Ilustrasi. Jenis makanan yang dikonsumsi saat Ramadan, utamanya menu sahur untuk penderita diabetes mesti dipertimbangkan. (iStockphoto/Ika Rahma)
CNN Indonesia --
Puasa di bulan Ramadan memiliki nilai spiritual dan kesehatan. Namun, penderita diabetes tidak dapat melakukannya dengan sembarangan.
Pengidap diabetes harus menjaga kadar gula darah tetap di batas normal, tidak terlalu rendah atau tinggi. Jenis makanan yang dikonsumsi saat Ramadan, utamanya menu sahur untuk penderita diabetes mesti dipertimbangkan.
Pola makan yang sembarangan menjadi salah satu faktor penentu kadar gula darah naik. Makanan dengan gula tinggi sebaiknya dihindari saat sahur maupun buka puasa oleh diabetesi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika gula darah rendah, diabetesi akan mengalami kedinginan, kesemutan, mati rasa di bagian mulut, penglihatan kabur, kebingungan, hingga sakit kepala.
Sebaliknya, jika gula darah tinggi dapat mengganggu kinerja jantung dan gagal ginjal.
Karena itu, jika Anda mengalami diabetes, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan menu sahur yang sehat agar dapat melakukan puasa dengan optimal.
Menu Sahur untuk Penderita Diabetes
Ilustrasi. Menu sahur untuk penderita diabetes (iStockphoto/aphisit sawunkhun)
Tubuh memang membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi. Namun, tidak semua jenis karbohidrat dan kandungan lain dalam makanan dapat dikonsumsi diabetesi.
Sebab, penderita diabetes kesulitan untuk mengubah glukosa dari karbohidrat sederhana jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar atau dengan indeks glikemik yang tinggi. Hal ini disebabkan karena hormon insulin pada penderita diabetes sebagian telah resisten.
Berikut daftar resep sahur untuk penderita diabetes, dilansir dari Webmd:
1. Nasi merah
Nasi merah tinggi akan serat daripada nasi putih. Kandungan ini dapat mengurangi kadar gula darah secara signifikan.
Nasi merah pun memiliki nutrisi yang lebih baik dan Indeks Glikemik (IG) yang lebih rendah daripada nasi putih. IG adalah ukuran cepat atau lambatnya makanan untuk meningkatkan gula darah dalam tubuh. IG dari nasi merah hanya 50 sedangkan nasi putih mencapai 89.
Anda bisa mengombinasikan nasi merah dengan lauk seperti pepes ikan, tahu, atau ayam; dan sayur bayam.
Penderita diabetes harus menghindari karbohidrat olahan seperti nasi putih, mi, dan sereal karena cepat menaikkan kadar gula darah.
Sejumlah sayuran mengandung karbohidrat tinggi dan indeks glikemik yang rendah. Hindari mengonsumsi sayuran kaleng dengan banyak tambahan natrium atau yang dijadikan acar.
Selain itu, jangan konsumsi buah dengan indeks glikemik tinggi seperti kentang, jagung, kacang polong, dan labu madu.
Sebaliknya, jenis sayuran yang dapat dikonsumsi di antaranya seperti sayur kangkung, bayam, brokoli, sawi, kubis, pakcoy, tomat, ketimun, selada, lobak, oyong. Anda dapat mengolah sayuran tersebut menjadi menu sayur bening, campuran sop, atau tumisan.
3. Buah-buahan
Karbohidrat dari buah-buahan umumnya lebih besar dari sayuran. Selain itu, makanan ini akan memberikan Anda vitamin, mineral, dan serat. Sebagian besar buah pun memiliki lemak dan natrium yang rendah.
Daftar buah yang baik untuk penderita diabetes meliputi apel, kiwi, jeruk, mangga, alpukat, stroberi, ceri, dan pir.
Hindari buah yang diawetkan dengan gula sehingga rasanya lebih manis. Anda lebih baik membeli langsung buah yang segar dari petani organik.
Menu sahur untuk penderita diabetes, lanjut halaman dua...
4. Protein secukupnya
Protein berfungsi untuk memperbaiki jaringan tubuh, sumber energi, dan menjaga daya tahan tubuh.
Namun, kelebihan mengonsumsi protein akan merusak fungsi ginjal. Karena itu, orang dengan diabetes disarankan bijak dalam mengonsumsinya.
Berikut daftar makanan dengan protein yang sehat bagi penderita diabetes:
Kacang polong
Edamame
Tahu
Kacang merah
Kacang hitam
Dada ayam tanpa kulit
Ikan
Makanan laut
Telur
Produk susu rendah lemak.
Jangan konsumsi daging yang digoreng, potongan daging berlemak tinggi seperti iga, daging babi, kulit unggas, dan ikan goreng.
5. Kurma
Pasien diabetes bisa saja mengonsumsi makanan apa pun, termasuk kurma. Meski kurma sangat manis, namun gula di dalamnya alami. Indeks glikemik buah ini pun rendah sehingga aman untuk pasien diabetes.
Hanya saja jumlah kurma yang dimakan harus terkontrol. Misalnya, membatasi konsumsi kurma 1-2 butir atau 3 kurma berukuran kecil saja sekali makan. Konsumsilah kurma dengan bijak karena jika berlebihan hal itu akan memicu naiknya gula darah.
Kemudian setelah memakan kurma, penderita diabetes tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman manis. Alih-alih minuman manis, perbanyak asupan air putih untuk menghilangkan dahaga.
Demikian menu sahur untuk penderita diabetes yang bisa dikonsumsi saat Ramadan. Selain menjaga pola makan, olahraga teratur juga akan membantu menjaga kadar gula darah tetap normal.
CNN Indonesia --
Puasa di bulan Ramadan memiliki nilai spiritual dan kesehatan. Namun, penderita diabetes tidak dapat melakukannya dengan sembarangan.
Pengidap diabetes harus menjaga kadar gula darah tetap di batas normal, tidak terlalu rendah atau tinggi. Jenis makanan yang dikonsumsi saat Ramadan, utamanya menu sahur untuk penderita diabetes mesti dipertimbangkan.
Pola makan yang sembarangan menjadi salah satu faktor penentu kadar gula darah naik. Makanan dengan gula tinggi sebaiknya dihindari saat sahur maupun buka puasa oleh diabetesi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika gula darah rendah, diabetesi akan mengalami kedinginan, kesemutan, mati rasa di bagian mulut, penglihatan kabur, kebingungan, hingga sakit kepala.
Sebaliknya, jika gula darah tinggi dapat mengganggu kinerja jantung dan gagal ginjal.
Karena itu, jika Anda mengalami diabetes, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan menu sahur yang sehat agar dapat melakukan puasa dengan optimal.
Menu Sahur untuk Penderita Diabetes
Ilustrasi. Menu sahur untuk penderita diabetes (iStockphoto/aphisit sawunkhun)
Tubuh memang membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi. Namun, tidak semua jenis karbohidrat dan kandungan lain dalam makanan dapat dikonsumsi diabetesi.
Sebab, penderita diabetes kesulitan untuk mengubah glukosa dari karbohidrat sederhana jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar atau dengan indeks glikemik yang tinggi. Hal ini disebabkan karena hormon insulin pada penderita diabetes sebagian telah resisten.
Berikut daftar resep sahur untuk penderita diabetes, dilansir dari Webmd:
1. Nasi merah
Nasi merah tinggi akan serat daripada nasi putih. Kandungan ini dapat mengurangi kadar gula darah secara signifikan.
Nasi merah pun memiliki nutrisi yang lebih baik dan Indeks Glikemik (IG) yang lebih rendah daripada nasi putih. IG adalah ukuran cepat atau lambatnya makanan untuk meningkatkan gula darah dalam tubuh. IG dari nasi merah hanya 50 sedangkan nasi putih mencapai 89.
Anda bisa mengombinasikan nasi merah dengan lauk seperti pepes ikan, tahu, atau ayam; dan sayur bayam.
Penderita diabetes harus menghindari karbohidrat olahan seperti nasi putih, mi, dan sereal karena cepat menaikkan kadar gula darah.
Sejumlah sayuran mengandung karbohidrat tinggi dan indeks glikemik yang rendah. Hindari mengonsumsi sayuran kaleng dengan banyak tambahan natrium atau yang dijadikan acar.
Selain itu, jangan konsumsi buah dengan indeks glikemik tinggi seperti kentang, jagung, kacang polong, dan labu madu.
Sebaliknya, jenis sayuran yang dapat dikonsumsi di antaranya seperti sayur kangkung, bayam, brokoli, sawi, kubis, pakcoy, tomat, ketimun, selada, lobak, oyong. Anda dapat mengolah sayuran tersebut menjadi menu sayur bening, campuran sop, atau tumisan.
3. Buah-buahan
Karbohidrat dari buah-buahan umumnya lebih besar dari sayuran. Selain itu, makanan ini akan memberikan Anda vitamin, mineral, dan serat. Sebagian besar buah pun memiliki lemak dan natrium yang rendah.
Daftar buah yang baik untuk penderita diabetes meliputi apel, kiwi, jeruk, mangga, alpukat, stroberi, ceri, dan pir.
Hindari buah yang diawetkan dengan gula sehingga rasanya lebih manis. Anda lebih baik membeli langsung buah yang segar dari petani organik.
Menu sahur untuk penderita diabetes, lanjut halaman dua...
Menu Makanan Sahur untuk Penderita Diabetes
Ilustrasi. Menu makanan sahur yang aman untuk penderita diabetes (iStockphoto/MielPhotos2008)
4. Protein secukupnya
Protein berfungsi untuk memperbaiki jaringan tubuh, sumber energi, dan menjaga daya tahan tubuh.
Namun, kelebihan mengonsumsi protein akan merusak fungsi ginjal. Karena itu, orang dengan diabetes disarankan bijak dalam mengonsumsinya.
Berikut daftar makanan dengan protein yang sehat bagi penderita diabetes:
Kacang polong
Edamame
Tahu
Kacang merah
Kacang hitam
Dada ayam tanpa kulit
Ikan
Makanan laut
Telur
Produk susu rendah lemak.
Jangan konsumsi daging yang digoreng, potongan daging berlemak tinggi seperti iga, daging babi, kulit unggas, dan ikan goreng.
5. Kurma
Pasien diabetes bisa saja mengonsumsi makanan apa pun, termasuk kurma. Meski kurma sangat manis, namun gula di dalamnya alami. Indeks glikemik buah ini pun rendah sehingga aman untuk pasien diabetes.
Hanya saja jumlah kurma yang dimakan harus terkontrol. Misalnya, membatasi konsumsi kurma 1-2 butir atau 3 kurma berukuran kecil saja sekali makan. Konsumsilah kurma dengan bijak karena jika berlebihan hal itu akan memicu naiknya gula darah.
Kemudian setelah memakan kurma, penderita diabetes tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman manis. Alih-alih minuman manis, perbanyak asupan air putih untuk menghilangkan dahaga.
Demikian menu sahur untuk penderita diabetes yang bisa dikonsumsi saat Ramadan. Selain menjaga pola makan, olahraga teratur juga akan membantu menjaga kadar gula darah tetap normal.