Petualangan 'Menguji Nyali' Tidur di Tengah Hutan Ubud
CNN Indonesia
Sabtu, 23 Jul 2022 16:09 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Belenggu bernama rutinitas di hutan beton hanya bisa dilepaskan dengan menghilang sejenak. Kata orang-orang, butuh healing. (Arsip Buahan Banyan Tree)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hiruk pikuk kota besar yang bising dengan suara klakson mobil yang bersahutan ditambah harus terbangun ditemani polusi udara yang tebal khas Jakarta membuat perasaan terkekang pada rutinitas makin kuat.
Belenggu bernama rutinitas di hutan beton hanya bisa dilepaskan dengan menghilang sejenak. Kata orang-orang, butuh healing.
Ubud yang dinobatkan sebagai kota terbaik ketiga di dunia tahun 2022 ini bisa jadi pilihan buat healing sejenak. Kalau orang-orang mencari pantai di Bali, tapi Bali bukan cuma pantai dan sunset. Di atas ketinggian Bali, Ubud menawarkan pemandangan alam yang terhampar bak hutan hijau yang asri dan menenangkan. Tak heran kalau banyak orang memilih Ubud untuk healing dan yoga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pernahkah Anda merasakan nikmatnya tidur di tengah 'hutan' ditemani alam dan hewan-hewan liar? Jangan ngaku berjiwa petualang kalau belum pernah tidur di tengah hutan asri di Ubud.
Anda bisa merasakan pengalaman ini di Resor Buahan A Banyan Tree Escape. Seperti janjinya soal escape, di sini Anda bakal bisa benar-benar melarikan diri dari kenyataan. Anda bakal merasakan pengalaman tidur di hutan bebas.
Tenang, Anda tak bakal dibiarkan benar-benar tidur di hutan dengan alas tikar dan tanpa selimut. Sebaliknya, Anda bakal menempati sebuah vila mewah lengkap dengan tempat tidur empuk, sofa, bathtub, sampai kolam renang pribadi. Semua khusus buat Anda dan pasangan. Oh iya, satu vila besar berukuran 168 meter persegi ini khusus ditempati dua orang saja, tak boleh lebih.
Selain itu, resor ini juga memiliki aturan lain yaitu tak boleh membawa anak-anak lantaran tempatnya yang seperti bukit dan berbatu sehingga tak cocok untuk anak.
Foto: Arsip Buahan Banyan Tree
No walls No doors
Butuh waktu sekitar 2 jam dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali Ketika sampai di resor di area Buahan Kaja Village ini. Sesampainya di sana, Anda tak akan menemukan lobi hotel konvensional di sini. Sebaliknya, Anda bakal disambut dengan pendopo kecil dengan kentongan besar. Anda harus memukulnya tiga kali sebagai tanda kehadiran.
Setelah selesai check-in, Anda akan diantar menuju vila. Tapi, Anda harus bersabar sebelum bisa menikmati kamar. Jalan naik turun harus dilalui. Beruntung kalau bisa Anda dapat kamar di atas dekat lobi. Namun jika Anda dapat kamar di bawah maka perjuangan Anda bakal cukup berat.
Meski demikian, pepohonan hijau dan suara burung berkicau bakal menemani perjalanan Anda. Jika tiba di malam hari, pendaran lampu-lampu petromak otomatis yang dipasang di tiang pancang jalan setapak bakal membantu menerangi jalan. Anggap saja tengah berkeliling satu desa yang asri.
Bukan perumpamaan yang berlebihan sebab resor ini dibangun di atas lahan berbukit seluas 4 hektar. Bayangkan berapa jarak yang harus ditempuh buat mengelilingi semua vila? jarak per vila pun juga cukup jauh satu sama lain.
Puspa Anggareni, Executive Assistant Manager Buahan, A Banyan Tree Escape mengungkapkan bahwa jarak antar vila berbeda-beda lantaran mengikuti kontur bukit.
"Jadi sejak awal, kami berkomitmen untuk mempertahankan kontur bukitnya. Setelah dilihat, dari lahan 4 hektar ini hanya bisa dibangun 16 vila saja, tidak lebih. Jadi jarak antar vila akan berjauhan. Selain itu ini juga agar masing-masing vila jadi lebih private."
Berbeda dengan hotel-hotel mewah pada umumnya, Buahan A Banyan Tree Escape ini punya konsep 'free.' Tak cuma membebaskan diri dari rutinitas, tapi hotel ini seolah ingin membebaskan fisik Anda dari kungkungan tembok.
Apalah artinya saat datang ke alam bebas namun masih dibatasi oleh sekat-sekat tembok dan hanya bisa memandang pepohonan dari balik jendela. Resor ini ingin benar-benar ingin membuat Anda bebas.
Sesampainya di vila, Anda bakal disambut dengan sebuah ruangan terbuka tanpa sekat. Seluruh bangunannya dibuat dari kayu ulin dari perahu boat yang 'memamerkan' kealamian kayunya, sekalipun bentuknya tak sempurna. Dari bentuknya, Anda pasti sudah paham jika mereka berupaya mengusung konsep sustainable.
Vila ini berbentuk seperti pendopo terbuka yang luas, tak ada pintu dan tak ada jendela kaca yang membatasi Anda dengan alam sekitar. Hanya Anda dan alam, tanpa batas.
Anda bebas memilih untuk menutup atau membuka tirai saat ingin tidur di malam hari. Buat Anda yang pemberani dan berjiwa petualang, tidur dengan tirai terbuka membuat Anda bernapas lega di alam tanpa polusi. Beruntung, di malam itu, hujan turun di Desa Buahan. Suara rintik hujan diiringi paduan suara kodok, jangkrik, sampai tokek yang saling bersahutan menambah syahdu pengalaman tidur di hutan malam itu.
Satu-satunya pembatas Anda dengan alam hanyalah helaian tirai yang melambai saat angin berembus. Di bagian terluar ada kerai bambu yang bisa menutupi seluruh area kamar. Dan di tempat tidur, ada kelambu tebal yang melindungi Anda dari serangan nyamuk. Agar tak sesak, di atas tempat tidur diberikan air breeze yang bisa diatur sesuai keinginan.
Di pagi hari, aroma tanah yang segar dan dedaunan hijau yang basah diguyur hujan sejak semalam membuat udaranya terasa bersih. Setiap vila memiliki layout dan pemandangan yang berbeda-beda. Tapi kini saatnya sarapan pagi.
Plant based Food di Teater 7 peaks
Perjalanan ke restoran menempuh jarak yang cukup bat Anda berkeringat. Namun jangan dulu mengeluh, di sini Anda bisa naik lift khusus untuk sampai ke jalan utama menuju ke restoran.
Tapi jangan anggap ini lift sungguhan, melainkan sebuah lift sederhana dari kayu dan berukuran kecil dan hanya ada satu. Anda bakal merasakan pengalaman naik lift terbuka yang bernama inclinator dari bukit 1 sampai 4 dikelilingi pepohonan. Tapi jangan tanya bagaimana rasanya saat malam hari.
Sampai di Open Kitchen, Anda bakal bisa menikmati aneka hidangan yang istimewa. Tak cuma itu, restoran ini didesain seperti dapur keluarga dengan island table modern tanpa sekat dengan tempat duduk. Sedangkan di salah satu sisinya terdapat sebuah tungku tradisional dengan kayu bakar dan juga periuk. Para chef memakainya untuk mengukus berbagai hidangan.
Para chef dan staf restoran pun terlihat bercengkrama ramah dengan tamunya sembari menawarkan berbagai hidangan lezat. Di sini, mereka mengandalkan hidangan plant base.
"Konsepnya adalah plant based, namun tak selalu berarti vegetarian. Kami mengupayakan untuk lebih sustainable dan zero waste farm to table concept," ucap Eka, Executive Chef Buahan, A Banyan Tree Escape.
"Jadi diusahakan dari satu bahan pangan bisa terpakai semuanya. Misalnya nanas, buahnya bisa jadi menu sarapan,daunnya bisa ditanam, dan kulitnya kami buat kombucha. Jadi tidak ada bagian yang terbuang."
Demi sustainable mereka juga memiliki kebun sayuran dan juga sawah organiknya sendiri. Kebun dan sawah ini juga dibuat demi mewujudkan cita-cita area konservasi taman kunang-kunang.
Tamu hotel juga menikmati berbagai hidangan 70 persen plant based yang dikombinasikan dengan teknik fermentasi. Beberapa yang berkesan antara lain hidangan chinese cabbage steak, winged bean, semangka fermentasi, burung puyuh, Ares, timbungan gurita, bebek betutu yang dimasak dengan oven tanah liat selama berjam-jam, sampai jukut kelor. Kelor juga menjadi hidangan spesial di sini dan diolah jadi berbagai hidangan termasuk kelor latte yang digadang-gadang dipakai sebagai pengganti matcha.
Sembari menikmati hidangan sehat dan lezat, Anda juga dimanjakan dengan pemandangan spektakuler, tujuh puncak gunung di Bali. Puspa bahkan menyebut ruang makan ini sebagai teater, tempat Anda disuguhkan berbagai pemandangan alam yang tak terduga. Sayangnya saat itu kabut tebal dan hujan rintik membuat tamu tak bisa melihat 7 peaks.
Foto: CNN Indonesia/Christina Andhika Kuliner plant based
Re-connect your heart
Saat menginap di sini, ada baiknya Anda tak punya jadwal acara yang padat. Lakukan semua yang tak bisa Anda lakukan di hari-hari Anda yang padat, termasuk jika itu sekadar tidur, rebahan, membaca buku, atau sekadar berendam di bathtub di kamar.
Mengusung konsep wellness and healing, resor ini juga menawarkan berbagai program wellness untuk menghubungkan kembali setiap sendi kehidupan Anda. Lewat sound healing misalnya, Anda akan diajak untuk bisa menyadari dan melepaskan semua energi negatif selama ini lewat tiap denting dan frekuensi singing bowl.
Buat Anda yang ingin melepaskan segala kepenatan yang lebih berat, bisa jadi upacara melukat bakal membantu. Melukat merupakan tradisi membersihkan pikiran dan jiwa secara spiritual. Sang pendeta Hindu yang memimpin upacara ini menyebut bahwa sebenarnya melukat bisa dilakukan siapapun, lantaran ini sebenarnya merupakan upacara budaya dan prosesi doanya pun dilakukan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing orang.
Jika ingin petualangan, trekking ke air terjun yang ada di bagian bawah hotel bakal jadi tantangan tersendiri. Setelah berjalan naik turun tangga ke air terjun selama 15 menit, sebuah air terjun bisa membuat Anda merasa tenang.
Sudah siap berpetualang di hutan?
Foto: Dok. Allo Bank
Jakarta, CNN Indonesia --
Hiruk pikuk kota besar yang bising dengan suara klakson mobil yang bersahutan ditambah harus terbangun ditemani polusi udara yang tebal khas Jakarta membuat perasaan terkekang pada rutinitas makin kuat.
Belenggu bernama rutinitas di hutan beton hanya bisa dilepaskan dengan menghilang sejenak. Kata orang-orang, butuh healing.
Ubud yang dinobatkan sebagai kota terbaik ketiga di dunia tahun 2022 ini bisa jadi pilihan buat healing sejenak. Kalau orang-orang mencari pantai di Bali, tapi Bali bukan cuma pantai dan sunset. Di atas ketinggian Bali, Ubud menawarkan pemandangan alam yang terhampar bak hutan hijau yang asri dan menenangkan. Tak heran kalau banyak orang memilih Ubud untuk healing dan yoga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pernahkah Anda merasakan nikmatnya tidur di tengah 'hutan' ditemani alam dan hewan-hewan liar? Jangan ngaku berjiwa petualang kalau belum pernah tidur di tengah hutan asri di Ubud.
Anda bisa merasakan pengalaman ini di Resor Buahan A Banyan Tree Escape. Seperti janjinya soal escape, di sini Anda bakal bisa benar-benar melarikan diri dari kenyataan. Anda bakal merasakan pengalaman tidur di hutan bebas.
Tenang, Anda tak bakal dibiarkan benar-benar tidur di hutan dengan alas tikar dan tanpa selimut. Sebaliknya, Anda bakal menempati sebuah vila mewah lengkap dengan tempat tidur empuk, sofa, bathtub, sampai kolam renang pribadi. Semua khusus buat Anda dan pasangan. Oh iya, satu vila besar berukuran 168 meter persegi ini khusus ditempati dua orang saja, tak boleh lebih.
Selain itu, resor ini juga memiliki aturan lain yaitu tak boleh membawa anak-anak lantaran tempatnya yang seperti bukit dan berbatu sehingga tak cocok untuk anak.
Foto: Arsip Buahan Banyan Tree
No walls No doors
Butuh waktu sekitar 2 jam dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali Ketika sampai di resor di area Buahan Kaja Village ini. Sesampainya di sana, Anda tak akan menemukan lobi hotel konvensional di sini. Sebaliknya, Anda bakal disambut dengan pendopo kecil dengan kentongan besar. Anda harus memukulnya tiga kali sebagai tanda kehadiran.
Setelah selesai check-in, Anda akan diantar menuju vila. Tapi, Anda harus bersabar sebelum bisa menikmati kamar. Jalan naik turun harus dilalui. Beruntung kalau bisa Anda dapat kamar di atas dekat lobi. Namun jika Anda dapat kamar di bawah maka perjuangan Anda bakal cukup berat.
Meski demikian, pepohonan hijau dan suara burung berkicau bakal menemani perjalanan Anda. Jika tiba di malam hari, pendaran lampu-lampu petromak otomatis yang dipasang di tiang pancang jalan setapak bakal membantu menerangi jalan. Anggap saja tengah berkeliling satu desa yang asri.
Bukan perumpamaan yang berlebihan sebab resor ini dibangun di atas lahan berbukit seluas 4 hektar. Bayangkan berapa jarak yang harus ditempuh buat mengelilingi semua vila? jarak per vila pun juga cukup jauh satu sama lain.
Puspa Anggareni, Executive Assistant Manager Buahan, A Banyan Tree Escape mengungkapkan bahwa jarak antar vila berbeda-beda lantaran mengikuti kontur bukit.
"Jadi sejak awal, kami berkomitmen untuk mempertahankan kontur bukitnya. Setelah dilihat, dari lahan 4 hektar ini hanya bisa dibangun 16 vila saja, tidak lebih. Jadi jarak antar vila akan berjauhan. Selain itu ini juga agar masing-masing vila jadi lebih private."
Berbeda dengan hotel-hotel mewah pada umumnya, Buahan A Banyan Tree Escape ini punya konsep 'free.' Tak cuma membebaskan diri dari rutinitas, tapi hotel ini seolah ingin membebaskan fisik Anda dari kungkungan tembok.
Apalah artinya saat datang ke alam bebas namun masih dibatasi oleh sekat-sekat tembok dan hanya bisa memandang pepohonan dari balik jendela. Resor ini ingin benar-benar ingin membuat Anda bebas.
Sesampainya di vila, Anda bakal disambut dengan sebuah ruangan terbuka tanpa sekat. Seluruh bangunannya dibuat dari kayu ulin dari perahu boat yang 'memamerkan' kealamian kayunya, sekalipun bentuknya tak sempurna. Dari bentuknya, Anda pasti sudah paham jika mereka berupaya mengusung konsep sustainable.
Vila ini berbentuk seperti pendopo terbuka yang luas, tak ada pintu dan tak ada jendela kaca yang membatasi Anda dengan alam sekitar. Hanya Anda dan alam, tanpa batas.
Anda bebas memilih untuk menutup atau membuka tirai saat ingin tidur di malam hari. Buat Anda yang pemberani dan berjiwa petualang, tidur dengan tirai terbuka membuat Anda bernapas lega di alam tanpa polusi. Beruntung, di malam itu, hujan turun di Desa Buahan. Suara rintik hujan diiringi paduan suara kodok, jangkrik, sampai tokek yang saling bersahutan menambah syahdu pengalaman tidur di hutan malam itu.
Satu-satunya pembatas Anda dengan alam hanyalah helaian tirai yang melambai saat angin berembus. Di bagian terluar ada kerai bambu yang bisa menutupi seluruh area kamar. Dan di tempat tidur, ada kelambu tebal yang melindungi Anda dari serangan nyamuk. Agar tak sesak, di atas tempat tidur diberikan air breeze yang bisa diatur sesuai keinginan.
Di pagi hari, aroma tanah yang segar dan dedaunan hijau yang basah diguyur hujan sejak semalam membuat udaranya terasa bersih. Setiap vila memiliki layout dan pemandangan yang berbeda-beda. Tapi kini saatnya sarapan pagi.
