Jadi Komoditas Andal, Sandiaga Ingin Kopi Aceh Mendunia

Kemenparekraf | CNN Indonesia
Rabu, 20 Oct 2021 17:08 WIB
Dengan cita rasa kopi tinggi, ditambah teknik pengolahan yang baik, Sandiaga Uno yakin kopi Aceh dapat menembus pasar dunia. Dengan cita rasa kopi tinggi, ditambah teknik pengolahan yang baik, Sandiaga Uno yakin kopi Aceh dapat menembus pasar dunia. (Foto: Arsip Kemenparekraf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengunjungi kedai kopi Solong Coffee Ulee Kareng di Banda Aceh pada Rabu (20/10).

Memilih menu kopi susu sanger, Sandiaga mengaku menikmati sambutan hangat yang mengisi setiap sudut kedai. Usai menyeruput pesanannya, Sandiaga berkeliling dapur produksi Solong Coffee bersama sang pemilik, Muhammad Saman.

Sandiaga menyebut harap agar kopi dapat menjadi komoditas andal Aceh. Dengan cita rasa kopi tinggi, ditambah teknik pengolahan yang baik, dia yakin kopi Aceh tak hanya menjadi juara di dalam negeri, tetapi juga menembus pasar dunia.


Indonesia pun diyakininya mampu menjadi episentrum kopi dunia yang membuka peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat.

"Kebangkitan Indonesia sebagai episentrum kopi dunia itu harus dimulai dari Aceh untuk dapat menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja, serta memulihkan ekonomi bangsa," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga melihat beragam produk kopi siap konsumsi yang sudah dikemas dengan kemasan modern, juga proses penyangraian (roasting) kopi yang kini sudah menggunakan mesin modern.

"Roastingnya ini sudah menggunakan mesin modern, jadi bisa dilihat warnanya jika sudah matang atau belum, yang sedang di roasting ini adalah kopi peaberry-biji tunggal," katanya sambil menunjukkan kondisi biji kopi setengah matang.

Saman menjelaskan, seluruh kopi yang dia sajikan selalu segar. Sesaat setelah kopi selesai disangrai, kopi dengan kematangan tertentu itu segera digiling dengan menggunakan mesin khusus.

Biji-biji kopi yang semula berwarna coklat kehitaman itu berubah bentuk menjadi serbuk halus. Kopi siap konsumsi itu lalu ditakar, dan dikemas dengan menggunakan kemasan berbahan aluminium. Sedangkan kopi hasil gilingan lainnya diseduh langsung menggunakan teknik khusus yang mirip pembuatan teh tarik, yakni disaring memakai kain tile.

Sandiaga pun kemudian menjajal sendiri teknik yang diperagakan oleh pegawai Solong Coffee. Meski kaku ketika mengangkat saringan diiringi gelas berbahan stainless berukuran besar, Sandiaga sukses menuangkan secangkir kopi arabika racikannya sendiri.

"Hmmm nikmat," ujarnya sambil tersenyum.

"Saya sudah beberapa kali ke sini dan aroma kopinya terasa, sangat autentik. Tadi saya sudah mencoba robusta dan arabicanya," kata Sandiaga.

(rea/rea)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER