Sandi: Digitalisasi dan Kearifan Lokal Perkuat Desa Wisata

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Kamis, 05/08/2021 21:36 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno bicara peluang usaha dalam pengembangan desa wisata. Ilustrasi Desa Wisata. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perkembangan teknologi informasi dalam era digitalisasi saat ini dinilai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno kian membuka peluang dalam pengembangan desa wisata Nusantara.

Lewat digitalisasi, kearifan lokal yang menjadi daya tarik desa-desa wisata pun menjadi lebih sempurna, sehingga dapat kembali membuka peluang usaha dan lapangan kerja.

Hal tersebut disampaikan Sandiaga Uno dalam Webminar yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Swedia bertajuk 'Generasi Muda di Era Disrupsi' pada Kamis (5/8/2021).


Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan tentang pentingnya digitalisasi dalam pengembangan desa wisata.

Selain itu, pengaruh digitalisasi yang ditegaskannya tak akan menggerus kearifan lokal yang dimiliki desa-desa wisata.

Hal itu dibuktikan lewat sejumlah desa wisata yang disambanginya beberap waktu lalu, di antaranya Desa Penglipuran di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli serta Desa Jatiluwih di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

"Penglipuran itu adalah desa yang terkenal sebagai desa terbersih di dunia. Sudah lebih dari 10-20 tahun dan sebelum mereka menjadi desa wisata, mereka dikenal sebagai desa adat," ungkap Sandiaga Uno.

"Jadi adat inilah yang menjadi kekuatan mereka dan karena adat ini menjadi daya tarik wisata, Mereka juga memiliki komitmen untuk tetap melestarikan adat istiadatnya untuk menjaga kearifan lokalnya," paparnya.

Kafe 'Mewah'

Begitu juga dengan Desa Pujon Kidul di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Desa yang terletak di kaki Gunung Kawi itu memiliki sebuah kafe bernama Mewah, akronim dari Mepet Sawah yang menawarkan keindahan alam pegunungan Malang.

"Di sana ada kafe Mewah, saya udah takut aja nih, Kafe Mewah ini pasti meninggalkan kearifan lokalnya. Tapi ternyata mewah itu singkatan dari Mepet Sawah," imbuh Sandiaga.

Serupa dengan Desa Pujon Kidul, salah satu desa yang dikaguminya adalah Desa Wisata Taro di Gianyar, Bali.

Desa itu katanya memperkenalkan kehidupan pedesaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

"Kami justru melihat bahwa desa wisata ini adalah champion-champion (pemenang) dari menjaga kearifan lokalnya," ungkap Sandiaga Uno.

"Justru kalau kita tidak kembangkan program desa wisata ini, hantaman dari informasi yang tidak terkurasi akan menggerus desa-desa wisata itu," katanya.

Dia menuturkan dirinya salut para pengelola desa wisata adalah para milenial yang mampu menjaga kearifan lokalnya dan pemerintah hadir untuk memfasilitasi.

(asa)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK