HARI KOPI INTERNASIONAL

Melihat Masa Depan Kopi Specialty setelah Diterjang Pandemi

tim, CNN Indonesia | Jumat, 01/10/2021 12:55 WIB
Pandemi Covid-19 mengubah tren kopi specialty. Simak bagaimana nasib kopi specialty di masa depan. Pandemi Covid-19 mengubah tren kopi specialty. Simak bagaimana nasib kopi specialty di masa depan.(Foto: Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebelum pandemi Covid-19 datang, kedai kopi berjamur. Banyak kedai kopi menawarkan kopi specialty atau kopi yang diproses khusus untuk mendapatkan rasa yang terbaik. Umumnya, kopi specialty berasal dari kopi single origin atau biji kopi robusta maupun arabika dari tempat yang sama, misalnya kopi Gayo, kopi Kerinci, kopi Toraja, hingga kopi Bajawa.

Namun, trend kopi speciality yang menawarkan rasa dan kualitas terbaik ini cenderung menurun di masa pandemi Covid-19. Banyak orang kembali memilih kopi standar dan kopi yang sudah dicampur dengan susu dan gula.

Ketua Departemen Speciality & Industri Badan Pengurus Pusat Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi (BPP AEKI), Moelyono Soesilo, menilai pergeseran tren kopi ini wajar terjadi. Pasalnya, pandemi membuat kebutuhan orang akan kafein tetap tinggi, tapi kemampuan membeli kopi specialty semakin menurun.


Lihat Juga :
Hari Kopi Internasional
8 Fakta Tersembunyi Tentang Kopi

"Orang tetap butuh kopi tapi realistis. Kopi standar harga murah," kata Moelyono saat berbincang dengan CNNIndonesia.com melalui telepon, Jumat (1/10).

Menurut Moelyono, kemampuan ekomoni yang menurun saat pandemi membuat orang beralih dari kopi yang mahal menjadi kopi biasa dengan harga murah yang secangkirnya berkisar Rp15-20 ribu.

Moelyono juga memprediksi sulit mengembalikan tren kopi specialty seperti robusta atau arabika tanpa embel-embel kopi kekinian yang telah dicampur berbagai rasa.

"Masih perlu waktu. Belum ada trigger untuk menuju ke sana (penikmat kopi specialty). Kita realistis saja, kondisi pandek, daya beli juga menurun. Akhirnya kopi ya hanya yang back to basic. Jadi, kembali ke fungsi, orang butuh kafein tapi yang murah," tutur Moelyono.

Lihat Juga :

Konsumi Kopi Tetap Tinggi

Meski tren kopi specialty menurun, konsumsi kopi secara umum akan tetap tinggi. Pasalnya, kopi seolah telah menjadi bagian hidup masyarakat modern sebagai teman nongkrong, bekerja, dan aktivitas lainnya.

Dia juga menyebut, tren kedai kopi akan kembali menjamur seiring keadaan yang mulai membaik setelah pandemi. Hanya saja, kedai kopi tak akan sama dengan kedai sebelum pandemi yang kerap menawarkan konsep unik, mewah, dan mahal.

Kedai kopi kata dia, kemungkinan akan lebih natural dengan konsep outdoor yang lebih banyak.

"Kedai tetap muncul. Cuma agak beda. Dia space-nya tidak besar, mode minimalis, dan mengutamakan outdoor. Kafe juga tidak akan mewah banget. Orang akan realistis back to bisnis," kata dia.

(tst/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK