3 Tanda People Pleaser dan Cara Setop Kebiasaan Sulit Menolak

tim, CNN Indonesia | Senin, 06/09/2021 17:29 WIB
Berbuat baik itu perlu. Namun, jika lebih sering menyenangkan orang lain daripada diri sendiri, ini dapat dikatakan sebagai people pleaser. Apa itu? Ilustrasi. Berbuat baik itu perlu. Namun, jika lebih sering menyenangkan orang lain daripada diri sendiri, ini dapat dikatakan sebagai people pleaser. Apa itu? (iStockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berbuat baik kepada orang lain itu perlu. Namun, jika lebih sering menyenangkan orang lain daripada menyenangkan diri sendiri, Anda dapat dikatakan sebagai people pleaser.

Apa itu people pleaser?

People pleaser adalah seseorang yang selalu berusaha untuk membuat orang lain senang hingga melupakan kebahagiaan diri sendiri, serta membuang-buang waktu atau energi yang dimiliki.

"Biasanya, hal ini muncul karena kepercayaan diri yang rendah. Faktornya ada banyak, mulai dari trauma sampai orang tua yang menuntut anaknya untuk menjadi pribadi yang membanggakan," papar Psikolog Ni Made Putri Ariyanti, dalam keterangan yang diterima CNNIndonesia.com.


Psikolog dari aplikasi konsultasi psikologi Riliv tersebut menjelaskan lebih lanjut kalau people pleasing dapat memunculkan rasa frustrasi, karena orang-orang yang memanfaatkan people pleaser tidak menyadari pengorbanan yang diberikan.

Selain sulit berkata tidak, berikut tanda-tanda jika Anda memiliki kebiasaan people pleaser.

1. Sering meminta maaf, meski tidak salah

Tiada hari berlalu tanpa meminta maaf. Anda bahkan selalu siap untuk disalahkan, meskipun itu sebenarnya adalah kesalahan orang lain.

Anda berpikir, lebih baik meminta maaf daripada mendapati orang lain memusuhimu, atau bahkan membencimu.

2. Memerlukan validasi dari orang lain

Anda percaya kalau diri Anda hanya pantas disukai oleh seseorang kalau telah memberikan semua yang Anda miliki kepadanya.

Karena takut akan penolakan, Anda pun berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan pujian dan persetujuan dari orang tersebut.

3. Merasa bersalah setelah melakukan sesuatu

Menjadi people pleaser artinya berkata "ya" pada setiap kesempatan, atau melakukan segala hal yang diminta orang lain terhadapmu.

Misalnya, Anda tidak ingin pergi ke sebuah acara, tetapi tetap datang. Akhirnya, Anda merasa bersalah karena membuang-buang waktu, padahal bisa mengisinya dengan me-time.

Lalu, bagaimana cara berhenti menjadi people pleaser?

1. Menolak dengan sopan dan beri alasan yang Jelas

Sebelum katakan "tidak mau", mungkin menjadi penting untuk perlu menyadari kondisi diri.

Penting menyadari apa penyebab diri ingin menyenangkan orang lain dan menetapkan batasan dengan mengetahui apa yang diinginkan dan tidak diinginkan, apa yang disuka dan tidak disuka.

Saat mengatakan tidak mau, perlu diberikan penjelasan tapi jangan berlebihan. Untuk menghindari menyakiti perasaan orang lain, bisa diawali dengan pujian dan akhiri dengan terima kasih, seperti "Terima kasih sudah mengajak aku, sayangnya aku tidak bisa hadir, tapi lain kali beritahu aku ya."

2. Meminta maaf dengan sungguh-sungguh

Jangan meminta maaf hanya karena kamu ingin merasa lebih baik mengenai dirimu sendiri.

Permintaan maaf tidak ada artinya kalau tidak sungguh-sungguh. Alih-alih mengatakan "maaf" saja, kamu dapat meminta maaf dengan:

"Maaf, saya janji tidak akan melakukannya lagi."

"Maaf, saya merasa tidak enak sekali."

"Maaf, saya malu terhadap diri saya sendiri."

 



3. Temukan validasi dari dirimu

Berhentilah mencari validasi dan apresiasi dari orang lain, karena Anda hanya perlu menemukannya dari dalam diri sendiri.

Lakukan aktivitas yang membuatmu merasa senang karena mencapai sesuatu. Bersenang-senanglah bersama teman-temanmu tanpa harus melakukan sesuatu untuk mereka.

Yang terpenting, nikmati kebahagiaan yang kamu rasakan tanpa merasa bersalah. Kalau Anda merasa senang, Anda tidak perlu menyenangkan orang lain.

People pleasing dapat berasal dari trauma atau pola masa kecil yang telah ada sejak lama. Jika kamu merasa butuh untuk segera menyelesaikan permasalahan ini, maka kamu bisa segera konsultasi dengan psikolog.

(agn/agn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK