Jakarta, CNN Indonesia -- Sampai saat ini berbagai mitos vaksin Covid-19 beredar luas di masyarakat. Masyarakat diminta berhati-hati dan tak mudah percaya dengan mitos dan hoax yang beredar ini.
Mengutip laman Covid19.co.id, berikut mitos-mitos populer soal vaksin covid-19.
1. Bikin mandul
Mitos vaksin covid-19 yang pertama adalah vaksin covid-19 bikin mandul bagi wanita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah rumor yang telah beredar tentang banyak vaksin yang berbeda dan rumor tersebut tidak benar. Tidak ada vaksin yang menyebabkan kemandulan," kata ahli vaksin yang berspesialisasi dalam bidang epidemiologi pneumokokus, Katherine O'Brien saat wawancara tentangVaccine myths vs sciencebersama WHO.
2. Mengubah DNA
Setiap manusia memiliki DNA-nya masing-masing. DNA adalah materi genetik yang menentukan sifat dan karakteristik fisik seseorang.
Mitos yang beredar, vaksin covod-19 bakal mengubah DNA seseorang.
"Kami sudah sering mendengar rumor ini. Kami memiliki dua vaksin sekarang yang disebut sebagai vaksin mRNA, dan tidak mungkin mRNA dapat berubah menjadi DNA sel manusia kita," kata Kate.
CDC juga menambahkan bahwa vaksin Covid-19 tak akan mengubah atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apapun.
Baik vaksin mRNA maupun vektor virus COVID-19 mengirimkan instruksi (materi genetik) ke sel untuk mulai membangun perlindungan terhadap virus penyebab COVID-19. Namun, materi tidak pernah memasuki inti sel, yang merupakan tempat DNA disimpan.
3. Air kelapa bisa hilangkan efek vaksin
Beberapa orang percaya bahwa minum air kelapa dapat membantu menghilangkan efek vaksin. Namun, anggapan itu tak benar adanya. Berikut penjelasan mitos air kelapa hilangkan efek vaksin.
Ahli gizi FKUI, Saptawati Bardosono mengatakan bahwa air kelapa untuk menghilangkan efek vaksin hanyalah mitos.
"Wah, itu mitos yang tidak benar sekali," kata Saptawati, pada CNNIndonesia.com, Senin (5/7).
Dia menjelaskan, air kelapa banyak mengandung elektrolit yang berguna untuk mendukung keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Sementara itu, vaksin mengandung senyawa yang dapat memicu terbentuknya antibodi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
Keduanya, lanjut Saptawati, sama-sama mendukung kesehatan tubuh, bukan saling menghilangkan efek. Air kelapa hilangkan efek vaksin hanyalah mitos.
Mitos vaksin covid-19 lainnya di halaman berikut...
Mitos vaksin covid-19
Foto: AP/Hans Pennink
4. Ada bahan kimia berbahaya
Mitos vaksin covid-19 lainnya yang sempat membuat banyak orang enggan untuk vaksin adalah ada bahan kimia berbahaya di dalamnya.
Menanggapi hal ini Kate mengungkapkan bahwa sebelum disuntik ke manusia, vaksin sudah dipastikan aman.
"Vaksin memang mengandung sejumlah elemen yang berbeda dan masing-masing telah diuji. Sebelum diberikan kepada manusia, mereka diuji pada hewan dan diuji untuk masalah apapun pada hewan. Dan baru kemudian mereka masuk ke manusia di mana kami menguji dalam uji klinis dengan puluhan ribu orang akhirnya menerima vaksin sebelum mereka diizinkan untuk digunakan di masyarakat umum," ucapnya.
"Selain itu, pembuatan vaksin memiliki pengawasan kualitas yang konstan sehingga setiap bahan yang masuk ke dalam vaksin dipastikan memiliki kualitas terbaik dan aman untuk digunakan pada manusia," ucapnya.
5. Vaksin buat hasil tes covid-19 jadi positif
Mitos vaksin covid-19 ini juga banyak beredar di masyarakat. Jawabannya adalah tidak. Tidak ada vaksin COVID-19 resmi dan yang direkomendasikan yang menyebabkan Anda dites positif pada tes virus, yang digunakan untuk melihat apakah Anda memiliki infeksi saat ini.
Jika tubuh Anda mengembangkan respons imun terhadap vaksinasi, yang merupakan tujuannya, Anda mungkin dites positif pada beberapa tes antibodi. Tes antibodi menunjukkan Anda memiliki infeksi sebelumnya dan Anda mungkin memiliki beberapa tingkat perlindungan terhadap virus.
Hanya saja pascavaksin, Anda juga tak perlu 'menggebu' untuk melakukan tes antibodi untuk mengetahui efektivitas vaksin.
Selain empat hal tersebut, mitos vaksin covid-19 juga masih banyak yang beredar dan meresahkan masyarakat.