Mengenal Floaters, 'Benang Mengambang' di Bola Mata
CNN Indonesia
Jumat, 25 Mar 2022 10:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ketika berkedip, tak jarang mata Anda menangkap serabut hitam seperti benang yang melayang-layang. Ini disebut floaters, berbahayakah? ( istockphoto/Urilux)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ketika berkedip, tak jarang mata Anda menangkap serabut hitam seperti benang yang melayang-layang. Hal ini nyata terlihat ketika sedang melihat objek tertentu, terutama objek yang cerah seperti tembok berwarna putih, langit biru bersih dan berbagai objek cerah lainnya.
Hal ini dikenal dengan istilah floaters. Lalu, apa itu floaters dan apakah ini berbahaya buat mata?
Dokter spesialis mata di Rumah Sakit Mayapada Tangerang, Novia Rahayu mengatakan, sesuai namanya floaters merupakan bayangan berbentuk bintik atau garis yang tampak mengambang atau melayang-layang pada penglihatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata floaters diambil dari kata float yang artinya mengambang.
"Jadi saat mengalami ini kita merasa ada yang mengambang-ngambang di dalam mata dan membuat kita melihat titik-titik berwarna," kata Novia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (14/3).
Bentuk floaters ini bermacam-macam, ada yang seperti bercak atau noda gelap, berbentuk seperti rambut, sarang laba-laba, hingga hanya titik dengan warna beragam.
Floater juga umumnya terus muncul, meskipun Anda berusaha berpaling ke area lain.
"Karena masalah bukan pada objek yang dilihat tapi pada floaters yang memang ada di dalam mata. Sebab dia mengambang di dalam mata," katanya.
Kenapa floaters bisa terjadi? Bagian terbesar yang ada di dalam bola mata diisi oleh sejumlah materi yang berbentuk mirip gel bening. Maka dari itu, mata menjadi bervolume dan berbentuk bulat serta tidak mudah mengempis.
"Gel ini bernama vitreus, sifatnya bening sehingga kita bisa punya penglihatan dengan jernih," kata Novia.
Serat pada vitreus ini bisa berubah, misal mencair atau bahkan menggumpal di beberapa titik. Saat ini terjadi, kejernihan penglihatan pun akan terganggu.
Masalah ini umumnya dialami oleh mereka yang sudah berusia lanjut dan menggunakan kacamata dengan minus tinggi. Biasanya floaters akan muncul seiring dengan perubahan yang terjadi pada vitreus.
Meski begitu, masalah floaters juga tidak hanya karena kacamata minus tinggi dan faktor usia. Meskipun jarang, floaters bisa disebabkan karena partikel sel yang radang atau sel-sel darah yang muncul di mata akibat komplikasi suatu penyakit.
"Contohnya saat ada kasus trauma mata, diabetes melitus hingga ablatio retina," kata dia.
Apakah floaters berbahaya?
Meskipun cukup mengganggu, umumnya floaters tidak berbahaya. Bahkan gangguan ini bisa hilang sendiri tanpa penyembuhan apapun.
Tapi memang kata Novia ada juga floaters yang tidak hilang dan hanya berkurang meskipun telah dilakukan pengobatan.
"Pada kasus floaters yang ringan dan tidak ada penyakit penyerta, umumnya tidak perlu khawatir," kata dia.
Mencegah terkena floaters
Tidak ada hal khusus yang bisa dilakukan agar floaters tidak muncul di mata Anda. Kata Novia Anda cukup menjaga kesehatan mata dan tubuh secara umum.
Selain itu Anda juga bisa melakukan beberapa hal berikut
- Tidak menatap layar berlebihan - Tidur cukup - Hindari diabetes dan hipertensi dengan rutin olahraga dan konsumsi makanan sehat.
Pengobatan floaters
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, floaters memang bisa sembuh tanpa pengobatan. Novia menyebut dokter biasanya tidak akan menganjurkan atau memberi resep obat tertentu kepada pasien dengan keluhan floaters.
"Pasien biasanya akan beradaptasi dengan floatersnya," kata dia.
Hanya saja, pada kasus floaters yang disebabkan oleh radang mata, diabetes melitus, ablatio retina, atau penyakit lain tindakan medis perlu dilakukan yakni pengobatan yang disesuaikan dengan penyebab munculnya floaters.
Berikut pengobatan yang bisa diberikan pada penderita floaters sesuai dengan penyebab kemunculannya.
1. Mengganti vitreus dengan cairan medis Operasi ini termasuk operasi mata besar, sehingga risiko dan manfaatnya perlu dipertimbangkan. Vitreus akan diangkat lalu diganti dengan cairan medis.
2. Laser area vitreus yang mengalami floaters Hal ini bisa dilakukan jika floaters sangat besar. Laser dilakukan dengan tujuan memecah floaters menjadi kecil dan lebih bisa diabaikan, tetapi tidak hilang total.
Jakarta, CNN Indonesia --
Ketika berkedip, tak jarang mata Anda menangkap serabut hitam seperti benang yang melayang-layang. Hal ini nyata terlihat ketika sedang melihat objek tertentu, terutama objek yang cerah seperti tembok berwarna putih, langit biru bersih dan berbagai objek cerah lainnya.
Hal ini dikenal dengan istilah floaters. Lalu, apa itu floaters dan apakah ini berbahaya buat mata?
Dokter spesialis mata di Rumah Sakit Mayapada Tangerang, Novia Rahayu mengatakan, sesuai namanya floaters merupakan bayangan berbentuk bintik atau garis yang tampak mengambang atau melayang-layang pada penglihatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata floaters diambil dari kata float yang artinya mengambang.
"Jadi saat mengalami ini kita merasa ada yang mengambang-ngambang di dalam mata dan membuat kita melihat titik-titik berwarna," kata Novia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (14/3).
Bentuk floaters ini bermacam-macam, ada yang seperti bercak atau noda gelap, berbentuk seperti rambut, sarang laba-laba, hingga hanya titik dengan warna beragam.
Floater juga umumnya terus muncul, meskipun Anda berusaha berpaling ke area lain.
"Karena masalah bukan pada objek yang dilihat tapi pada floaters yang memang ada di dalam mata. Sebab dia mengambang di dalam mata," katanya.
Kenapa floaters bisa terjadi? Bagian terbesar yang ada di dalam bola mata diisi oleh sejumlah materi yang berbentuk mirip gel bening. Maka dari itu, mata menjadi bervolume dan berbentuk bulat serta tidak mudah mengempis.
"Gel ini bernama vitreus, sifatnya bening sehingga kita bisa punya penglihatan dengan jernih," kata Novia.
Serat pada vitreus ini bisa berubah, misal mencair atau bahkan menggumpal di beberapa titik. Saat ini terjadi, kejernihan penglihatan pun akan terganggu.
Masalah ini umumnya dialami oleh mereka yang sudah berusia lanjut dan menggunakan kacamata dengan minus tinggi. Biasanya floaters akan muncul seiring dengan perubahan yang terjadi pada vitreus.
Meski begitu, masalah floaters juga tidak hanya karena kacamata minus tinggi dan faktor usia. Meskipun jarang, floaters bisa disebabkan karena partikel sel yang radang atau sel-sel darah yang muncul di mata akibat komplikasi suatu penyakit.
"Contohnya saat ada kasus trauma mata, diabetes melitus hingga ablatio retina," kata dia.
Apakah floaters berbahaya?
Ilustrasi. Ketika berkedip, tak jarang mata Anda menangkap serabut hitam seperti benang yang melayang-layang. (iStockphoto/gorodenkoff)
Apakah floaters berbahaya?
Meskipun cukup mengganggu, umumnya floaters tidak berbahaya. Bahkan gangguan ini bisa hilang sendiri tanpa penyembuhan apapun.
Tapi memang kata Novia ada juga floaters yang tidak hilang dan hanya berkurang meskipun telah dilakukan pengobatan.
"Pada kasus floaters yang ringan dan tidak ada penyakit penyerta, umumnya tidak perlu khawatir," kata dia.
Mencegah terkena floaters
Tidak ada hal khusus yang bisa dilakukan agar floaters tidak muncul di mata Anda. Kata Novia Anda cukup menjaga kesehatan mata dan tubuh secara umum.
Selain itu Anda juga bisa melakukan beberapa hal berikut
- Tidak menatap layar berlebihan - Tidur cukup - Hindari diabetes dan hipertensi dengan rutin olahraga dan konsumsi makanan sehat.
Pengobatan floaters
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, floaters memang bisa sembuh tanpa pengobatan. Novia menyebut dokter biasanya tidak akan menganjurkan atau memberi resep obat tertentu kepada pasien dengan keluhan floaters.
"Pasien biasanya akan beradaptasi dengan floatersnya," kata dia.
Hanya saja, pada kasus floaters yang disebabkan oleh radang mata, diabetes melitus, ablatio retina, atau penyakit lain tindakan medis perlu dilakukan yakni pengobatan yang disesuaikan dengan penyebab munculnya floaters.
Berikut pengobatan yang bisa diberikan pada penderita floaters sesuai dengan penyebab kemunculannya.
1. Mengganti vitreus dengan cairan medis Operasi ini termasuk operasi mata besar, sehingga risiko dan manfaatnya perlu dipertimbangkan. Vitreus akan diangkat lalu diganti dengan cairan medis.
2. Laser area vitreus yang mengalami floaters Hal ini bisa dilakukan jika floaters sangat besar. Laser dilakukan dengan tujuan memecah floaters menjadi kecil dan lebih bisa diabaikan, tetapi tidak hilang total.