Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah video tato di mata viral di platform TikTok. Sejumlah orang mempertanyakan seperti apa rasa sakit dari membuat tato di mata.
Tato di mata memang menjadi salah satu bentuk seni modifikasi tubuh. Namun, melihat prosesnya saja, banyak orang sudah merasa ngeri duluan.
Tato di mata atau dikenal juga dengan istilah sclera tattoo tentu berbeda dengan tato tradisional yang biasa dilakukan di bawah permukaan kulit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Allure, dalam sclera tattoo, seorang seniman akan menyuntikkan tinta di area bawah konjungtiva (selaput bening yang menutupi bagian depan mata) dan di atas sklera (bagian putih mata).
Prosedur ini dikembangkan sekitar lebih dari satu dekade lalu oleh seniman modifikasi tubuh, Luna Cobra. Hingga saat ini, Cobra telah menato ratusan mata.
Kendati demikian, bukan berarti Cobra merasa nyaman karena telah menato ratusan mata. Setiap klien yang datang dan memintanya untuk membuatkan tato mata kerap membuatnya waswas.
"Saya benar-benar khawatir terhadap klien saya. Saya akan menelpon mereka selama berhari-hari untuk memastikan mereka baik-baik saja," ujar Cobra.
Wajar saja. Cobra sadar ada bahaya di balik tato mata yang mengintai.
Bahaya Tato di Mata
 Ilustrasi. Ada bahaya di balik tato di mata yang mengintai. (istockphoto/Urilux) |
Ahli optamologi di Bascon Palmer Eye Institute, Kendall E Donaldson mengatakan, zat yang disuntikkan ke lapisan mata bisa menyebabkan peradangan kronis pada dinding mata.
Efek samping yang lebih parah bisa terjadi jika penyuntikan dilakukan pada tempat yang salah. Hal tersebut bisa membuat jarum melubangi mata dan tinta masuk ke dalam bola mata itu sendiri.
"Ini dapat menyebabkan ablasi retina, infeksi, dan kerusakan permanen pada sel-sel di dalam mata, hingga kehilangan penglihatan," ujar ahli optamologi lainnya, Ilyse Haberman.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Ophthalmology Case Reports menemukan adanya potensi bahaya penetrasi bola mata dalam prosedur sclera tattoo.
Dalam membuat kesimpulan tersebut, para peneliti menggunakan dua kasus tato mata dan sejumlah tinjauan literatur dari kasus-kasus sebelumnya yang pernah diteliti. Mereka menemukan bahwa orang yang menjalani prosedur sclera tattoo berisiko mengalami penetrasi bola mata.
"Kami memperingatkan pasien yang menjalani prosedur sclera tattoo karena bahaya yang sangat nyata. Kami menyarankan pasien untuk segera mencari bantuan medis atas segala efek samping yang muncul," tulis laporan tersebut, menukil laman Ophthalmology Advisor.
Peneliti mencatat beberapa efek samping yang mungkin terjadi, berikut di antaranya:
1. Iritasi;
2. Kemosis konjungtiva atau peradangan pada mata yang terjadi saat lapisan dalam kelopak mata membengkak;
3. Episkleritis atau peradangan pada jaringan tipis di antara sklera dan konjungtiva yang bisa memicu mata merah, bengkak, berair, dan munculnya benjolan kecil;
4. Masalan pada endotel kornea;
5. Glaukoma sekunder atau gangguan saraf pada mata;
6. Ablasio retina atau kondisi saat retina terlepas dari bagian belakang mata;
7. Infeksi;
8. Kebutaan.
Simak bahaya tato di mata pada halaman berikutnya..
Hati-hati Banyak Prosedur yang Gagal
Ilustrasi. Bahaya tato di mata biasanya terjadi akibat kesalahan prosedur. (iStockphoto/gorodenkoff)
Seorang model asal Kanada, Catt Gallinger, merupakan salah satu orang yang menjalani prosedur sclera tattoo. Seorang seniman tato menyuntikkan warna ungu pada matanya.
Namun, Gallinger mengalami komplikasi serius. Mulai dari sakit mata, bengkak, keluarnya cairan berwarna ungu dari mata, hingga penglihatan yang kabur.
Mengutip Live Science, ada banyak kesalahan selama prosedur membuat tato di mata. Misalnya, seniman terlalu menggunakan banyak pigmen, menyuntikkan tinta terlalu dalam, menggunakan jarum yang terlalu besar, atau menggunakan tinta yang salah.
Dalam kasus Gallinger, seniman menyuntikkan terlalu banyak tinta, menggunakan jarum yang besar, menyuntik terlalu dalam, dan tidak mengencerkan tinta dengan garam sesuai kebutuhan.
Gallinger mendapatkan antibiotik, steroid, dan obat-obatan untuk mengatasi sakit matanya. Dokter mengatakan bahwa penglihatan Gallinger tidak akan bisa kembali normal di area mata yang bertato.
Kasus yang lebih parah ditemukan pada pria 24 tahun yang harus menjalani operasi pengangkatan bola mata akibat prosedur sclera tattoo yang gagal.
Dalam kasusnya, tinta disuntikkan terlalu dalam ke matanya. Hal itu memicu infeksi bakteri dari tinta yang terkontaminasi.
Obat-obatan tak mampu mengatasi rasa sakit yang diderita. Akibatnya, ia terpaksa harus menjalani operasi pengangkatan bola mata.
Setelah bola mata dikeluarkan, para dokter menemukan bahwa bagian retina mata terkena tinta tato.
Bahaya tato di mata yang dijelaskan di atas patut dijadikan pertimbangan sebelum Anda memutuskan untuk menjalani prosedur tersebut.