Viktor&Rolf dan Fesyen Daur Ulang yang Ramah Lingkungan

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Minggu, 28/01/2018 19:00 WIB
Viktor&Rolf dan Fesyen Daur Ulang yang Ramah Lingkungan Foto: Fandi Stuerz for CNN Indonesia
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri fesyen menghasilkan polusi dan sampah industri melebihi industri penerbangan, terlebih setelah munculnya label-label pakaian cepat jadi.

Label pakaian cepat jadi ini menghasilkan pakaian berkualitas buruk. Sehingga, menghasilkan lebih banyak sampah pakaian bekas.

Fakta bahwa pakaian-pakaian itu diproduksi secara massal juga memunculkan pertanyaan tentang polusi kimia dan permasalahan sosial seperti mempekerjakan anak di bawah umur.


Solusinya? Pakaian yang lebih sustainable, dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Selain itu, pakaian ini juga memiliki kualitas yang baik sehingga dapat dipakai lebih lama atau dengan daur ulang.

Bayangkan jika lini haute couture juga mengaplikasikan metode ini. Inilah yang terjadi ketika Viktor&Rolf menciptakan Recycle Collection di tahun 2016.

Viktor&Rolf telah bereksperimen dengan konsep sustainability (berkelanjutan) sejak lama. Untuk koleksi musim dingin 2016 itu, mereka membuat koleksi haute couture sepenuhnya dari sisa material dari musim-musim sebelumnya.

Namun, mereka ternyata tidak berhenti disitu. Terakhir, mereka bekerja sama dengan Zalando. Kedua desainer ini lantas secara eksklusif menjual koleksi berkelanjutan yang dibuat dari sisa koleksi Zalando.

Untuk koleksi Haute Couture mereka yang baru, duo Viktor Horsting dan Rolf Snoeren asal Belanda ini telah menemukan sesuatu yang berbeda. Mereka membuat koleksi secara eksklusif dengan satu macam kain saja.

Viktor&Rolf dan Fesyen Daur Ulang yang Ramah LingkunganFoto: Fandi Stuerz for CNN Indonesia


Mereka ingin membuktikan bahwa Anda dapat berkreasi dengan hanya sedikit material. Dengan demikian akan menghemat sumber daya untuk membuat pakaian dan dan mengurangi sampah sisa.

Jenis kain yang mereka gunakan adalah Satin Duchesse, yakni satin dengan tekstur kokoh. Salah satu kain yang yang paling sering digunakan untuk haute couture.

Ketika merancang, mereka bermain dengan kontras warna. Kain perca sengaja dibuat dengan tangan dan ditenun untuk menciptakan efek grafis. Sementara bordir dan aksesori bunga besar memberi kesan artistik, yang juga merupakan salah satu ciri khas mereka.

“Keterbatasan (bisa) menstimulasi kreativitas”, ujar mereka dalam show note.

Sebuah risiko memang, menciptakan koleksi couture dengan satu pilihan kain saja, dan bisa berakibat sangat fatal jika tidak dieksekusi dengan baik.

Namun Viktor&Rolf membuktikan lain. Potongan dengan presisi yang sangat baik, pilihan kombinasi warna yang menarik dan tidak biasa, serta jahitan tangan dengan teknik mumpuni.

Selain itu, mereka memperkenalkan untuk pertama kalinya Viktor&Rolf Haute Joillerie. Ini adalah lini perhiasan sangat eksklusif yang hanya tersedia berdasarkan pesanan. 

Haute cuture merupakan tempat dimana para desainer bereksperimen dengan ide-ide yang tidak biasa, dan semoga saja lebih banyak desainer yang menemukan cara untuk mengurangi sampah dan polusi yang dihasilkan dari produksi pakaian.

Viktor&Rolf dan Fesyen Daur Ulang yang Ramah LingkunganFoto: Fandi Stuerz for CNN Indonesia
(eks/eks)