Jakarta, CNN Indonesia -- Makanan yang mengandung serat dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan. Caranya, dengan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama dan terhindar dari makan berlebih.
Serat merupakan nutrisi penting yang kerap diabaikan. Ada dua jenis serat, yakni serat larut dan tidak larut.
Serat larut merupakan jenis serat yang dapat memengaruhi metabolisme dan berat badan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asupan Serat Harian yang Direkomendasikan
Jumlah optimal asupan serat harian bervariasi pada masing-masing orang, tergantung pada usia dan jenis kelamin. Namun, umumnya ahli kesehatan merekomendasikan berikut, mengutip Medical News Today.
- 34 gram serat per hari pada pria dewasa
- 28 gram serat per hari pada perempuan dewasa
Perlu diketahui, terlalu banyak serat dapat menyebabkan perut kembung dan sembelit. Efek ini bisa timbul saat Anda mengonsumsi lebih dari 70 gram serat per hari.
Daftar Makanan yang Mengandung Serat
 Alpukat merupakan salah satu makanan yang mengandung serat. (iStockphoto/MarsBars) |
Berikut daftar makanan yang mengandung serat larut, mengutip Healthline.
1. Kacang hitam
Kacang hitam merupakan sumber serat yang luar biasa. Dalam 172 gram kacang hitam terkandung 15 gram serat.
Kacang hitam mengandung pektin, bentuk serat larut yang dapat menunda pengosongan perut dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
2. Kubis Brussel
Tak hanya kaya akan vitamin dan mineral, kubis Brussel juga merupakan sumber serat yang bagus. Dalam 156 gram kubis terkandung 4 gram serat.
Serat larut pada kubis Brussel akan menjadi makanan bakteri usus yang bermanfaat.
3. Alpukat
Alpukat merupakan salah satu buah yang mengandung serat tinggi. Selain itu, buah satu ini juga kaya akan lemak tak jenuh, potasium, dan vitamin E.
Satu buah alpukat umumnya mengandung 13,5 gram serat larut dan tidak larut.
4. Ubi jalar
Ubi jalar kaya akan potasium, beta karoten, vitamin B, dan serat. Satu ubi jalar berukuran sedang mengandung sekitar 4 gram serat, dan setengahnya merupakan serat larut.
5. Brokoli
Brokoli merupakan sayuran silangan yang mengandung serat. Ada sekitar 2,6 gram serat dalam setiap 100 gram brokoli, sebagian besarnya merupakan serat larut.
Tingginya jumlah serat larut dalam brokoli dapat membantu menjaga kesehatan usus.
Simak daftar makanan yang mengandung serat lainnya di halaman berikutnya...
10 Makanan yang Mengandung Serat, Bantu Turunkan Berat Badan
Ilustrasi. Pir merupakan salah satu makanan yang mengandung serat tinggi. (Istockphoto/Pineapple Studio)
6. Lobak
Potasium, kalsium, vitamin C, dan vitamin K merupakan nutrisi berlimpah yang ditemukan dalam lobak.
Tapi, tak hanya itu, lobak juga jadi pilihan tepat bagi Anda yang membutuhkan asupan serat. Dalam 82 gram lobak umumnya terkandung 1,7 gram serat larut.
7. Pir
Tak cuma sebagai sumber vitamin C, potasium, dan senyawa antioksidan, pir juga menjadi sumber serat yang baik.
Dalam satu buah pir berukuran sedang terkandung sekitar 5,5 gram serat. Serat larut menyumbang 29 persen dari total kandungan serat pir.
Namun, hati-hati bagi Anda yang mengidap sindrom iritasi usus besar, buah pir memiliki efek pencahar karena kandungan fruktosa dan sorbitolnya yang tinggi.
8. Kacang merah
 Ilustrasi. Kacang merah merupakan salah satu makanan yang mengandung serat. (iStockphoto/piyaset) |
Kacang merah merupakan salah satu sumber serat yang juga mengandung banyak nutrisi lainnya seperti karbohidrat kompleks dan protein. Kacang merah juga hampir bebas lemak dan mengandung kalsium serta zat besi.
Namun, beberapa orang kesulitan untuk mencerna kacang merah. Mulai-lah meningkatkan asupan kacang merah secara perlahan untuk menghindari kembung.
9. Wortel
Wortel merupakan salah satu sayuran yang paling populer. Wortel sangat mudah diolah menjadi apa saja.
Selain itu, wortel juga kaya akan serat. Ada sekitar 4,6 gram serat dari 128 gram wortel mentah. Sebanyak 2,4 gram di antaranya merupakan serat larut.
Tak cuma itu, wortel juga dikemas dengan beta karoten yang dapat diubah menjadi vitamin A dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata.
10. Apel
Konsumsi buah apel dikaitkan dengan rendahnya risiko penyakit kronis.
Apel mengandung berbagai vitamin dan mineral serta menjadi sumber serat pektin yang baik. Pektin pada apel memiliki banyak manfaat seperti menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan fungsi usus.
Konsumsi makanan yang mengandung serat di atas agar tubuh tetap sehat dan berat badan terkontrol.