Studi: Tekanan Darah Meningkat Selama Pandemi Covid-19

tim | CNN Indonesia
Kamis, 09 Dec 2021 17:10 WIB
Studi menunjukkan tekanan darah orang dewasa meningkat selama pandemi Covid-19. Tekanan darah mengalami kenaikan terutama pada perempuan. Studi menunjukkan tekanan darah orang dewasa meningkat selama pandemi Covid-19. Tekanan darah mengalami kenaikan terutama pada perempuan.(Foto: iStockphoto/MIND_AND_I)
Jakarta, CNN Indonesia --

Studi terbaru menunjukkan tekanan darah orang dewasa meningkat selama pandemi Covid-19. Tekanan darah mengalami kenaikan terutama pada perempuan.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Circulation ini didapat setelah peneliti menganalisis data dari 464 ribu pekerja di Amerika Serikat yang mengikuti program Quest Diagnostics. Peneliti menganalisis data tekanan darah pada 2018, 2019, dan 2020.

Peneliti menemukan tekanan darah naik signifikan di masa pandemi pada April hingga Desember 2020 dibandingkan pada tahun 2019. Peningkatan tekanan darah rata-rata berkisar 1,1-2,5 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan 0,14-0,53 mmHg untuk tekanan darah diastolik.


Peningkatan tekanan ddarah sistolik dan diastolik terlihat pada laki-laki dan perempuan untuk semua kelompok umur. Peningkatan yang lebih besar terjadi pada wanita.

"Kami melihat tekanan darah yang lebih nyata pada wanita. Sekarang, kami tidak tahu alasan pasti untuk itu. Namun, kami tahu dan ada data yang menunjukkan bahwa pandemi cenderung menempatkan beban yang lebih besar pada wanita, terutama wanita yang bekerja," kata Luke Laffin dari Cleveland Clinic, dikutip dari CNN.

Selain beban yang besar, Laffin menyebut tekanan darah juga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

"Kontrol tekanan darah cukup multifaktorial. Mungkin ada hubungannya dengan apa yang kita makan, antara lain, terlalu banyak natrium atau minum lebih banyak alkohol - itu telah didokumentasikan dengan baik selama pandemi," kata Laffin.

Selain itu, tekanan darah juga dipengaruhi oleh pola tidur dan konsumsi obat-obatan.

Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko sejumlah penyakit seperti penyakit jantung dan stroke. Peneliti menyebut bahwa peningkatan 2 mmHg pada tekanan darah sistolik dikaitkan dengan peningkatan yang signifikan dalam kematian akibat stroke dan penyakit jantung di antara orang dewasa paruh baya.

"Bisa menandakan peningkatan yang akan datang dalam insiden kematian penyakit kardiovaskular," tulis peneliti.

Peneliti menyarankan agar setiap orang tetap menjaga tekanan darah selama pandemi Covid-19. Menjaga tekanan darah dapat dilakukan dengan menurunkan berat badan, olahraga teratur, diet sehat, mengurangi natrium, membatasi alkohol, berhenti merokok, mengurangi kafein, dan mengelola stres.

(ptj/ptj)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER