650 Kasus Diduga Hepatitis Akut Ditemukan di Dunia Sejak April

CNN Indonesia
Senin, 30 Mei 2022 10:30 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat 650 kasus hepatitis akut pada anak di dunia sejak April 2022 hingga saat ini. Ilustrasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat 650 kasus hepatitis akut pada anak di dunia sejak April 2022 hingga saat ini. (iStock/T Turovska)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat lebih dari 650 kasus hepatitis akut pada anak di dunia sejak April 2022 hingga saat ini.

Melansir Medical News Today, WHO mengkonfirmasi sembilan anak meninggal dunia akibat hepatitis akut pada Jumat (27/5). Sementara sekitar 38 anak membutuhkan transplantasi hati.

Hingga saat ini, penyebab hepatitis akut masih belum diketahui dengan pasti. Namun, para ahli menduga Adenovirus menjadi biang kerok penyakit yang menyerang organ hati ini.

Kasus ini pertama kali ditemukan di Inggris. Wabah ini kemudian menyebar ke lebih dari 30 negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Indonesia.

Pada 23 Mei lalu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengungkapkan ada 14 kasus yang diduga hepatitis akut di Indonesia.

Penyakit ini umumnya menyerang kelompok anak usia 1 bulan hingga 16 tahun. Namun, menurut WHO, lebih dari 75 persen kasus terjadi pada anak usia di bawah lima tahun atau balita.

Sejauh ini, tak ditemukan virus penyebab hepatitis A, B, C, D, dan E dalam sejumlah hasil tes. WHO mengatakan, Adenovirus telah terdeteksi di sebagian besar kasus.

"Sementara Adenovirus adalah hipotesis yang paling mungkin. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebabnya," ujar WHO dalam sebuah pernyataan.

Gejala Hepatitis Akut

Sick little boy sitting on bed. The boy is coughing, feeling sick and nauseous.The comforting the boy.Nikon D850Ilustrasi. Mual dan muntah, gejala awal hepatitis akut pada anak. (istockphoto/Imgorthand)

Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, ada sejumlah gejala hepatitis yang umum muncul pada anak. Berikut diantaranya:

- demam;

- lemas;

- kehilangan nafsu makan;

- mual dan muntah;

- diare;

- sakit perut;

- urine berwarna pekat;

- feses berwarna pucat.

"Diare adalah gejala yang cukup umum pada anak-anak dan bisa juga disebabkan oleh sejumlah penyakit infeksi, termasuk virus serta beberapa penyebab non-infeksi," ujar spesialis penyakit menular anak di Minneapolis, AS, Anupama Kalaskar.

Namun, gejala penyakit kuning justru ditemukan lebih jarang terjadi.

Untuk mencegah hepatitis akut, orang tua bisa memastikan lingkungan yang bersih. Pastikan juga makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam kondisi matang.

Jangan lupa juga untuk membiasakan anak mencuci tangan, baik sebelum dan sesudah makan, ataupun setelah menyentuh permukaan tertentu.

(tim/asr)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER