Jakarta, CNN Indonesia -- Ada banyak cara menikmati pemandangan pelosok India, salah satunya dengan naik kereta wisata.
Kereta wisata yang paling populer di kalangan wisatawan domestik dan mancanegara di India ialah Kereta Api Darjeeling Himalaya.
Kereta ini melintasi rel yang dibingkai oleh perkebunan teh yang hijau dan teduh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kereta Api Darjeeling Himalaya berhenti beroperasi pada 22 Maret tahun lalu karena India dan dunia sedang dihantam pandemi virus corona.
Saat ini kereta sudah kembali melintas di jalurnya di West Bengal.
'Kereta mainan' Darjeeling bagian dari sistem perkeretaapian yang dinyatakan oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia, kembali ke jalurnya sekali lagi mulai Rabu, 25 Agustus 2021, setelah jeda lebih dari satu tahun.
Secara resmi dikenal sebagai Darjeeling Himalayan Railway (DHR), kereta ini melaju lagi antara New Jalpaiguri dan Darjeeling akhir bulan lalu, menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Northeast Frontier Railway (NFR).
Kereta Darjeeling adalah kereta api berukuran mini yang dibangun di era Inggris, antara tahun 1879 dan 1881.
Kereta ini menapaki rute dari New Jalpaiguri ke Darjeeling, sekitar 88km, di jalur yang lanskapnya zig-zag.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Kereta Penjelajah Kebun Teh di India Melaju Lagi
Hampir dua tahun tak beroperasi karena pandemi virus corona, kereta penjelajah kebun teh di India akhirnya melaju lagi. (AFP/DIPTENDU DUTTA)
Layanan 'Panda Merah' dari Darjeeling ke Kurseong diangkut oleh lokomotif uap kuno, sementara sebagian besar layanan terjadwal dioperasikan dengan mesin diesel yang melakukan perjalanan dari Darjeeling ke Ghum, stasiun kereta api tertinggi di India.
NFR mengumumkan dimulainya kembali layanan Kereta Api Darjeeling beberapa minggu sebelum Durga Puja, festival yang sangat dihormati di West Bengal.
"Setiap kereta akan memiliki 17 kursi di kelas satu dan 29 kursi di kelas umum untuk penumpang," lapor juru bicara NFR, Guneet Kaur, seperti dikutip dari Hindustan Times.
Dia menambahkan, dibukanya kembali layanan kereta api stasiun bukit diharapkan dapat menguntungkan sektor pariwisata dan perhotelan, yang keduanya terpukul parah akibat pandemi virus corona.
[Gambas:Photo CNN]