PARIS COUTURE WEEK

Viktor Rolf, Drakula, dan Permainan Distorsi Bahu

Fandi Stuerz | CNN Indonesia
Kamis, 27 Jan 2022 18:48 WIB
Di tahun 1993, Viktor Horsting dan Rolf Snoeren, desainer avant-garde asal Belanda memulai perjalanan mereka mengeksplorasi anatomi manusia melalui couture. Di tahun 1993, Viktor Horsting dan Rolf Snoeren, desainer avant-garde asal Belanda memulai perjalanan mereka mengeksplorasi anatomi manusia melalui couture. (Arsip Viktor&Rolf)
Paris, CNN Indonesia --

Di tahun 1993, Viktor Horsting dan Rolf Snoeren, desainer avant-garde asal Belanda memulai perjalanan mereka mengeksplorasi anatomi manusia melalui karya couture.

Kala itu, mereka menciptakan look dengan bahu yang ditinggikan, exagerated, dan memberi efek ketakutan dan kekhawatiran sang pemakai.

Koleksi ini sangat eksperimental dan mengejutkan hingga memenangkan penghargaan di Hyères Festival International des Arts de la Mode.


Kini, mereka membangkitkan kembali ide yang menjadi awal mula couture house mereka nyaris tiga dekade lalu, dengan menampilkan koleksi dengan siluet-siluet yang mengingatkan pada  Dracula versi Hollywood. 

Distorsi bahu dibuat lebih tinggi, dicapai dengan teknik yang mirip crinoline yang disangga dengan shoulder pads untuk menjaga agar 'bahu buatan' tetap kokoh saat sang model berjalan.

Bagi Viktor&Rolf, anatomi bukanlah batasan bagi pakaian.

"Seolah-olah tubuh manusia diregangkan dengan maksimal, mengagungkan bagian kepala dan wajah sekaligus melindungi leher," terangnya melalui show note yang diterima CNNIndonesia.com.

Viktor RolfFoto: Arsip Viktor&Rolf
Viktor Rolf

Tuxedo Dracula dengan jubah adalah salah satu pakaian paling ikonik di Hollywood. Mengambil tampilan ini sebagai titik awal, sebagian besar pakaian yang mencolok dan monokromatik dengan nuansa 'gothic'.

Beberapa setelan tailored memperlihatkan bagaimana kepala terlihat 'tenggelam'. Menjadi berbeda ketika garis bahu yang ditinggikan ini diaplikasikan ke gaun.

Efeknya yang nyaris regal memperlihatkan bagaimana sebuah modifikasi terhadap satu saja bagian tubuh melalui medium yang sama bisa memberi kesan yang berbeda.

Warna-warna kalem memainkan kontras gelap dan terang, dengan beberapa warna pastel halus, putih kapur dan sesekali merah cerise.

Satu-satunya dekorasi dapat ditemukan pada trio gaun malam panjang lantai dalam warna hitam dan putih, merah muda pucat dan hitam.

Masing-masing disulam dengan tangan dalam bentuk bunga layu yang hening, dieksekusi dalam potongan-potongan kain halus, manik-manik, dan payet.

Dan untuk ketiga kalinya, sepatu vegan kolaborasi Melissa dan Viktor&Rolf menjadi pelengkap.

Viktor RolfFoto: Arsip Viktor&Rolf
Viktor Rolf
(chs/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER