Yuk, Mengenal Jenama Lokal yang Berbasis Wastra Nusantara

Kemenparekraf, CNN Indonesia | Rabu, 28/07/2021 16:43 WIB
Berbekal pola dan warna yang variatif, wastra nusantara bisa jadi pilihan bahkan andalan untuk dikenakan dalam berbagai suasana. Berbekal pola dan warna yang variatif, wastra nusantara bisa jadi pilihan bahkan andalan untuk dikenakan dalam berbagai suasana. (Arsip Kemenparekraf).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia memiliki beragam kain khas atau wastra nusantara yang menarik. Berbekal pola dan warna yang variatif, wastra nusantara bisa jadi pilihan bahkan andalan untuk dikenakan dalam berbagai suasana.

Aneka busana dengan nuansa etnik menjadi hal yang membanggakan dari Indonesia di dalam ranah fesyen.

Berkat kreativitas para pengrajin Indonesia serta kelihaian para desainer dalam merancang busana, pakaian etnik khas nusantara kini mendapat perhatian besar dari dunia luar.


Hal tersebut tercermin dari maraknya jenama fesyen lokal, yang memanfaatkan wastra nusantara dalam rancangan busana yang lebih kontemporer.

Di tangan para perancang busana tanah air, wastra nusantara berhasil disulap menjadi busana yang dapat dikenakan dalam segala suasana dan kalangan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mendorong agar anak muda untuk berkreasi, beradaptasi dengan teknologi, serta menghasilkan karya kreatif.

"Saya juga mengimbau masyarakat untuk membeli produk-produk kreatif lokal. Dengan demikian pelaku ekraf kita juga mendapatkan manfaat positif," ujar Sandiaga, pertengahan Maret 2021 lalu.

Berikut beberapa jenama atau jenis kain yang menggunakan wastra lokal sebagai bahan baku utamanya.

Copa de Flores

Semangat jenama lokal ini adalah memperkenalkan tenun khas Nusa Tenggara Timur ke dunia internasional. Untuk itu perpaduan eksotisme wastra khas NTT dan desain yang modern, menjadi andalan Copa de Flores.

Danjyo Hiyoji

Koleksi batik yang diusungnya menyuguhkan konsep kesederhanaan dengan desain dan perpaduan warna yang unik dan berkarakter. Menariknya lagi, koleksinya dapat digunakan baik oleh laki-laki maupun perempuan (unisex).

Rengganis

Jenama ini mengedepankan konsep kontemporer dalam mengemas produknya. Beragam jenis wastra nusantara yang sarat dengan nuansa etnik dipadu dengan desain yang casual hingga formal, hal inilah yang menjadikan Rengganis nampak unik dan menarik.

Songket Minangkabau

KemenparekrafSongket Minangkabau. (Arsip Kemenparekraf).

Bagi Suku Minang, Songket menjadi bagian yang tak terpisahkan. Pasalnya, kain tradisional ini masih dikenakan untuk berbagai upacara adat, baik upacara adat tingkat tinggi seperti upacara Batagak Pangulu (Pengangkatan Pemimpin Adat), maupun ragam prosesi dalam upacara pernikahan.

Songket Palembang

Sebagai kain tradisional yang diwariskan secara turun temurun, kain Songket Palembang tak hanya memiliki nilai keindahan dan seni yang tinggi, tetapi juga sarat akan makna filosofis, yakni melambangkan kemakmuran, kejayaan, serta keberanian.

Lurik Yogyakarta

Kain yang ditenun dengan motif garis-garis searah ini sangatlah indah dan cocok untuk dibuat menjadi berbagai macam pakaian. Kain tradisional dari Jogja ini biasanya dibuat dari serat kapas, serat kayu, serat sutera, atau serat sintetis.

Sasirangan Banjar

Sama seperti kain tradisional Indonesia lainnya, kain Sasirangan dari Suku Banjar di Kalimantan Selatan ini juga memiliki teknik serta motif yang khas. Motif kain ini dibuat dengan teknik jelujur atau garis vertikal yang memanjang dari atas ke bawah.

Tenun Lombok

Kemenparekraf.Tenun Lombok. (Arsip Kemenparekraf).

Kain ini banyak dicari dan dikagumi oleh para kolektor dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Kain yang proses pembuatannya bisa sampai puluhan hari ini memang sangat istimewa dan memiliki nilai estetik yang sungguh memikat. Keindahan itu dihasilkan dari keuletan para perempuan yang menenun dengan cara yang masih tradisional, serta penggunaan kapas dan pewarna yang juga masih alami.

Endek Bali

Kain tenun Endek ini juga punya motif yang beragam. Setiap motifnya punya makna dan penggunaannya masing-masing. Motif patra dan encak saji misalnya, kedua motif tersebut bersifat sakral dan hanya digunakan pada saat upacara keagamaan. Sedangkan, motif kain Endek lainnya, seperti flora, fauna, tokoh pewayangan, dan motif geometris biasa dikenakan untuk kegiatan sosial atau menjalani kehidupan sehari-hari.

Meski belanja beragam jenama lokal sudah bisa secara online, namun sebelum menerima paket belanja selama pandemi Covid-19 pembeli tetap mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin menerapkan 6M (menjaga jarak, menggunakan masker dengan benar, membatasi mobilitas, menghindari makan bersama, menghindari kerumunan hingga mencuci tangan).

Selanjutnya agar lebih banyak mendapat inspirasi tentang pariwisata dan ekraf Indonesia, yuk follow akun Instagram @pesonaid_travel dan ikuti kompetisi #melodikemerdekaan berhadiah total jutaan rupiah dalam rangka merayakan momen Hari Kemerdekaan Indonesia yang akan dilaksanakan pada periode 27 Juli - 12 Agustus 2021, atau kunjungi website: www.indonesia.travel.

(osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK