Foto tahun 2015. Warga dan wisatawan yang mengenakan hanbok (pakaian tradisional Korea) berbaur di alun-alun Gwanghwamun, Seoul, Korea Selatan. (Ed JONES / AFP)
Seoul, CNN Indonesia --
Chuseok, atau juga disebut Hangawi, adalah salah satu hari raya terbesar di Korea.
Chuseok, yang berarti malam menjelang datangnya musim gugur ini, dihitung berdasarkan penanggalan kalender lunar dan tahun ini jatuh pada tanggal 21 September.
Pada awalnya, hari raya ini menandakan hari di mana bulan purnama muncul di langit, di mana keluarga besar berkumpul untuk menikmati waktu bersama dan berterima kasih kepada leluhur atas hasil panen yang berlimpah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perayaan Chuseok, upacara peringatan leluhur yang disebut 'Charye' diselenggarakan di depan meja yang diisi penuh makanan, termasuk beras dan buah yang baru dipanen, kemudian hasil panen tersebut dibagikan kepada anggota keluarga yang berkumpul.
Layaknya perayaan Lebaran di Indonesia, perayaan Chuseok menjadi hari spesial di mana keluarga besar berkumpul dan bersilahturahmi.
Tak heran masa-masa menjelang Chuseok tidak lepas dari macet dan arus mudik ke kampung halaman di luar Seoul.
Di zaman modern Korea ini, tradisi-tradisi seperti Charye masih dipegang teguh dan menjadi inti perayaan Chuseok.
Namun karena hasil panen tidak lagi menjadi pusat perayaan hari besar ini di zaman modern, tradisi berbagi hasil panen berubah menjadi kesempatan memberikan bingkisan hadiah kepada keluarga, teman, dan orang yang membutuhkan.
Berbagai macam bingkisan dari 'hanu' (daging sapi Korea), buah-buahan, sampai kebutuhan harian seperti rangkaian set sabun, kosmetik, dan lain sebagainya marak ditawarkan dengan bungkusan cantik dan harga spesial.
Apabila Anda datang berkunjung ke Korea Selatan pada bulan-bulan menjelang Chuseok, Anda dapat turut merasakan maraknya persiapan hari raya yang diwarnai dengan dekorasi tradisional dan banyaknya tampilan baju tradisional hanbok yang dipakai dari idol sampai penjaga toko supermarket.
Banyak juga bingkisan yang dikemas dengan unik, yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga dan rekan di Indonesia.
Bila Anda ingin ikut merasakan Chuseok dan ingin berbagi bingkisan khas hari raya Hangawi ini, berikut lima oleh-oleh unik yang bisa dibawa pulang ke Indonesia:
1. Hangwa Set
Set bingkisan Hangwa yang dibungkus dengan 'bojagi' (kain tradisional pembungkus hadiah) merupakan contoh hadiah Chuseok yang banyak diberikan untuk orang tua atau kerabat yang dihormati atau rekan bisnis penting.
Berbagai macam camilan ringan tradisional banyak digemari orang tua dan juga merupakan salah satu sajian dalam Charye.
Bingkisan Hangwa banyak dikemas dalam kotak cantik yang dan bisa terbilang pilihan oleh-oleh khas Chuseok yang mewah.
Dalam masa-masa liburan Chuseok, berbagai acara hiburan Korea banyak mengangkat permainan tradisional yang dahulu biasa dimainkan saat keluarga berkumpul.
Tak hanya itu saja, banyak pembawa acara yang memakai hanbok, dari yang modelnya tradisional sampai yang lebih modern (daily hanbok).
Hanbok tradisional sangat rumit, sehingga hanya dipakai pada hari-hari spesial seperti dalam acara pernikahan.
Karena itu, banyak desainer muda yang membuat daily hanbok agar bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari, seperti ke kantor atau acara spesial lainnya.
Tak hanya daily hanbok, banyak toko-toko yang menyediakan aksesori dan sepatu tradisional yang di modernisasi sehingga nyaman untuk dipakai sehari-hari.
Permainan 'go stop' atau kartu cangkul di atas selimut berwarna hijau ini sudah menjadi tradisi banyak keluarga saat berkumpul di Chuseok.
Hwatu atau godori memiliki 48 kartu, dengan gambar bunga dan binatang, menggambarkan setiap bulan dalam 1 tahun.
Kartu hwatu bisa dibeli di supermarket terdekat, namun apabila Anda ingin mencari hwatu dengan desain lucu, banyak juga jenis kartu hwatu menggabungkan dekorasi tradisional dengan karakter-karakter lucu dan bisa dicari di toko seperti Artbox.
Ilustrasi hwatu. (Pk0001 via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0))
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Disebut sebagai Negara Ginseng, Korea Selatan memang terkenal dengan jenis ginseng merahnya, yang memiliki banyak manfaat baik untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh.
Salah satu manfaat baik dari ginseng merah Korea adalah untuk mencegah flu dan mengurangi keparahan gejala akibat penyakit jantung.
Oleh karena itu, ekstrak ginseng merah banyak dicari sebagai oleh-oleh khas Korea Selatan.
Tak hanya itu, ekstrak berbagai macam buah-buahan juga banyak dicari, karena sebagian orang merasa rasanya lebih mudah dikonsumsi.
Contoh ginseng merah yang diolah tradisional di Korea Selatan. (Yarra64 via Wikimedia (CC-BY-2.0))
Banyak sekali turis turis yang datang ke Korea Selatan untuk mencari kosmetik murah dengan kualitas yang tinggi.
Pada saat masa-masa hari raya seperti Chuseok, bingkisan sabun dan sampo juga banyak ditawarkan sebagai pilihan hadiah. Kemasannya pun dibuat unik.
Hangawi, atau Korean Thanksgiving, adalah kesempatan untuk bersyukur atas rejeki dan keluarga.
Saling memberikan hadiah bingkisan satu sama lain menunjukkan apresiasi dari rasa syukur yang dirasakan.
Memberikan oleh-oleh khas hangawi bisa menunjukkan apresiasi terhadap budaya Korea dan membagikannya kepada orang Anda cintai.
Dari daftar oleh-oleh khas Hari Raya Chuseok di atas, barang unik manakah yang akan Anda beli pertama?
Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatan.
Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.
Chuseok, atau juga disebut Hangawi, adalah salah satu hari raya terbesar di Korea.
Chuseok, yang berarti malam menjelang datangnya musim gugur ini, dihitung berdasarkan penanggalan kalender lunar dan tahun ini jatuh pada tanggal 21 September.
Pada awalnya, hari raya ini menandakan hari di mana bulan purnama muncul di langit, di mana keluarga besar berkumpul untuk menikmati waktu bersama dan berterima kasih kepada leluhur atas hasil panen yang berlimpah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perayaan Chuseok, upacara peringatan leluhur yang disebut 'Charye' diselenggarakan di depan meja yang diisi penuh makanan, termasuk beras dan buah yang baru dipanen, kemudian hasil panen tersebut dibagikan kepada anggota keluarga yang berkumpul.
Layaknya perayaan Lebaran di Indonesia, perayaan Chuseok menjadi hari spesial di mana keluarga besar berkumpul dan bersilahturahmi.
Tak heran masa-masa menjelang Chuseok tidak lepas dari macet dan arus mudik ke kampung halaman di luar Seoul.
Di zaman modern Korea ini, tradisi-tradisi seperti Charye masih dipegang teguh dan menjadi inti perayaan Chuseok.
Namun karena hasil panen tidak lagi menjadi pusat perayaan hari besar ini di zaman modern, tradisi berbagi hasil panen berubah menjadi kesempatan memberikan bingkisan hadiah kepada keluarga, teman, dan orang yang membutuhkan.
Berbagai macam bingkisan dari 'hanu' (daging sapi Korea), buah-buahan, sampai kebutuhan harian seperti rangkaian set sabun, kosmetik, dan lain sebagainya marak ditawarkan dengan bungkusan cantik dan harga spesial.
Apabila Anda datang berkunjung ke Korea Selatan pada bulan-bulan menjelang Chuseok, Anda dapat turut merasakan maraknya persiapan hari raya yang diwarnai dengan dekorasi tradisional dan banyaknya tampilan baju tradisional hanbok yang dipakai dari idol sampai penjaga toko supermarket.
Banyak juga bingkisan yang dikemas dengan unik, yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga dan rekan di Indonesia.
Bila Anda ingin ikut merasakan Chuseok dan ingin berbagi bingkisan khas hari raya Hangawi ini, berikut lima oleh-oleh unik yang bisa dibawa pulang ke Indonesia:
1. Hangwa Set
Set bingkisan Hangwa yang dibungkus dengan 'bojagi' (kain tradisional pembungkus hadiah) merupakan contoh hadiah Chuseok yang banyak diberikan untuk orang tua atau kerabat yang dihormati atau rekan bisnis penting.
Berbagai macam camilan ringan tradisional banyak digemari orang tua dan juga merupakan salah satu sajian dalam Charye.
Bingkisan Hangwa banyak dikemas dalam kotak cantik yang dan bisa terbilang pilihan oleh-oleh khas Chuseok yang mewah.
Dalam masa-masa liburan Chuseok, berbagai acara hiburan Korea banyak mengangkat permainan tradisional yang dahulu biasa dimainkan saat keluarga berkumpul.
Tak hanya itu saja, banyak pembawa acara yang memakai hanbok, dari yang modelnya tradisional sampai yang lebih modern (daily hanbok).
Hanbok tradisional sangat rumit, sehingga hanya dipakai pada hari-hari spesial seperti dalam acara pernikahan.
Karena itu, banyak desainer muda yang membuat daily hanbok agar bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari, seperti ke kantor atau acara spesial lainnya.
Tak hanya daily hanbok, banyak toko-toko yang menyediakan aksesori dan sepatu tradisional yang di modernisasi sehingga nyaman untuk dipakai sehari-hari.
Permainan 'go stop' atau kartu cangkul di atas selimut berwarna hijau ini sudah menjadi tradisi banyak keluarga saat berkumpul di Chuseok.
Hwatu atau godori memiliki 48 kartu, dengan gambar bunga dan binatang, menggambarkan setiap bulan dalam 1 tahun.
Kartu hwatu bisa dibeli di supermarket terdekat, namun apabila Anda ingin mencari hwatu dengan desain lucu, banyak juga jenis kartu hwatu menggabungkan dekorasi tradisional dengan karakter-karakter lucu dan bisa dicari di toko seperti Artbox.
Ilustrasi hwatu. (Pk0001 via Wikimedia Commons (CC-BY-SA-4.0))
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Foto tahun 2015. Warga dan wisatawan yang mengenakan hanbok (pakaian tradisional Korea) berbaur di alun-alun Gwanghwamun, Seoul, Korea Selatan. (Ed JONES / AFP)
4. Red Ginseng Extract
Disebut sebagai Negara Ginseng, Korea Selatan memang terkenal dengan jenis ginseng merahnya, yang memiliki banyak manfaat baik untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh.
Salah satu manfaat baik dari ginseng merah Korea adalah untuk mencegah flu dan mengurangi keparahan gejala akibat penyakit jantung.
Oleh karena itu, ekstrak ginseng merah banyak dicari sebagai oleh-oleh khas Korea Selatan.
Tak hanya itu, ekstrak berbagai macam buah-buahan juga banyak dicari, karena sebagian orang merasa rasanya lebih mudah dikonsumsi.
Contoh ginseng merah yang diolah tradisional di Korea Selatan. (Yarra64 via Wikimedia (CC-BY-2.0))
Banyak sekali turis turis yang datang ke Korea Selatan untuk mencari kosmetik murah dengan kualitas yang tinggi.
Pada saat masa-masa hari raya seperti Chuseok, bingkisan sabun dan sampo juga banyak ditawarkan sebagai pilihan hadiah. Kemasannya pun dibuat unik.
Hangawi, atau Korean Thanksgiving, adalah kesempatan untuk bersyukur atas rejeki dan keluarga.
Saling memberikan hadiah bingkisan satu sama lain menunjukkan apresiasi dari rasa syukur yang dirasakan.
Memberikan oleh-oleh khas hangawi bisa menunjukkan apresiasi terhadap budaya Korea dan membagikannya kepada orang Anda cintai.
Dari daftar oleh-oleh khas Hari Raya Chuseok di atas, barang unik manakah yang akan Anda beli pertama?
Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatan.
Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.