Ragam Manfaat Diet Plant Based dan Daftar Makanannya

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 04/09/2021 09:17 WIB
Diet ini tak sama dengan diet vegan karena masih boleh mengonsumsi produk hewani dengan jumlah terbatas. Berikut manfaat diet plant based serta makanannya. Diet ini tak sama dengan diet vegan karena masih boleh mengonsumsi produk hewani dengan jumlah terbatas. Berikut manfaat diet plant based serta makanannya. (Ilustrasi Foto: iStockphoto/MielPhotos2008)
Jakarta, CNN Indonesia --

Diet plant based atau diet nabati belakangan cukup banyak diterapkan oleh sejumlah orang karena dinilai membantu menurunkan berat badan.

Tak hanya itu, rasa khawatir akan masalah kesehatan, lingkungan, serta kesejahteraan hewan, menjadi alasan utama lain yang mendorong tren diet nabati ini.

Namun tidak sedikit yang beranggapan bahwa diet nabati sama dengan diet vegan. Padahal, orang yang menjalani diet nabati masih diperbolehkan konsumsi produk hewani.


Akan tetapi, porsi dan intensitasnya tidak terlalu sering. Sebab yang menjadi fokus utama diet nabati adalah memperbanyak konsumsi makanan utuh (whole food) seperti buah, sayuran, biji-bijian, atau kacang-kacangan.

Sementara diet vegan umumnya sama sekali tidak mengonsumsi asupan hewani, sehingga kedua pola diet ini bisa dikatakan relatif berbeda.


Manfaat Diet Plant Based

Ilustrasi sakit jantungManfaat menerapkan diet plant based antara lain menghindari risiko penyakit, menurunkan berat badan, hingga mencegah kerusakan lingkungan (Foto: iStock/Nopphon Pattanasri)

Diet yang berfokus mengonsumsi banyak makanan nabati utuh ketimbang hasil pemrosesan tentu akan memperoleh manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut manfaat menerapkan diet plant based.

1. Mencegah risiko penyakit degeneratif

Melansir Healthline, diet plant based di Amerika Serikat cukup populer. Alasannya karena 69 persen penduduknya mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Dengan mengadopsi pola makan nabati, risiko terkena penyakit jantung, diabetes, kanker dan lainnya bisa ditekan.

Hasil penelitian lain melaporkan bahwa diet nabati mampu memperlambat dan mencegah penurunan kognitif pada penyakit Alzheimer khususnya orang dewasa.

Hal ini dikarenakan mereka memperoleh asupan antioksidan tinggi dari sayuran serta buah, sehingga perkembangan bibit penyakit Alzheimer diperlambat.

Testimoni dari yang menjalaninya menyatakan, diet nabati membuat mereka memperoleh kesejahteraan dari sisi kesehatan yang lebih baik.


2. Menurunkan berat badan

Fokus dari pola makan diet nabati adalah memperbanyak asupan sayur, buah, dan kacang-kacangan supaya mendapat serat, protein, serta vitamin yang cukup.

Orang yang menjalani diet nabati tidak akan takut kelaparan karena serat dalam sayur dan buah-buahan, juga protein dari kacang-kacangan, bisa memberi rasa kenyang yang menyenangkan.

Makanan tinggi serat dan protein ini besar manfaatnya untuk kesehatan pencernaan supaya terhindar dari sembelit. Begitu pun protein bisa memaksimalkan kerja metabolisme.

Diet nabati sudah banyak diteliti dan hasilnya menunjukkan bahwa makanan utuh dari pola makan nabati efektif dalam menurunkan berat badan.

Orang yang menjalani diet nabati diklaim lebih mampu mempertahankan berat badan dalam jangka panjang supaya tetap ideal.


3. Menjaga lingkungan

Diet nabati tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan. Melainkan ikut membantu melindungi lingkungan dari kerusakan alam.

Menerapkan kebiasaan makan makanan nabati dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang merupakan faktor dari pemanasan global serta degradasi lingkungan.

Terlebih dengan mengurangi konsumsi produk hewani dalam makanan. Hal ini sama dengan menyejahterakan kehidupan hewan.

Produk nabati yang Anda peroleh dari hasil pertanian turut membantu meningkatkan perekonomian lokal khususnya para petani.

Hasil studi menyatakan bahwa semakin banyak yang mengadopsi diet nabati, manfaatnya cukup besar terhadap lingkungan.


Daftar Makanan Diet Plant Based

Scrambled eggs sandwich breakfast with fresh tomato sliced, cucumber sliced and green lettuce in front view for healthy breakfast concept.Daftar menu diet plant based yang bisa dimakan (Foto: iStockphoto/pada smith)
  • Buah: Jeruk, pir, persik, nanas, pisang, apel, melon, kelapa, stroberi, raspberi, gojiberi, bluberi, cranberi, dan lainnya.
  • Sayuran: Kangkung, bayam, tomat, brokoli, kembang kol, wortel, asparagus, dan lainnya.
  • Sayuran bertepung: Kentang, ubi jalar, singkong, labu, dan lainnya.
  • Biji-bijian: Beras merah, gandum, quinoa, barley, dan lainnya.
  • Lemak sehat: Alpukat, minyak zaitun, minyak kelapa, dan lainnya.
  • Kacang-kacangan: Kacang polong, buncis, lentil, kacang tanah, almond, mete, dan lainnya.
  • Susu nabati: Susu kedelai, almond, susu mete, dan lainnya.
  • Bumbu: Basil, rosemary, kunyit, kari, lada hitam, garam, lemon, dan lainnya.
  • Protein nabati: Tahu, tempe, dan lainnya.
  • Protein lain: Telur, ikan beromega-3.

Selain dari makanan di atas tentu bisa dihindari. Sedangkan cara melakukan diet plant based masih sama dengan diet pada umumnya.

Anjuran makan tetap diperbolehkan tiga kali sehari, namun isi makanannya merupakan produk nabati. Jangan lupa tetap imbangi dengan berolahraga serta istirahat cukup.

(avd/fef)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK