Dari kejauhan jalanan ini terlihat terputus, seakan pengendara terbang menuju langit. Tapi itulah keunikan dari Jalan Atlantic Ocean Road di Norwegia. (iStockphoto/vovashevchuk)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tidak ada yang lebih mendebarkan dari adegan kejar-kejaran antara James Bond dan penjahat di film 'No Time to Die.'
Salah satu adegan kejar-kejaran itu dilakukan di Jalan Atlantic Ocean Road (Atlantic Road) yang berlokasi di Norwegia.
Sepanjang 8,3 kilometer, jalanan zig-zag yang diapit Lautan Norwegia itu menyambungkan area Hustadvika dan Averøy di kawasan Møre og Romsdal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pulau-pulau kecil - yang kebanyakan tak berpenghuni - disambungkan dengan jembatan hingga membentuk jalanan epik ini.
Ada delapan jembatan di sepanjang jalanan yang bernama asli Atlanterhavsveien ini. Dan syuting film James Bond 'No Time to Die' dilakukan di Jembatan Storseisundet.
Jalan Atlantic Ocean Road awalnya hendak digunakan sebagai jalur kereta api, namun proyeknya mangkrak. Baru pada tahun 1970-an, proyek sebagai jalan raya dilanjutkan.
Selama pembangunan, jalanan yang membelah lautan ini diteror 12 kali badai angin, hingga akhirnya resmi dibuka pada 7 Juli 1989.
Pada tahun 2009, terowongan di dasar laut, Atlantic Ocean Tunnel, juga dibuka dan menembus ke jalanan ini.
Hingga saat ini, Jalan Atlantic Ocean Road disebut sebagai "Konstruksi Terpenting di Norwegia Abad Ini".
Jalan Atlantic Ocean Road dimasukkan pemerintah Norwegia ke dalam daftar 'National Tourist Route', sehingga wisatawan - terutama yang hobi berkendara - wajib melintasi jalanan ini.
Perusahaan mobil dan motor dunia biasanya melakukan uji coba kendaraannya di sini.
Sepanjang perjalanan di Jalan Atlantic Ocean Road, wisatawan bakal disuguhi pemandangan alam khas Norwegia yang indah. Hutan, pulau kecil, hingga pedesaan mungil seperti Kårvåg dan Vevang.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Jembatan Storseisundet memang layak jadi bintang di Jalan Atlantic Ocean Road, karena merupakan yang terpanjang di antara tujuh jembatan lainnya.
Jembatan ini memiliki panjang 260 meter dengan ketinggian 23 meter di atas tanah.
Dari kejauhan, Jembatan Storseisundet nampak terputus. Tapi itu hanyalah ilusi visual belaka, karena sebenarnya jalur yang terputus merupakan turunan/tanjakan yang berkelok.
Spot ilusi visual di jembatan itu seringkali membuat jembatan dan langit terlihat seakan tidak berjarak, sehingga saat kendaraan melaju, mereka seakan menembus cakrawala.
Selain spot ilusi visual, jembatan lain di Jalan Atlantic Ocean Road juga memiliki kekhasannya tersendiri. Bahkan pemerintah Norwegia menyediakan spot memancing di area Myrbærholmbrua, Kjeksa dan Geitøya.
Tersedia juga teras untuk menikmati pemandangan alam Norwegia dari tepi jalan, tepatnya di area Eldhusøya dan Askevågen.
Kalau ingin trekking singkat, bisa menyambangi rest area terbesar di sini, Eldhusøya. Area ini - beserta kafe kecilnya - biasanya ramai turis saat musim panas.
Tak ketinggalan ada sudut "nyeni" di tepi jalanan ini, tepatnya di area Hågå yang memajang karya seniman Jan Freuchen.
Road trip keliling Norwegia sudah pasti kurang lengkap tanpa menyambangi Jalan Atlantic Ocean Road. Yang perlu diingat, lengkapi dokumen SIM Internasional dan kuasai kendaraan yang dibawa, karena bisa jadi angin kencang ikut menyertai saat mobil atau motor dibawa melaju.
Ada delapan jembatan di sepanjang jalanan yang bernama asli Atlanterhavsveien ini. Dan syuting film James Bond 'No Time to Die' dilakukan di Jembatan Storseisundet.
Jalan Atlantic Ocean Road awalnya hendak digunakan sebagai jalur kereta api, namun proyeknya mangkrak. Baru pada tahun 1970-an, proyek sebagai jalan raya dilanjutkan.
Selama pembangunan, jalanan yang membelah lautan ini diteror 12 kali badai angin, hingga akhirnya resmi dibuka pada 7 Juli 1989.
Pada tahun 2009, terowongan di dasar laut, Atlantic Ocean Tunnel, juga dibuka dan menembus ke jalanan ini.
Hingga saat ini, Jalan Atlantic Ocean Road disebut sebagai "Konstruksi Terpenting di Norwegia Abad Ini".
Jalan Atlantic Ocean Road dimasukkan pemerintah Norwegia ke dalam daftar 'National Tourist Route', sehingga wisatawan - terutama yang hobi berkendara - wajib melintasi jalanan ini.
Perusahaan mobil dan motor dunia biasanya melakukan uji coba kendaraannya di sini.
Sepanjang perjalanan di Jalan Atlantic Ocean Road, wisatawan bakal disuguhi pemandangan alam khas Norwegia yang indah. Hutan, pulau kecil, hingga pedesaan mungil seperti Kårvåg dan Vevang.
Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...
Ngebut ala James Bond di Jalanan Zig-zag Norwegia
Dari kejauhan jalanan ini terlihat terputus, seakan pengendara terbang menuju langit. Tapi itulah keunikan dari Jalan Atlantic Ocean Road di Norwegia. (iStockphoto/vovashevchuk)
Jembatan Storseisundet memang layak jadi bintang di Jalan Atlantic Ocean Road, karena merupakan yang terpanjang di antara tujuh jembatan lainnya.
Jembatan ini memiliki panjang 260 meter dengan ketinggian 23 meter di atas tanah.
Dari kejauhan, Jembatan Storseisundet nampak terputus. Tapi itu hanyalah ilusi visual belaka, karena sebenarnya jalur yang terputus merupakan turunan/tanjakan yang berkelok.
Spot ilusi visual di jembatan itu seringkali membuat jembatan dan langit terlihat seakan tidak berjarak, sehingga saat kendaraan melaju, mereka seakan menembus cakrawala.
Selain spot ilusi visual, jembatan lain di Jalan Atlantic Ocean Road juga memiliki kekhasannya tersendiri. Bahkan pemerintah Norwegia menyediakan spot memancing di area Myrbærholmbrua, Kjeksa dan Geitøya.
Tersedia juga teras untuk menikmati pemandangan alam Norwegia dari tepi jalan, tepatnya di area Eldhusøya dan Askevågen.
Kalau ingin trekking singkat, bisa menyambangi rest area terbesar di sini, Eldhusøya. Area ini - beserta kafe kecilnya - biasanya ramai turis saat musim panas.
Tak ketinggalan ada sudut "nyeni" di tepi jalanan ini, tepatnya di area Hågå yang memajang karya seniman Jan Freuchen.
Road trip keliling Norwegia sudah pasti kurang lengkap tanpa menyambangi Jalan Atlantic Ocean Road. Yang perlu diingat, lengkapi dokumen SIM Internasional dan kuasai kendaraan yang dibawa, karena bisa jadi angin kencang ikut menyertai saat mobil atau motor dibawa melaju.