Mengenal Vaksin Cacar Monyet yang Dibeli Uni Eropa

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jun 2022 10:15 WIB
Uni Eropa dikabarkan bakal membeli 110 ribu vaksin cacar monyet dari Bavarian Nordic. Bagaimana vaksin tersebut bekerja? Ilustrasi. Uni Eropa dikabarkan bakal membeli 110 vaksin cacar monyet Jynneos yang diproduksi Bavarian Nordic. (iStock/hxyume)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah kasus yang terus meningkat membuat cacar monyet masih terus menjadi sorotan. Vaksin dipercaya bisa mencegah berkembangnya penyakit ini.

Hingga saat ini, wabah cacar monyet menembus angka lebih dari 1.000 kasus di dunia. Hal itu membuat sejumlah negara berbondong-bondong memboyong vaksin penangkal cacar monyet.

Teranyar adalah Uni Eropa yang bakal membeli 110 ribu vaksin untuk cacar monyet dari Bavarian Nordic, perusahaan farmasi asal Denmark.


Vaksin dari Bavarian Nordic ini dikenal dengan nama Imvanex di Eropa dan Jynneos di Amerika Serikat.

Di Eropa, penggunaan vaksin tersebut baru disetujui untuk mencegah cacar. Namun, Uni Eropa belum mensahkannya sebagai vaksin untuk menangkal cacar monyet. 

"Namun, vaksin cacar juga melindungi orang dari cacar monyet, karena virus ini [Monkeypox] terkait erat dengan virus [penyebab] cacar," ujar Komisi UE, mengutip Reuters.

Menukil laman Precision Vaccinations, Imvanex atau Jynneos merupakan vaksin yang dibuat dari virus hidup yang dilemahkan. Virus menjadi tidak mampu bereplikasi dalam tubuh manusia, namun mampu menimbulkan respons imun yang kuat.

Vaksin ini disetujui pada tahun 2019 oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat dan European Medicine Agency (EMA) pada tahun 2013. Vaksin ini diindikasikan untuk mencegah cacar dan cacar monyet pada orang dewasa berusia 18 tahun atau lebih tua.

Jynneos juga menjadi satu-satunya vaksin cacar monyet non-replikasi yang disetujui FDA untuk penggunaan non-militer.

Menukil laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, vaksin ini diberikan melalui injeksi dalam dua dosis. Kedua dosis vaksin diberikan dalam jarak 28 hari.

Efektivitas vaksin sendiri telah dibuktikan dalam studi klinis pada sejumlah hewan. Kejadian efek samping diharapkan minimal karena Jynneos adalah vaksin yang kekurangan replikasi.

CDC sendiri sempat melakukan studi terhadap efektivitas Jynneos dan membandingkannya dengan ACAM2000, vaksin cacar yang sebelumnya digunakan AS.

Ilustrasi vaksinasiIlustrasi. Vaksin Jynneos adalah vaksin cacar dan cacar monyet yang dibeli Uni Eropa dan sejumlah negara lainnya. (iStock/ozgurdonmaz)

Hasil analisis tersebut menemukan bahwa perlindungan yang diberikan Jynneos sedikit meningkat daripada ACAM2000. Selain itu, Jynneos juga ditemukan memberikan efek samping yang lebih sedikit dibandingkan ACAM2000.

Meski sejumlah negara telah memboyong vaksin, hingga saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih belum merekomendasikan dilakukannya vaksinasi masal untuk cacar monyet.

Dalam rekomendasi sementara WHO terkait vaksin cacar monyet teranyar, yang dirilis pada Selasa (14/6), vaksin dapat diberikan untuk profilaksis pascapajanan. Artinya, vaksin diberikan pada orang yang dipastikan terpapar virus Monkeypox.

"Untuk kasus kontak, profilaksis pascapajanan (PEP) direkomendasikan dengan vaksin generasi kedua atau ketiga yang sesuai, idealnya dalam waktu empat hari setelah paparan pertama untuk mencegah timbulnya penyakit," tulis WHO.

(tim/asr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER