Faktor Risiko Penyebab Pecahnya Pembuluh Darah Otak

tim, CNN Indonesia | Senin, 27/09/2021 17:59 WIB
Pendarahan otak seperti yang dialami komedian Tukul Arwana bisa disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah. Berikut beberapa penyebab pecahnya pembuluh darah. Pendarahan otak seperti yang dialami komedian Tukul Arwana bisa disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah. Berikut beberapa penyebab pecahnya pembuluh darah. (iStockphoto/Firstsignal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendarahan otak seperti yang dialami komedian Tukul Arwana bisa disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah. Namun sekalipun disebut sebagai pendarahan otak, namun pecahnya pembuluh darah ini bukan hanya di otak.

Pemicu pendarahan di otak bisa berasal dari penyempitan atau pecahnya pembuluh darah di bagian tubuh lainnya seperti jantung, lengan, kaki, atau bagian tubuh lain.

Subrady Leo Soetjipto Soepodo, Dokter Spesialis Bedah Saraf Primaya Hospital Pasar Kemis mengungkapkan bahwa seringkali ada banyak gejala pendarahan otak yang seringkali tak disadari.


Ketika gejala-gejala ini tak disadari, maka ada bagian lain yang harus diperhatikan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya pecahnya pembuluh darah.

Subrady mengatakan pembuluh darah yang pecah ini bisa diamati dari fungsi bagian muka, bicara, gerak, dan menelan yang tak normal.

Hal-hal lain yang patut diwaspadai adalah ketika seseorang sering merasa pusing serta membutuhkan waktu atau tidak bisa langsung bangun dari posisi berbaring.

"Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan tekanan dari posisi datar, duduk, atau tegak," ujarnya.

Selain itu, mengedan ketika buang air besar, batuk berulang, atau batuk dengan menahan napas dapat menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri secara tiba-tiba.

"Valsava manuver atau mengedan dapat menjadi pencetus peningkatan tekanan intra kranial. Peningkatan tekanan intrakranial ini dapat menyebabkan pecah pembuluh darah pada penderita darah tinggi yang menyebabkan perdarahan otak. Valsava manuver atau mengedan juga biasa dilakukan saat batuk, buang air besar, atau menahan napas," ujarnya.

Penyebab pecah pembuluh darah antara lain ada kelainan di pembuluh darah seperti pembuluh darah keras atau aterosklerotik, pembuluh darah melebar atau aneurima, pembuluh darah yang bocor atau fistula.

Hal tersebut dapat terjadi karena adanya faktor risiko penyakit seperti darah tinggi, obesitas, kolesterol, diabetes melitus, asam urat, dan stroke. Penyakit-penyakit tersebut jika tidak dikontrol secara rutin akan berakibat fatal yang berujung pada pendarahan pada otak.

Seseorang yang mengonsumsi obat-obatan psikotropika atau obat-obatan pengencer darah juga dapat memicu peningkatan tekanan darah dan berujung pada pendarahan pada otak. Selain itu, faktor risiko lain seperti umur juga menjadi salah satu pemicu masalah pecahnya pembuluh darah.

"Kondisi tubuh seseorang yang lanjut usia akan mengalami penurunan fungsi tubuh dibandingkan pada usia muda," katanya.

(chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK