Jakarta, CNN Indonesia -- Idol Korea Selatan Lucas WayV tengah ramai menjadi perbincangan karena tuduhan perselingkuhan di masa lalu. Baru-baru ini, seseorang yang mengaku mantan kekasihnya menuding musisi tersebut berselingkuh semasa mereka masih menjalin asmara.
Seperti diberitakan Sport Chosun, Rabu (25/8), mantan kekasih yang disebut sebagai A itu mengatakan Lucas juga melakukan gaslighting kepadanya.
Apa itu gaslighting?
Sebagaimana dilansir Psychology Today, gaslighting merupakan bentuk manipulasi yang dilakukan seseorang untuk bisa terlihat berkuasa dan mengendalikan orang lain dan membuat korbannya tidak yakin dan ragu akan dirinya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada akhirnya, korban merasa kehilangan persepsi, identitas, dan harga dirinya. Gaslighting, tanpa disadari dapat merusak mental korban.
Istilah gaslighting pertama kali muncul pada film Gaslight yang rilis pada 1944. Film ini berkisah tentang kekerasan yang dilakukan suami terhadap istrinya.
Tak hanya dalam hubungan romantis seperti pacaran dan pernikahan, gaslighting juga bisa terjadi dalam hubungan personal di tempat kerja, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Lalu, apa saja tanda-tanda seseorang bertindak gaslighting dalam hubungan?
Berikut tujuh tanda bahaya seseorang bertindak gaslighting dalam hubungan, sebagaimana tertulis dalam buku Gaslighting: Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People - and Break Free karya Stephanie A Sarkis.
1. Berbohong secara terang-terangan
Anda tahu itu sebuah kebohongan besar. Namun mereka akan mengatakan kebohongan ini dengan wajah datar bahkan tanpa rasa bersalah.
Mengapa begitu terang-terangan? Ini biasanya karena pelaku sedang menyiapkan seribu alasan yang membuat Anda goyah dan gelisah, sehingga tak lagi mempersalahkan hal itu. Bukan tidak mungkin, jawaban darinya justru membuat Anda yang tersudut.
2. Menyangkal meskipun ada bukti
Anda menyadari dan yakin bahwa dia mengatakan bahwa dia akan melakukan sesuatu. Namun, begitu Anda membahasnya dia akan menyangkal hal itu terus-terusan sampai membuat Anda mulai mempertanyakan kenyataan yang Anda yakini.
Bahkan, hingga berpikir bahwa itu kesalahan Anda dan dia tidak pernah mengatakan hal itu.
Semakin dia melakukan ini, membuat Anda semakin mempertanyakan kenyataan Anda dan mulai mempercayai kenyataan yang ia balikkan.
3. Memanfaatkan yang berharga untuk Anda sebagai senjata
Misalnya, dia tahu betapa pentingnya anak-anak bagi Anda, dan tahu betapa pentingnya identitas diri bagi Anda.
Ini bisa menjadi salah satu hal pertama yang mereka serang. Jika Anda memiliki anak, mereka dapat memberi tahu bahwa Anda seharusnya tidak memiliki anak-anak itu.
Di samping itu, mereka juga bisa menekan Anda dengan mengatakan bahwa Anda akan menjadi orang yang berharga jika saja tidak memiliki daftar panjang sifat negatif.
Mereka biasanya akan menyerang prinsip diri Anda, dengan mengatakan segala kelemahan dan kekurangan yang membuat Anda khawatir.
Simak tanda bahaya gaslighting lainnya di halaman berikut.
Mendominasi dan mengontrol hubungan
Idol Korea Selatan Lucas WayV menjadi perbincangan karena tuduhan perselingkuhan di masa lalu dan melakukan gaslighting. Apa itu gaslighting? (Takmeomeo/Pixabay)
4. Buat lelah dari waktu ke waktu
Salah satu hal berbahaya tentang gaslighting adalah dilakukan secara bertahap, dari waktu ke waktu. Kebohongan di sini, kebohongan di sana, sering komentar sinis...dan semakin intens.
Bahkan orang yang paling cerdas dan paling sadar diri pun dapat terjerat ke dalam gaslighting, dibuat merasa bersalah, lelah, gelisah, dan akhirnya menuruti realitas yang diinginkan pasangan.
5. Melemahkan korban
Sementara, berdasarkan buku How to Success Hand Gaslighters & Stip Psychological Bullying karya Preston Ni. Salah satu tanda bahaya gaslighting yang perlu diwaspadai adalah pelaku bakal terus bersikap ofensif atau menyerang korban hingga melemahkan korban.
Korban akan merasa putus asa, pesimistis, takut, dan lemah. Korban mulai mempertanyakan persepsi dan dirinya sendiri.
6. Mendominasi dan mengontrol hubungan
Pada tahap yang ekstrem, pelaku gaslighting yang patologis ingin mengendalikan, mendominasi, dan mengambil keuntungan dari pasangan dalam sebuah hubungan.
Mereka terus-terusan menebar kebohongan yang membuat pasangan merasa salah sehingga dapat mengeksploitasi korban.
7. Harapan palsu
Sebagai taktik manipulatif, pelaku akan memperlakukan korban dengan kelembutan dan kebaikan. Mereka juga sering mengaku menyesal atas perbuatannya. Tujuannya adalah untuk membuat korban terus memberi kesempatan.
Waspada dengan hubungan gaslighting karena dapat merusak kesehatan mental. Jika menemukan tanda-tanda hubungan gaslighting, segera tinggalkan pasangan atau hubungi ahli seperti psikolog untuk meminta bantuan.