Di Kota Hantu Fengdu wisatawan bisa mempelajari gambaran surga dan neraka sebagai balasan atas perbuatan manusia di dunia. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Berada ketinggian Bukit Ming dan dilintasi Sungai Yangtze, kota Fengdu sudah pasti memiliki potensi menjadi destinasi wisata alam.
Meski dikelilingi oleh keindahan alam, nyatanya Fengdu malah lebih populer disebut sebagai Kota Hantu Fengdu.
Bukan karena sepinya penduduk, kota di China mendapat sebutan menyeramkan tersebut karena telah lama dikenal sebagai "pusat studi dunia makhluk gaib dan dunia lain setelah kematian".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya wisatawan domestik, Kota Hantu Fengdu juga ramai didatangi wisatawan mancanegara yang tertarik mengenai hal-hal tersebut.
Saat pertama kali menginjakkan kaki ke kota ini, mata wisatawan pasti langsung tertuju oleh bangunan kuno dan patung yang arsitekturnya tradisional China
Sepanjang perjalanan, wisatawan juga pasti akan diingatkan pemandu wisata untuk selalu berbuat kebaikan, karena karma dipercaya ada, termasuk di kota ini.
Kebaikan akan dibalas kebaikan, sementara kejahatan akan dibalas dengan kejahatan.
Kota Fengdu telah ada selama hampir 2.000 tahun. Mengutip Atlas Obscura, masa lalu kota ini cukup menyeramkan.
Fengdu mendapatkan namanya sebagai Kota Hantu sejak Dinasti Han Timur.
Dua pejabat dari istana kekaisaran, Yin Changsheng dan Wang Fangping, memutuskan untuk datang ke Gunung Ming untuk mempraktikkan ajaran Tao.
Karena tekun berilmu, mereka menjadi abadi. Nama mereka lagu digabung menjadi 'Yinwang', yang berarti "Raja Neraka."
Kemudian, selama Dinasti Tang, sebuah kuil dibangun di Gunung Ming yang menggambarkan kehidupan di neraka.
Kuil ini menampilkan gambar setan dan perangkat penyiksaan, yang bermakna bahwa orang baik akan diperlakukan dengan baik di akhirat dan bahwa orang jahat akan dihukum di neraka.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Sebagian besar ikon populer di Kota Hantu ini memiliki nama yang merujuk pada kehidupan setelah kematian, seperti 'Rumah sesudah Kematian', 'Jembatan Penyesalan', hingga 'Jalan Penyiksaan'.
Selain itu banyak pula patung dan penggambaran artistik lainnya dari hantu dan setan - karya mengerikan yang mewakili apa yang terjadi pada orang yang berbuat jahat semasa hidupnya.
Di puncak bukit terlihat wajah raksasa yang disebut "Raja Hantu", dan memegang gelar Guinness World Records sebagai patung terbesar yang diukir di atas batu.
Dengan tinggi 138 meter dan lebar sekitar 217 meter, "Raja Hantu" dapat dilihat dari seluruh penjuru kota.
Yang tidak kalah menarik adalah wahana permaianan rumah hantu yang dibuat untuk mewakili teror di alam baka.
Nuansa seram di kota Fengdu semakin dimeriahkan oleh pedagang topeng malaikat pencabut nyawa di pinggir jalan kota.
Mengutip China Highlights, meskipun dapat diakses melalui transportasi darat, banyak pelancong mengunjungi Kota Hantu Fengdu saat melakukan tur dengan Yangtze River Cruise untuk melihat Tiga Ngarai.
Kota Hantu bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari Sungai Yangtze, dan merupakan perjalanan sampingan yang menyenangkan.
Situs ini dibagi menjadi dua bagian - surga dan neraka - dan masing-masing tiket memerlukan tiket yang berbeda.
Berada ketinggian Bukit Ming dan dilintasi Sungai Yangtze, kota Fengdu sudah pasti memiliki potensi menjadi destinasi wisata alam.
Meski dikelilingi oleh keindahan alam, nyatanya Fengdu malah lebih populer disebut sebagai Kota Hantu Fengdu.
Bukan karena sepinya penduduk, kota di China mendapat sebutan menyeramkan tersebut karena telah lama dikenal sebagai "pusat studi dunia makhluk gaib dan dunia lain setelah kematian".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya wisatawan domestik, Kota Hantu Fengdu juga ramai didatangi wisatawan mancanegara yang tertarik mengenai hal-hal tersebut.
Saat pertama kali menginjakkan kaki ke kota ini, mata wisatawan pasti langsung tertuju oleh bangunan kuno dan patung yang arsitekturnya tradisional China
Sepanjang perjalanan, wisatawan juga pasti akan diingatkan pemandu wisata untuk selalu berbuat kebaikan, karena karma dipercaya ada, termasuk di kota ini.
Kebaikan akan dibalas kebaikan, sementara kejahatan akan dibalas dengan kejahatan.
Kota Fengdu telah ada selama hampir 2.000 tahun. Mengutip Atlas Obscura, masa lalu kota ini cukup menyeramkan.
Fengdu mendapatkan namanya sebagai Kota Hantu sejak Dinasti Han Timur.
Dua pejabat dari istana kekaisaran, Yin Changsheng dan Wang Fangping, memutuskan untuk datang ke Gunung Ming untuk mempraktikkan ajaran Tao.
Karena tekun berilmu, mereka menjadi abadi. Nama mereka lagu digabung menjadi 'Yinwang', yang berarti "Raja Neraka."
Kemudian, selama Dinasti Tang, sebuah kuil dibangun di Gunung Ming yang menggambarkan kehidupan di neraka.
Kuil ini menampilkan gambar setan dan perangkat penyiksaan, yang bermakna bahwa orang baik akan diperlakukan dengan baik di akhirat dan bahwa orang jahat akan dihukum di neraka.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Menjejak 'Surga dan Neraka' di Kota Hantu Fengdu
Di Kota Hantu Fengdu wisatawan bisa mempelajari gambaran surga dan neraka sebagai balasan atas perbuatan manusia di dunia. (iStockphoto)
Sebagian besar ikon populer di Kota Hantu ini memiliki nama yang merujuk pada kehidupan setelah kematian, seperti 'Rumah sesudah Kematian', 'Jembatan Penyesalan', hingga 'Jalan Penyiksaan'.
Selain itu banyak pula patung dan penggambaran artistik lainnya dari hantu dan setan - karya mengerikan yang mewakili apa yang terjadi pada orang yang berbuat jahat semasa hidupnya.
Di puncak bukit terlihat wajah raksasa yang disebut "Raja Hantu", dan memegang gelar Guinness World Records sebagai patung terbesar yang diukir di atas batu.
Dengan tinggi 138 meter dan lebar sekitar 217 meter, "Raja Hantu" dapat dilihat dari seluruh penjuru kota.
Yang tidak kalah menarik adalah wahana permaianan rumah hantu yang dibuat untuk mewakili teror di alam baka.
Nuansa seram di kota Fengdu semakin dimeriahkan oleh pedagang topeng malaikat pencabut nyawa di pinggir jalan kota.
Mengutip China Highlights, meskipun dapat diakses melalui transportasi darat, banyak pelancong mengunjungi Kota Hantu Fengdu saat melakukan tur dengan Yangtze River Cruise untuk melihat Tiga Ngarai.
Kota Hantu bisa dijangkau dengan berjalan kaki dari Sungai Yangtze, dan merupakan perjalanan sampingan yang menyenangkan.
Situs ini dibagi menjadi dua bagian - surga dan neraka - dan masing-masing tiket memerlukan tiket yang berbeda.