15 Mitos HIV AIDS yang Tak Perlu Lagi Dipercaya
7. Menular lewat pakaian bekas
Sebagian orang merasa perlu mencuci pakaian second hand alias pakaian bekas dengan air mendidih. Tujuannya bukan soal kebersihan tetapi demi terhindar dari penularan HIV/AIDS. Namun anggapan ini sama sekali tidak benar.
Penularan virus dapat melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian (terutama untuk NAPZA), hubungan seks yang tidak aman dan pemberian ASI pada bayi.
8. Menular lewat pembalut yang terkontaminasi
Sempat beredar info mengenai pembalut dengan barcode tertentu yang mengandung virus HIV. Padahal tidak benar jika virus dapat menular lewat pembalut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
9. Menular dari tukang periksa diabetes dan kolesterol keliling
Jarum untuk pemeriksaan diabetes dan kolesterol tidak memiliki lubang penyimpan darah. Virus HIV yang berada di udara bebas akan mati dalam kurun waktu kurang dari semenit.
10. ODHA sebaiknya tidak mengonsumsi Antiretroviral (ARV) karena bisa merusak hati dan ginjal
Hingga kini, obat yang tepat dikonsumsi ODHA adalah ARV. Sebagai ODHA, Ratri telah empat tahun mengonsumsi ARV dan hingga kini ia tidak mengalami masalah pada organ hati maupun ginjal.
11. Menular lewat tusuk gigi
Ahli penyakit tropik dan infeksi RSCM Erni Juwita Nelwan mengungkapkan bahwa ini risiko tusuk gigi menyebarkan HIV ini sangatlah kecil.
Saliva atau air ludah memang bisa menjadi tempat bersarangnya HIV. Namun demikian, HIV tidak serta-merta bisa menempel dan bertahan hidup terlalu lama di tusuk gigi.
Foto: ANTARA FOTO/Zainuddin MNilustrasi baju bekas |
12. Heteroseksual tidak perlu khawatir tertular HIV
HIV tidak peduli orientasi seksual Anda tetapi aktivitas seksualnya. Jika dirunut dari sejarahnya, kebetulan di awal kasus penularan terjadi di kalangan homoseksual.
Namun berjalannya waktu, orientasi seksual tidak berhubungan dengan penularan virus.
Data Kemenkes (Oktober-Desember 2019) menunjukkan yang heteroseksual itu 70 persen positif HIV, sedangkan yang homoseksual 20 persen.
"Yang heteroseksual merasa aman, hidup baik, tidak nakal, enggak melakukan ini itu, sayangnya masalah penularan bukan dari orientasi seksual tapi aktivitas seksualnya."
13. ODHIV tidak boleh punya anak karena pasti tertular
Saat ini, banyak ODHIV/ODHA hidup seperti orang-orang pada umumnya bahkan berkeluarga dan memiliki anak dengan negatif HIV.
Ahli menjelaskan saat virus di tubuh ibu dinyatakan tak terdeteksi (viral load undetected), ibu tidak akan menularkan ke anak.
[ODHIV/ODHA] harus rutin ARV. Kondisi viral load undetected itu enggak permanen, harus ada upaya mempertahankan. Kalau ARV terputus dalam jangka waktu lama, viral load bisa naik apalagi ditambah stres, tidak menjaga stamina tubuh.
Lihat Juga : |
14. Berhubungan Seksual pertama kali tidak dapat menyebabkan HIV
Banyak yang menganggap jika berhubungan seksual untuk pertama kali maka tidak akan menularkan HIV. Faktanya, Penularan HIV bisa kapan saja apabila dilakukannya dengan orang yang mengidap HIV, walaupun hanya sekali.
15. Digigit nyamuk
Faktanya nyamuk tidak memberikan darah kepada kita. Tetapi nyamuk menghisap darah. Jadi hal ini tidak akan membuat kita tertular dan jadi mitos HIV AIDS.
(chs)[Gambas:Video CNN]

Foto: ANTARA FOTO/Zainuddin MN
