Pulau Hashima, Saksi Bisu Kekejaman Kerja Paksa di Jepang

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 20:30 WIB
Penampakan hantu, hewan buas sampai ombak yang ganas melahirkan banyak kisah misteri dari Pulau Hashima. Pulau Hashima di Prefektur Nagasaki, Jepang. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di perairan Prefektur Nagasaki, Jepang, ada sebuah pulau yang terlihat kumuh dan berantakan. Meski ada banyak bangunan tinggi di sana, namun tak ada satu pun penghuninya. Pulau tersebut ialah Pulau Hashima.

Pulau Hashima juga sering disebut warga lokal sebagai Pulau Gunkajima. Pulau ini semakin populer setelah kisahnya dan lokasinya diangkat ke dalam film layar lebar 'The Battleship Island' (2017), 'Attack on Titan' (2015) dan 'James Bond: Skyfall' (2012).

Sebelum populer sebagai "pulau angker", Pulau Hashima awalnya berfungsi sebagai operasi penambangan bawah laut dan saksi bisu industrialisasi Jepang yang pesat pada tahun 1890-an.


Tak cuma area tambang dan pabrik, pulau ini juga dilengkapi oleh pemukiman.

Ketersediaan lapangan pekerjaan membuat semakin banyak orang yang menghuni pulau ini. Pada tahun 1950-an, populasi telah membengkak menjadi sebanyak 5.000 jiwa.

Namun ketika tenaga batu bara digantikan oleh bensin, harga batu bara turun, dan banyak tambang, termasuk di Pulau Hashima, ditutup secara permanen.

Pada tahun 1975 pulau itu benar-benar kosong setelah ditinggalkan penghuninya.

Kritik UNESCO dan Korea Selatan

Eksistensi Pulau Hashima dalam sejarah industrialisasi Jepang membuatnya masuk dalam salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, meski kontrovesi mengenai isu kerja paksa menyertainya.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...

Pulau Hashima yang Menginspirasi James Bond sampai Attack on Titan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK