Ilustrasi. Dampak puasa terhadap kulit tak melulu negatif, ada juga manfaatnya. (iStockphoto/kitthanes)
Jakarta, CNN Indonesia --
Saat puasa, seseorang tidak akan mendapatkan asupan apa pun sejak matahari terbit hingga tenggelam. Kulit, sebagai salah satu organ terbesar tubuh, akan mendapatkan dampak langsung dari berpuasa.
Ada beberapa dampak puasa terhadap kesehatan kulit. Puasa bisa berdampak positif ataupun negatif.
Dokter spesialis kulit dan kelamin Bamed, Aninda Marina mengatakan, meski ada sejumlah dampak negatif, namun puasa nyatanya lebih banyak memberikan efek positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak Negatif Puasa Terhadap Kesehatan Kulit
Tak adanya asupan makanan dan minuman selama 13-14 jam berpuasa bisa berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Berikut beberapa dampaknya.
1. Kulit kering
Terkadang, puasa membuat seseorang kekurangan cairan. Kekurangan ini bisa mengarah pada dehidrasi, apalagi didukung dengan rehidrasi yang buruk.
Marina mengatakan, dehidrasi bisa mengakibatkan kekurangan cairan pada kulit.
"Kulit itu terdiri dari cairan, lemak, dan protein. Kalau kurang cairan, alur kulit makin terlihat, bersisik, pecah, dan gatal. Kenapa? Pada antarsel cairan kurang, sel-sel renggang, regenerasi kulit enggak baik jadi kelihatan bersisik," jelas Marina dalam temu media bersama Bamed, Kamis (31/3).
2. Bibir kering
Ilustrasi. Bibir kering menjadi salah satu dampak negatif puasa terhadap kesehatan kulit. (iStockphoto/Tetiana Mandziuk)
Organ mukosa seperti bibir gampang kering dan pecah sehingga timbul gatal dan nyeri. Marina mengatakan, kondisi ini akan makin buruk dengan kebiasaan menjilat bibir. Bukan melembapkan bibir, kebiasaan ini justru membuat kondisi bibir kering makin parah.
"Air liur banyak mengandung enzim pencernaan sehingga bisa mendegradasi lapisan bibir. Jadinya malah bibir pecah-pecah, timbul luka bahkan bisa sampai eksim," imbuhnya.
3. Wajah kusam
Wajah bisa kusam selama berpuasa karena pengaruh dari dehidrasi.
Selain dehidrasi, wajah yang kusam juga diakibatkan oleh berkurangnya durasi tidur malam. Hal tersebut mengganggu ritme sirkadian tubuh yang berpengaruh pada kondisi kulit.
Pada dasarnya, puasa tidak memicu jerawat. Hanya saja, makanan tidak sehat yang biasa dikonsumsi saat berbuka puasa berpotensi memicu jerawat.
"Buka puasa langsung makan manis, gula darah langsung naik, hormon insulin naik, lalu ada komponen insuline growth factor yang berperan pada pembentukan jerawat," kata Marina.
Simak dampak positif puasa terhadap kesehatan kulit di halaman berikutnya..
Dampak Positif Puasa Terhadap Kesehatan Kulit
Tak semua efek yang diberikan puasa terhadap kulit bersifat negatif. Dalam beberapa kondisi, puasa justru bisa meningkatkan kesehatan kulit.
Berikut beberapa dampak positif puasa terhadap kesehatan kulit:
1. Memberikan manfaat pada setiap lapisan kulit
Puasa memberikan manfaat pada tiap lapisan kulit, merujuk pada riset yang diterbitkan pada jurnal Nutrients (2019).
Pada lapisan pertama atau area rambut, buka puasa meningkatkan stem cell di folikel rambut sehingga mendukung pertumbuhan rambut dan mencegahnya rontok.
Pada lapisan epidermis, puasa meningkatkan proliferasi epidermis atau siklus pergantian kulit. Biasanya, pergantian kulit terjadi tiap 28 hari sekali di mana lapisan kulit bawah perlahan akan naik.
Pada lapisan dermis, puasa meningkatkan vaskularisasi pembuluh darah sehingga komponen vascular endotel growth factor mampu memperbaiki kulit dan komponen yang melawan oksidasi meningkat.
Pada jaringan lemak, adiposit atau cadangan lemak akan meningkat, kolesterol turun dan sintesis kolagen turun. Meski demikian, ada peningkatan antioksidan sehingga menghambat enzim yang menghancurkan kolagen.
2. Perbaikan struktur kulit
Ilustrasi. Perubahan struktur kulit menjadi salah satu manfaat puasa untuk kulit. (Istockphoto/Sasha_Suzi)
Puasa berdampak pada penurunan insuline growth factor dan protein kinase-A. Akibatnya, kulit mampu memperbaiki dirinya sendiri. Dengan demikian, proses penyembuhan luka bisa berlangsung lebih cepat.
3. Anti-aging
Proses penuaan sudah tersurat pada DNA manusia. Namun, lanjut Marina, puasa mampu menurunkan berbagai macam enzim dan rasio glikasi. Kedua komponen ini melakukan proses penuaan dengan menghancurkan serabut kolagen dan elastin kulit.
"Saat puasa malah turun enzimnya. Jadi, selnya lebih lama hidupnya, kolagen juga lebih lama dan kulit tampil lebih muda," imbuhnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Saat puasa, seseorang tidak akan mendapatkan asupan apa pun sejak matahari terbit hingga tenggelam. Kulit, sebagai salah satu organ terbesar tubuh, akan mendapatkan dampak langsung dari berpuasa.
Ada beberapa dampak puasa terhadap kesehatan kulit. Puasa bisa berdampak positif ataupun negatif.
Dokter spesialis kulit dan kelamin Bamed, Aninda Marina mengatakan, meski ada sejumlah dampak negatif, namun puasa nyatanya lebih banyak memberikan efek positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak Negatif Puasa Terhadap Kesehatan Kulit
Tak adanya asupan makanan dan minuman selama 13-14 jam berpuasa bisa berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Berikut beberapa dampaknya.
1. Kulit kering
Terkadang, puasa membuat seseorang kekurangan cairan. Kekurangan ini bisa mengarah pada dehidrasi, apalagi didukung dengan rehidrasi yang buruk.
Marina mengatakan, dehidrasi bisa mengakibatkan kekurangan cairan pada kulit.
"Kulit itu terdiri dari cairan, lemak, dan protein. Kalau kurang cairan, alur kulit makin terlihat, bersisik, pecah, dan gatal. Kenapa? Pada antarsel cairan kurang, sel-sel renggang, regenerasi kulit enggak baik jadi kelihatan bersisik," jelas Marina dalam temu media bersama Bamed, Kamis (31/3).
2. Bibir kering
Ilustrasi. Bibir kering menjadi salah satu dampak negatif puasa terhadap kesehatan kulit. (iStockphoto/Tetiana Mandziuk)
Organ mukosa seperti bibir gampang kering dan pecah sehingga timbul gatal dan nyeri. Marina mengatakan, kondisi ini akan makin buruk dengan kebiasaan menjilat bibir. Bukan melembapkan bibir, kebiasaan ini justru membuat kondisi bibir kering makin parah.
"Air liur banyak mengandung enzim pencernaan sehingga bisa mendegradasi lapisan bibir. Jadinya malah bibir pecah-pecah, timbul luka bahkan bisa sampai eksim," imbuhnya.
3. Wajah kusam
Wajah bisa kusam selama berpuasa karena pengaruh dari dehidrasi.
Selain dehidrasi, wajah yang kusam juga diakibatkan oleh berkurangnya durasi tidur malam. Hal tersebut mengganggu ritme sirkadian tubuh yang berpengaruh pada kondisi kulit.
Pada dasarnya, puasa tidak memicu jerawat. Hanya saja, makanan tidak sehat yang biasa dikonsumsi saat berbuka puasa berpotensi memicu jerawat.
"Buka puasa langsung makan manis, gula darah langsung naik, hormon insulin naik, lalu ada komponen insuline growth factor yang berperan pada pembentukan jerawat," kata Marina.
Simak dampak positif puasa terhadap kesehatan kulit di halaman berikutnya..
Dampak Puasa Terhadap Kulit, Tak Melulu Negatif
Ilustrasi. Dampak puasa terhadap kulit tak melulu negatif, ada juga manfaatnya. (iStockphoto/CoffeeAndMilk)
Dampak Positif Puasa Terhadap Kesehatan Kulit
Tak semua efek yang diberikan puasa terhadap kulit bersifat negatif. Dalam beberapa kondisi, puasa justru bisa meningkatkan kesehatan kulit.
Berikut beberapa dampak positif puasa terhadap kesehatan kulit:
1. Memberikan manfaat pada setiap lapisan kulit
Puasa memberikan manfaat pada tiap lapisan kulit, merujuk pada riset yang diterbitkan pada jurnal Nutrients (2019).
Pada lapisan pertama atau area rambut, buka puasa meningkatkan stem cell di folikel rambut sehingga mendukung pertumbuhan rambut dan mencegahnya rontok.
Pada lapisan epidermis, puasa meningkatkan proliferasi epidermis atau siklus pergantian kulit. Biasanya, pergantian kulit terjadi tiap 28 hari sekali di mana lapisan kulit bawah perlahan akan naik.
Pada lapisan dermis, puasa meningkatkan vaskularisasi pembuluh darah sehingga komponen vascular endotel growth factor mampu memperbaiki kulit dan komponen yang melawan oksidasi meningkat.
Pada jaringan lemak, adiposit atau cadangan lemak akan meningkat, kolesterol turun dan sintesis kolagen turun. Meski demikian, ada peningkatan antioksidan sehingga menghambat enzim yang menghancurkan kolagen.
2. Perbaikan struktur kulit
Ilustrasi. Perubahan struktur kulit menjadi salah satu manfaat puasa untuk kulit. (Istockphoto/Sasha_Suzi)
Puasa berdampak pada penurunan insuline growth factor dan protein kinase-A. Akibatnya, kulit mampu memperbaiki dirinya sendiri. Dengan demikian, proses penyembuhan luka bisa berlangsung lebih cepat.
3. Anti-aging
Proses penuaan sudah tersurat pada DNA manusia. Namun, lanjut Marina, puasa mampu menurunkan berbagai macam enzim dan rasio glikasi. Kedua komponen ini melakukan proses penuaan dengan menghancurkan serabut kolagen dan elastin kulit.
"Saat puasa malah turun enzimnya. Jadi, selnya lebih lama hidupnya, kolagen juga lebih lama dan kulit tampil lebih muda," imbuhnya.