Jakarta, CNN Indonesia -- Ibu hamil dan menyusui boleh berpuasa selama kondisi kesehatan baik. Namun, perhatikan beberapa aturan makan untuk ibu hamil dan ibu menyusui saat berpuasa.
Ibu hamil boleh berpuasa jika janin dalam kondisi optimal. Sedangkan ibu menyusui dipersilakan berpuasa saat anak sudah berusia lebih dari 6 bulan.
Ahli ginekologi RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Boy Abidin mengingatkan ibu hamil untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk berpuasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Niat untuk berpuasa, lalu lakukan pemeriksaan kondisi ibu dan bayi. Kalau sudah siap, menu makannya diusahakan yang baik," kata Boy saat dihubungi pada Rabu (6/4).
Senada dengan Boy, dokter spesialis anak Bamed, Melisa Lilisari menekankan pentingnya menu makanan dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang.
Aturan Makan untuk Ibu Hamil dan Menyusui saat Berpuasa
 Ilustrasi aturan makan untuk ibu hamil dan menyusui saat berpuasa. (Istockphoto/ Amax Photo) |
Nutrisi yang lengkap dan seimbang sangat diperlukan ibu hamil dan ibu menyusui yang ingin berpuasa.
Lantas, apa saja yang harus jadi perhatian untuk menentukan makanan sahur dan berbuka puasa untuk ibu hamil dan menyusui?
1. Utamakan karbohidrat kompleks
Menu sahur diusahakan mengandung karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat satu ini memiliki ikatan kimia yang kompleks sehingga tubuh memerlukan waktu cukup lama untuk memecah dan menyerapnya dengan sempurna, sehingga ibu akan merasa kenyang dalam waktu lebih lama.
Ahli ginekologi Bamed, Muhammad Fadli menambahkan bahwa ibu juga perlu melengkapi asupan sahur dengan pangan tinggi protein untuk memberikan energi seharian.
Di samping itu, jangan lupa memberikan asupan lemak sehat, vitamin, dan mineral.
2. Karbohidrat sederhana untuk berbuka
Karbohidrat sederhana tak selalu buruk untuk kesehatan. Boy mengatakan bahwa karbohidrat jenis ini baik dikonsumsi saat berbuka puasa karena mampu mengembalikan energi tubuh dengan cepat.
Akan tetapi, perhatikan jumlah karbohidrat sederhana yang dikonsumsi. Boy menyarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah sedikit.
Ibu kemudian baru bisa mengonsumsi makanan berat saat makan malam.
Simak aturan makan ibu hamil dan menyusui saat berpuasa di halaman berikutnya..
Aturan Makan untuk Ibu Hamil dan Menyusui saat Berpuasa
Ilustrasi aturan makan ibu hamil dan menyusui saat berpuasa. (Istockphoto/ Petrunjela)
3. Kecukupan cairan
Baik Boy, Fadli, maupun Melisa menekankan pentingnya kecukupan cairan selama berpuasa.
Harus diakui, kebutuhan cairan ibu hamil dan ibu menyusui banyak daripada orang lainnya dalam kondisi sehat.
Umumnya, seseorang perlu asupan cairan sebanyak 1,5-2 liter air. Sementara ibu hamil paling tidak 2-3 liter air dan ibu menyusui bisa lebih dari 3 liter air. Oleh karenanya, perlu siasat baru agar kebutuhan cairan terpenuhi meski sedang berpuasa.
"Ini bisa 2 gelas saat berbuka, 4 gelas saat makan malam [dan jelang tidur] dan 2 gelas saat sahur. Bisa juga pakai rumus 3-2-3 [3 gelas saat berbuka, 2 gelas makan malam dan 3 gelas saat sahur]," imbuhnya.
4. Hindari kafein
Di bulan puasa, Anda perlu mempertimbangkan kembali asupan kopi. Fadli tidak menyarankan ibu hamil dan ibu menyusui untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein.
Kafein bisa memicu efek diuretik sehingga ibu akan lebih sering bolak-balik kamar mandi untuk buang air kecil.
Biasanya, dalam kondisi hamil besar, volume janin sudah cukup menekan kandung kemih sehingga intensitas buang air kecil akan meningkat. Jika ditambah konsumsi kafein, buang air kecil akan lebih sering dan ibu berisiko mengalami dehidrasi.
5. Makan secara bertahap
Kementerian Kesehatan menyarankan agar berbuka puasa dilakukan secara bertahap. Dalam kondisi hamil, ibu bisa mudah begah atau sesak jika langsung makan dalam porsi besar.
Saat berbuka, utamakan minum air putih dan makanan manis misal kurma sebagai pendahulu. Setelahnya, Anda bisa mengonsumsi makan besar.