7 Fakta Penting yang Perlu Diketahui soal Hepatitis Akut Misterius
CNN Indonesia
Sabtu, 07 Mei 2022 15:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Ada beberapa fakta penting soal hepatitis misterius yang perlu diketahui sejauh ini. (iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH)
Jakarta, CNN Indonesia --
Di tengah libur Lebaran, publik dikejutkan dengan kematian tiga pasien anak diduga akibat hepatitis akut misterius. Tak hanya di Indonesia, penyakitini juga menyerang di sejumlah negara di dunia.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab dari penyakit hepatitis akut misterius. Gejala dari pasien terlapor berupa urine berwarna gelap, feses berwarna pucat, kulit menguning, dan gatal.
Ada pula yang mengalami gejala nyeri sendi atau pegal disertai demam tinggi, mual, muntah, atau nyeri perut. Pasien pun kehilangan nafsu makan, lesu, diare disertai kejang.
Berikut tujuh fakta penting yang perlu diketahui mengenai hepatitis misterius, yang dirangkum CNNIndonesia.com.
1. Ditemukan di berbagai negara
Wabah hepatitis misterius ini telah ditemukan di 12 negara. Menurut data WHO teranyar, setidaknya dilaporkan 228 kasus hepatitis misterius di 20 negara.
Inggris Raya diketahui menjadi negara paling banyak ditemukan kasus hepatitis misterius ini. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mencatat ada 163 kasus hepatitis misterius yang ditemukan pada periode 21 Januari sampai 3 Mei 2022.
Tak hanya di Eropa dan Amerika, kasus hepatitis akut misterius ini juga ditemukan di Indonesia.
2. Tiga anak meninggal dunia
Ilustrasi. Sebanyak tiga anak di Indonesia dilaporkan meninggal dunia terkait dengan kasus hepatitis misterius. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Di Indonesia, kasus hepatitis misterius atau hepatitis akut menyebabkan tiga anak di Jakarta meninggal dunia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun tengah menyelidiki hal tersebut.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ketiga pasien anak tersebut sudah dalam kondisi stadium lanjut ketika sampai di rumah sakit. Sehingga, tidak banyak tindakan pertolongan yang dapat dilakukan pihak RS kepada ketiga pasien tersebut.
Nadia menjelaskan, ketiga pasien anak tersebut masing-masing berusia 2 tahun, 8 tahun, dan 11 tahun. Ia mengatakan, dari ketiga pasien tersebut hanya yang berumur 2 tahun saja yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Sedangkan untuk pasien berumur 8 dan 11 tahun masing-masing sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan dosis lengkap. Meski begitu, kata dia, seluruh pasien tercatat negatif Covid-19 pada saat tiba di rumah sakit.
3. Gejala mual, muntah, hingga penurunan kesadaran
Pasien hepatitis misterius atau hepatitis akut ini mengeluhkan beberapa gejala, antara lain berupa urine berwarna gelap, feses berwarna pucat, kulit menguning, dan gatal.
Ada pula yang mengalami gejala nyeri sendi atau pegal disertai demam tinggi, mual, muntah, atau nyeri perut. Pasien pun kehilangan nafsu makan, lesu, diare disertai kejang.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso pun menekankan pentingnya deteksi dini untuk menemukan gejala-gejala hepatitis misterius pada anak.
"Agar mendeteksi secara dini jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning, mual muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran kejang, lesu, demam tinggi memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat," ujar Piprim, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (7/4).
Simak fakta hepatitis misterius lainnya di halaman berikutnya..
4. Tidak ditemukan virus hepatitis ABCDE
Secara umum, virus penyebab hepatitis yakni virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Namun, tak ada satu pun pasien yang terinfeksi satu dari kelima virus. Justru pada beberapa pasien ditemukan terinfeksi SARS-CoV-2 dan atau Adenovirus.
5. Disebabkan oleh adenovirus
World Health Organization (WHO) mengungkapkan kemungkinan Adenovirus sebagai salah satu penyebab infeksi hepatitis misterius.
Adenovirus sendiri adalah kelompok besar virus yang dapat menginfeksi hewan dan manusia. Disebut sebagai Adenovirus sebab mereka biasa berada di adenoids atau amandel.
Adenovirus memiliki setidaknya tujuh spesies berbeda dengan berbagai varian genetik. Nantinya, varian ini disebut sebagai subtipe. Subtipe yang diduga terkait dengan wabah hepatitis misterius pada anak-anak saat ini adalah adenovirus Subtipe 41.
Subtipe 41 termasuk dalam kelompok adenovirus yang berkaitan dengan gastroenteritis ringan hingga sedang dengan gejala diare, muntah, dan sakit perut. Pada kebanyakan orang dewasa, adenovirus ini hanya menjadi gangguan kecil dan bisa berakhir dalam satu atau dua minggu.
Sejauh ini, para peneliti masih melakukan riset untuk menemukan penyebab langsung antara Adenovirus 41 dan kasus hepatitis misterius ini seperti faktor komplikasi.
6. Rentan pada kelompok anak
Ilustrasi. Hepatitis misterius lebih banyak menyerang kelompok anak. (iStockphoto/Imgorthand)
Guru Besar Kesehatan Anak bidang Gastrohepatologi Hanifah Oswari berkata sejauh ini kelompok yang banyak terpapar adalah usia anak-anak.
"Sudah diteliti bahwa kasus [penyakit hepatitis akut misterius pada pasien] tertua itu 16 tahun, enggak ada yang lebih. Ternyata kebanyakan [pasien] itu di bawah 10 tahun," kata Hanifah dalam konferensi pers bersama Kementerian Kesehatan, Kamis (5/5).
"Di Inggris, [penyakit] kebanyakan [dialami] anak di bawah 5 tahun. Hingga kini datanya kena ke anak-anak saja," tambahnya.
Di Indonesia, tiga pasien yang meninggal berusia 2 tahun, 8 tahun dan 11 tahun.
7. Cegah dengan rutin mencuci tangan
IDAI menyarankan agar orang tua mengikuti beberapa langkah pencegahan, seperti rajin mencuci tangan, minum air bersih dan matang, konsumsi makanan yang bersih dan matang, membuang tinja atau popok sekali pakai pada tempatnya.
Lalu, gunakanlah alat makan sendiri jika terdapat temuan salah satu gejala. Lakukan pula protokol kesehatan Covid-19 seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.
Jakarta, CNN Indonesia --
Di tengah libur Lebaran, publik dikejutkan dengan kematian tiga pasien anak diduga akibat hepatitis akut misterius. Tak hanya di Indonesia, penyakitini juga menyerang di sejumlah negara di dunia.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab dari penyakit hepatitis akut misterius. Gejala dari pasien terlapor berupa urine berwarna gelap, feses berwarna pucat, kulit menguning, dan gatal.
Ada pula yang mengalami gejala nyeri sendi atau pegal disertai demam tinggi, mual, muntah, atau nyeri perut. Pasien pun kehilangan nafsu makan, lesu, diare disertai kejang.
Berikut tujuh fakta penting yang perlu diketahui mengenai hepatitis misterius, yang dirangkum CNNIndonesia.com.
1. Ditemukan di berbagai negara
Wabah hepatitis misterius ini telah ditemukan di 12 negara. Menurut data WHO teranyar, setidaknya dilaporkan 228 kasus hepatitis misterius di 20 negara.
Inggris Raya diketahui menjadi negara paling banyak ditemukan kasus hepatitis misterius ini. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mencatat ada 163 kasus hepatitis misterius yang ditemukan pada periode 21 Januari sampai 3 Mei 2022.
Tak hanya di Eropa dan Amerika, kasus hepatitis akut misterius ini juga ditemukan di Indonesia.
2. Tiga anak meninggal dunia
Ilustrasi. Sebanyak tiga anak di Indonesia dilaporkan meninggal dunia terkait dengan kasus hepatitis misterius. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Di Indonesia, kasus hepatitis misterius atau hepatitis akut menyebabkan tiga anak di Jakarta meninggal dunia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun tengah menyelidiki hal tersebut.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ketiga pasien anak tersebut sudah dalam kondisi stadium lanjut ketika sampai di rumah sakit. Sehingga, tidak banyak tindakan pertolongan yang dapat dilakukan pihak RS kepada ketiga pasien tersebut.
Nadia menjelaskan, ketiga pasien anak tersebut masing-masing berusia 2 tahun, 8 tahun, dan 11 tahun. Ia mengatakan, dari ketiga pasien tersebut hanya yang berumur 2 tahun saja yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Sedangkan untuk pasien berumur 8 dan 11 tahun masing-masing sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan dosis lengkap. Meski begitu, kata dia, seluruh pasien tercatat negatif Covid-19 pada saat tiba di rumah sakit.
3. Gejala mual, muntah, hingga penurunan kesadaran
Pasien hepatitis misterius atau hepatitis akut ini mengeluhkan beberapa gejala, antara lain berupa urine berwarna gelap, feses berwarna pucat, kulit menguning, dan gatal.
Ada pula yang mengalami gejala nyeri sendi atau pegal disertai demam tinggi, mual, muntah, atau nyeri perut. Pasien pun kehilangan nafsu makan, lesu, diare disertai kejang.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso pun menekankan pentingnya deteksi dini untuk menemukan gejala-gejala hepatitis misterius pada anak.
"Agar mendeteksi secara dini jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning, mual muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran kejang, lesu, demam tinggi memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat," ujar Piprim, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (7/4).
Simak fakta hepatitis misterius lainnya di halaman berikutnya..
Fakta Penting yang Perlu Diketahui soal Hepatitis Akut Misterius
Ilustrasi. Kelompok anak lebih rentan terserang hepatitis misterius. (IStockphoto/gorodenkoff)
4. Tidak ditemukan virus hepatitis ABCDE
Secara umum, virus penyebab hepatitis yakni virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Namun, tak ada satu pun pasien yang terinfeksi satu dari kelima virus. Justru pada beberapa pasien ditemukan terinfeksi SARS-CoV-2 dan atau Adenovirus.
5. Disebabkan oleh adenovirus
World Health Organization (WHO) mengungkapkan kemungkinan Adenovirus sebagai salah satu penyebab infeksi hepatitis misterius.
Adenovirus sendiri adalah kelompok besar virus yang dapat menginfeksi hewan dan manusia. Disebut sebagai Adenovirus sebab mereka biasa berada di adenoids atau amandel.
Adenovirus memiliki setidaknya tujuh spesies berbeda dengan berbagai varian genetik. Nantinya, varian ini disebut sebagai subtipe. Subtipe yang diduga terkait dengan wabah hepatitis misterius pada anak-anak saat ini adalah adenovirus Subtipe 41.
Subtipe 41 termasuk dalam kelompok adenovirus yang berkaitan dengan gastroenteritis ringan hingga sedang dengan gejala diare, muntah, dan sakit perut. Pada kebanyakan orang dewasa, adenovirus ini hanya menjadi gangguan kecil dan bisa berakhir dalam satu atau dua minggu.
Sejauh ini, para peneliti masih melakukan riset untuk menemukan penyebab langsung antara Adenovirus 41 dan kasus hepatitis misterius ini seperti faktor komplikasi.
6. Rentan pada kelompok anak
Ilustrasi. Hepatitis misterius lebih banyak menyerang kelompok anak. (iStockphoto/Imgorthand)
Guru Besar Kesehatan Anak bidang Gastrohepatologi Hanifah Oswari berkata sejauh ini kelompok yang banyak terpapar adalah usia anak-anak.
"Sudah diteliti bahwa kasus [penyakit hepatitis akut misterius pada pasien] tertua itu 16 tahun, enggak ada yang lebih. Ternyata kebanyakan [pasien] itu di bawah 10 tahun," kata Hanifah dalam konferensi pers bersama Kementerian Kesehatan, Kamis (5/5).
"Di Inggris, [penyakit] kebanyakan [dialami] anak di bawah 5 tahun. Hingga kini datanya kena ke anak-anak saja," tambahnya.
Di Indonesia, tiga pasien yang meninggal berusia 2 tahun, 8 tahun dan 11 tahun.
7. Cegah dengan rutin mencuci tangan
IDAI menyarankan agar orang tua mengikuti beberapa langkah pencegahan, seperti rajin mencuci tangan, minum air bersih dan matang, konsumsi makanan yang bersih dan matang, membuang tinja atau popok sekali pakai pada tempatnya.
Lalu, gunakanlah alat makan sendiri jika terdapat temuan salah satu gejala. Lakukan pula protokol kesehatan Covid-19 seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.