Plant based Food di Teater 7 peaks
Foto: Arsip Buahan Banyan Tree
Plant based Food di Teater 7 peaks
Perjalanan ke restoran menempuh jarak yang cukup bat Anda berkeringat. Namun jangan dulu mengeluh, di sini Anda bisa naik lift khusus untuk sampai ke jalan utama menuju ke restoran.
Tapi jangan anggap ini lift sungguhan, melainkan sebuah lift sederhana dari kayu dan berukuran kecil dan hanya ada satu. Anda bakal merasakan pengalaman naik lift terbuka yang bernama inclinator dari bukit 1 sampai 4 dikelilingi pepohonan. Tapi jangan tanya bagaimana rasanya saat malam hari.
Sampai di Open Kitchen, Anda bakal bisa menikmati aneka hidangan yang istimewa. Tak cuma itu, restoran ini didesain seperti dapur keluarga dengan island table modern tanpa sekat dengan tempat duduk. Sedangkan di salah satu sisinya terdapat sebuah tungku tradisional dengan kayu bakar dan juga periuk. Para chef memakainya untuk mengukus berbagai hidangan.
Para chef dan staf restoran pun terlihat bercengkrama ramah dengan tamunya sembari menawarkan berbagai hidangan lezat. Di sini, mereka mengandalkan hidangan plant base.
"Konsepnya adalah plant based, namun tak selalu berarti vegetarian. Kami mengupayakan untuk lebih sustainable dan zero waste farm to table concept," ucap Eka, Executive Chef Buahan, A Banyan Tree Escape.
"Jadi diusahakan dari satu bahan pangan bisa terpakai semuanya. Misalnya nanas, buahnya bisa jadi menu sarapan,daunnya bisa ditanam, dan kulitnya kami buat kombucha. Jadi tidak ada bagian yang terbuang."
Demi sustainable mereka juga memiliki kebun sayuran dan juga sawah organiknya sendiri. Kebun dan sawah ini juga dibuat demi mewujudkan cita-cita area konservasi taman kunang-kunang.
Tamu hotel juga menikmati berbagai hidangan 70 persen plant based yang dikombinasikan dengan teknik fermentasi. Beberapa yang berkesan antara lain hidangan chinese cabbage steak, winged bean, semangka fermentasi, burung puyuh, Ares, timbungan gurita, bebek betutu yang dimasak dengan oven tanah liat selama berjam-jam, sampai jukut kelor. Kelor juga menjadi hidangan spesial di sini dan diolah jadi berbagai hidangan termasuk kelor latte yang digadang-gadang dipakai sebagai pengganti matcha.
Sembari menikmati hidangan sehat dan lezat, Anda juga dimanjakan dengan pemandangan spektakuler, tujuh puncak gunung di Bali. Puspa bahkan menyebut ruang makan ini sebagai teater, tempat Anda disuguhkan berbagai pemandangan alam yang tak terduga. Sayangnya saat itu kabut tebal dan hujan rintik membuat tamu tak bisa melihat 7 peaks.
Foto: CNN Indonesia/Christina Andhika Kuliner plant based
Re-connect your heart
Saat menginap di sini, ada baiknya Anda tak punya jadwal acara yang padat. Lakukan semua yang tak bisa Anda lakukan di hari-hari Anda yang padat, termasuk jika itu sekadar tidur, rebahan, membaca buku, atau sekadar berendam di bathtub di kamar.
Mengusung konsep wellness and healing, resor ini juga menawarkan berbagai program wellness untuk menghubungkan kembali setiap sendi kehidupan Anda. Lewat sound healing misalnya, Anda akan diajak untuk bisa menyadari dan melepaskan semua energi negatif selama ini lewat tiap denting dan frekuensi singing bowl.
Buat Anda yang ingin melepaskan segala kepenatan yang lebih berat, bisa jadi upacara melukat bakal membantu. Melukat merupakan tradisi membersihkan pikiran dan jiwa secara spiritual. Sang pendeta Hindu yang memimpin upacara ini menyebut bahwa sebenarnya melukat bisa dilakukan siapapun, lantaran ini sebenarnya merupakan upacara budaya dan prosesi doanya pun dilakukan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing orang.
Jika ingin petualangan, trekking ke air terjun yang ada di bagian bawah hotel bakal jadi tantangan tersendiri. Setelah berjalan naik turun tangga ke air terjun selama 15 menit, sebuah air terjun bisa membuat Anda merasa tenang.