosial, mulai dari bangsawan sampai sederhana.
Setiap musim semi, digelar Festival Joseon di sini. Acaranya mulai dari pembacaan dongeng, wisata kuliner, pentas seni hingga pesta kostum tradisional.
Korean Folk Village menjadi salah satu tujuan wisata populer bagi penduduk Korea berikut wisatawan mancanegara yang datang ke Negeri Ginseng. Letaknya juga tak jauh dari taman hiburan terbesar di Korea Selatan, Everland.
Informasi mengenai jadwal buka dan harga tiket masuk ke Korean Folk Village yang menjadi lokasi syuting Run BTS Eps. 145 bisa dilihat melalui link ini.
Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.
Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.