Kinder Tarik 3.000 Ton Produk Buntut Kasus Salmonella

CNN Indonesia
Jumat, 27 Mei 2022 03:30 WIB
Lebih dari 3.000 ton produk Kinder telah ditarik dari pasar buntut kasus salmonella beberapa waktu lalu. Lebih dari 3.000 ton produk Kinder telah ditarik dari pasar buntut kasus salmonella beberapa waktu lalu. Foto: (iStock/Ekaterina79)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lebih dari 3.000 ton produk Kinder telah ditarik dari pasar buntut kasus salmonella beberapa waktu lalu. Seorang pejabat perusahaan mengatakan kekhawatiran itu membuat mereka merugi jutaan euro.

Kepala Ferrero Prancis Nicolas Neykov mengatakan kontaminasi berasal "dari filter yang terletak di tong untuk mentega susu", di sebuah pabrik di Arlon, Belgia.

Dalam wawancara bersama harian Prancis Le Parisien dan dikutip AFP pada Kamis (26/5), Neykov mengatakan kontaminasi tersebut bisa disebabkan manusia atau bahan baku.


Sebelumnya, produk cokelat yang dibuat di pabrik di Arlon, Belgia tenggara itu ditemukan mengandung salmonella, sehingga menyebabkan puluhan kasus di beberapa negara Eropa.

Penutupan pabrik dan masalah kesehatan menjadi pukulan keras bagi perusahaan tersebut. Heboh bakteri Salmonella di dalam produk cokelat Kinder pertama kali terjadi di Inggris.

Dalam peringatannya, Badan Standar Makanan (FSA) Inggris menjelaskan bahwa telur cokelat Kinder Surprise ditemukan terkait dengan sejumlah kasus infeksi Salmonella di negaranya.

"Ini [cokelat Kinder] berpotensi berhubungan dengan wabah Salmonella. Beberapa dari kasus ini [infeksi Salmonella] terjadi pada anak kecil," ujar FSA.

Sekitar lebih dari 60 orang di Inggris, sebagian besar anak-anak, terinfeksi bakteri Salmonella. Sebagian besar kasus terkait dengan konsumsi cokelat Kinder Surprise.

Tak hanya itu, Badan Kesehatan Uni Eropa juga mencatat lebih dari 100 kasus infeksi Salmonella yang terkait dengan konsumsi cokelat Kinder.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sendiri telah menghentikan peredaran cokelat Kinder untuk sementara waktu.

Namun, pada April 2022, BPOM Kinder bisa kembali beredar di Indonesia. Pengumuman tersebut menyusul hasil kajian risiko dan pengujian produk yang menunjukkan produk negatif Salmonella.

(AFP/chri)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER