Jakarta, CNN Indonesia -- Berjalan-jalan ke Sumatera Utara tak melulu harus menikmati wisata alam seperti Danau Toba. Di Tanah Batak ini juga tersedia sederet kuliner lezat yang bisa Anda cicipi ketika berwisata.
Misalnya di Kota Pematang Siantar dan Medan. Makanan yang disajikan bukan hanya lezat, tapi juga legendaris, mulai dari kopi, makanan unik, hingga kue-kue khas Eropa.
Berikut CNNIndonesia.com rangkum rekomendasi kuliner di Kota Pematang Siantar dan Medan yang enak, lezat, dan halal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kopi Massa Kok Tong
Jika Anda penggemar kopi, Kedai Kopi Massa Kok Tong bisa jadi salah satu pilihan wisata kuliner ketika ke Pematang Siantar.
Kedai ini terletak di persimpangan Jalan Dr Wahidin dan Jalan Cipto. Berdiri sejak 1925, kedai kopi ini merupakan salah satu yang paling legendaris di Siantar hingga Medan.
Meski berumur hampir 100 tahun, ternyata pengunjung yang datang kebanyakan anak-anak muda. Mereka menghabiskan waktu di sana untuk sekadar ngopi maupun nongkrong dengan teman-teman.
Kedai ini hanya menyediakan minuman seperti kopi hitam, kopi susu, hingga teh tarik dan camilan roti bakar srikaya. Untuk segelas kopi hitam ala Medan, Anda hanya perlu mengeluarkan uang Rp10 ribu.
Di pinggir kedai kopi itu terdapat sejumlah gerobak penjual makanan yang tak berhubungan langsung dengan Kopi Massa Kok Tong. Deretan gerobak itu menyajikan menu alternatif, mulai dari bakpau hingga mie ayam.
 Burung Goreng di RM Beringin Indah 2 Siantar (Foto: CNN Indonesia/Damar Iradat) |
Burung Goreng
Jika tak puas dengan sekadar ngopi, Anda bisa menjajal menyantap burung goreng di Siantar. Salah satu restoran yang menyediakan menu burung goreng yakni Rumah Makan Beringin Indah 2 yang berlokasi di Jalan Pematang Siantar-Tebing Tinggi.
Restoran yang berlokasi di Jalan terkenal dengan menu khasnya, burung goreng. Variasi menu burung goreng pun ada tiga, yakni burung puyuh goreng, burung ruak-ruak goreng, dan burung puyuh bangkok.
Untuk satu ekornya, burung puyuh goreng dihargai Rp15 ribu, sementara burung ruak-ruak goreng Rp20 ribu.
Selain burung goreng, restoran ini menyajikan menu-menu seperti kebanyakan restoran khas Indonesia lainnya, semisal tumis kangkung, gado-gado, hingga ayam goreng.
Menu-menu di RM Beringin Indah 2 tergolong murah. Untuk seporsi gado-gado hanya dihargai Rp16 ribu, sementara tumis kangkung Rp13 ribu, serta tahu dan tempe goreng Rp15 ribu.
 Foto: iStockphoto/whitewish Ilustrasi Mie Instan |
Mi Bangladesh
Beranjak ke Medan, salah satu rekomendasi wisata kuliner di 'Paris van Sumatra' adalah Mi Bangladesh. Anda bisa menemukan kuliner ini di Jalan Haji Misbah.
Di sepanjang Jalan Haji Misbah berderet warung yang menjajakan Mi Bangladesh, namun salah satu warung yang paling tersohor yakni Warkop AGEM.
Mie Bangladesh merupakan salah satu kuliner unik dari Medan. Pasalnya, hidangan ini terbuat dari mi instan biasa, namun disajikan dengan cara memasak yang berbeda, yakni ditambah bumbu rempah khas Aceh.
Pengunjung juga dapat menambah sajian itu dengan telur setengah matang atau sate kerang. Selain Mi Bangladesh, di sini juga tersedia Mi Srilanka atau martabak mi. Untuk satu porsinya dihargai sekitar Rp13 ribu hingga Rp15 ribu.
Dua Rekomendasi Wisata Kuliner Sumatera Utara Lainnya
Kue khas Eropa dan Belanda di Restoran Tip Top. (Foto: CNN Indonesia/Damar Iradat)
Nasi Goreng Pemuda
Kuliner malam lainnya di Kota Medan yakni Nasi Goreng Pemuda yang berada di samping Gedung Juang 45 Medan.
Dari luar memang kelihatannya kedai nasi goreng ini tak berbeda dari kedai-kedai lainnya. Namun, ketika mencicipi, sensasi berbeda akan ada rasakan.
Nasi goreng dengan bumbu rempah bercita rasa khas ini dilengkapi irisan ayam dan telur goreng mata sapi. Anda juga bisa menikmatinya dengan tambahan sate kerang maupun sate telur puyuh.
Harga juga tergolong murah. Untuk satu porsi nasi goreng pemuda hanya dibanderol sekitar Rp17 ribu.
 ilustrasi nasi goreng (Foto: iStockphoto/whitewish) |
Kue Khas Eropa Ala Tip Top
Wisata kuliner di Kota Medan tak lengkap rasanya jika tak mengunjungi Restoran Tip Top. Restoran yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kesawan ini merupakan salah satu kuliner legendaris.
Mulanya, restoran ini pertama berdiri pada tahun 1929 di Jalan Pandu, Medan dengan nama Jangkie sesuai nama pemiliknya. Ketika itu, Restoran Jangkie menjual pelbagai macam roti dan kue hasil olahan sendiri.
Kemudian, baru pada tahun 1934 restoran Jangkie pindah ke Jalan Ahmad Yani dan berubah nama menjadi Tip Top yang bermakna 'prima' atau 'sempurna'.
Menu-menu roti, kue, hingga es krim jadul ala Belanda jadi andalan Tip Top, mulai dari Blackforest hingga Mocha Cake. Ketika gigitan pertama, Anda akan merasakan sensasi tengah memakan kue buatan nenek.
Kemudian, Anda juga harus mencoba es krim Ystaart, es krim tiga rasa; cokelat, vanilla, dan strawberry, dikombinasikan dengan fruit cocktail di tengah dan bolu di bagian bawah.
Selain kue-kue khas Eropa, Tip Top juga menyediakan makanan berat seperti Bistik Lidah Lembu.
Tip Top juga memiliki menu andalan lainnya, Bitterballen. Makanan ini merupakan khas Belanda dari daging yang dibalut tepung roti berisikan keju di dalamnya.
Tak semua menu di Tip Top khas Belanda. Restoran ini juga menyajikan makanan khas Cina, di antaranya I Fu Mie Goreng Saus dan Steak Sapi Ala Hongkong.
Selain makanan khas Belanda dan Cina, Tip Top juga menyajikan makanan khas Indonesia. Di antaranya Gado-gado dan Gule Kepala Ikan Kakap.
Anda juga cukup merogoh kocek mulai dari Rp9.000 untuk sepotong kue hingga Rp89.000 untuk satu porsi Steak Lidah Lembu.