Jakarta, CNN Indonesia -- Kilatan api satu demi satu menerangi pemukiman rumah panggung di atas aliran Sungai Catatumbo yang mengalir ke Danau Maracaibo di Venezuela, kawasan yang dikenal sebagai "ibu kota petir dunia".
Sebagai pemegang rekor Guinness World Record "tempat dengan konsentrasi petir tertinggi", danau terbesar di Amerika Selatan itu menerima rata-rata 233 kilatan petir per kilometer persegi setiap tahunnya, menurut NASA. Bahkan jumlahnya bisa mencapai ribuan per malam.
Wisatawan dan peneliti ramai-ramai mendatangi pemukiman di barat laut Venezuela itu, untuk melihat fenomena yang disebut warga lokal sebagai "mercusuar" Petir Catatumbo, yang selama berabad-abad telah membantu mereka menavigasi perahu dalam kegelapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengaku tidak berminat mengulik fenomena itu dalam koridor ilmiah, seorang nelayan berusia 40 tahun, Marianela Romera, mengatakan bahwa masyarakat setempat menganggap bahwa petir "menjadi petunjuk ke mana manusia harus melangkah."
Tidak ada guntur, hanya kilat -- tontonan hening untuk dinikmati sekitar 300 malam per tahun, dengan puncaknya pada bulan September.
Pada malam yang cerah, kilatan tersebut melukiskan pola yang mencolok di antara langit berbintang, sehingga seseorang tidak memerlukan teleskop untuk melihat konstelasi.
Beberapa melintas sangat cepat, sehingga mereka luput dari pandangan manusia. Beberapa melintas zigzag lebih santai melintasi langit, atau bertabrakan dengan petir lainnya.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Maracaibo, Desa yang Paling Sering Disambar Petir di Dunia
Pemandangan Danau Maracaibo di Venezuela yang disebut "ibu kota petir dunia". (AFP/FEDERICO PARRA)
Fenomena ini menjadi kenikmatan bagi para pengamat bintang yang ingin menyaksikan langit tanpa polusi cahaya, tetapi sebenarnya menjadi kenyataan pahit bagi penduduk setempat: nyatanya desa ini masih minim jaringan listrik.
Bahkan beberapa generator terlihat menganggur, karena kekurangan bahan bakar yang disebabkan oleh krisis ekonomi Venezuela.
Jarang ada cahaya redup terlihat dari pemukiman atau sinar dari senter nelayan.
Para pengunjung asing yang biasa datang juga semakin jarang datang karena pandemi global virus corona dan masalah ekonomi Venezuela.
NASA mengatakan Danau Maracaibo memiliki geografi dan iklim unik, yang ideal untuk pengembangan studi badai petir.
Terletak di sepanjang bagian pegunungan Andes, badai terbentuk di malam hari saat angin pegunungan yang sejuk berbenturan dengan udara hangat dan lembab di atas danau.
[Gambas:Photo CNN]