9 Penyebab Rambut Rontok, Kenali agar Tak Makin Parah

CNN Indonesia
Selasa, 27 Sep 2022 14:30 WIB
Ada beragam faktor yang menjadi penyebab rambut rontok parah. Mulai dari perawatan yang salah, hormon, stres, dan banyak lagi. Ilustrasi. Ada beragam faktor yang menjadi penyebab rambut rontok parah. Mulai dari perawatan yang salah, hormon, stres, dan banyak lagi. (Foto: iStock/Dima Berlin)
, CNN Indonesia --

Rambut rontok sebenarnya adalah kondisi yang wajar terjadi. Ada beragam faktor yang menjadi penyebab rambut rontok. Mulai dari perawatan yang salah, hormon, stres, dan banyak lagi.

Untuk dapat mengatasinya secara tepat, tentu Anda perlu mengetahui dulu apa saja penyebab rambut rontok parah.

Jika Anda mendapati sekitar 50 hingga 100 helai rambut yang rontok setiap harinya, itu masih dalam kategori normal. Jumlah tersebut tidak akan membuat Anda mengalami kebotakan. Mengingat, rambut baru juga akan tumbuh menggantikan rambut yang rontok.

Namun, Anda patut waspada jika mendapati rambut rontok lebih dari 100 helai per harinya disertai dengan pertumbuhan rambut yang lambat atau terhambat. Sebab, hal ini dapat membuat rambut menipis bahkan botak.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut hal-hal yang menyebabkan rambut rontok.

1. Faktor genetik

Faktor pertama yang menyebabkan rambut mengalami kerontokan adalah faktor genetik. Mengutip laman MayoClinic, apabila orang tua Anda memiliki masalah kerontokan parah pada rambut, maka peluang Anda untuk mengalami hal serupa lebih besar.

Gejala dari rambut rontok ini biasanya sudah terlihat di usia muda dan semakin parah dengan bertambahnya umur. Jika permasalahan ini tidak segera Anda atasi, maka jangan heran jika rambut Anda mulai menipis meski di usia yang tergolong masih muda.

2. Kekurangan asupan vitamin dan protein

Assortment of high vitamin B sources on dark background: milk, liver, olive oil, tomatoes, prawns, peanuts, beef, spinach, salmon, keshew, cheese, haricot. Top view.Ilustrasi. Salah satu penyebab rambut rontok adalah kurangnya asupan vitamin. (iStockphoto/LumenSt)

Kurangnya asupan vitamin dan protein juga dapat memicu rambut rontok. Bukan hanya tubuh yang memerlukan vitamin dan protein yang cukup, tetapi rambut juga memerlukan asupan nutrisi yang sama.

Saat seseorang kekurangan vitamin B dan protein, maka kekuatan pada rambut akan berkurang. Selain menyebabkan rambut menjadi lebih rapuh, pertumbuhan rambut baru pun juga akan terhambat.

3. Stres

Stres, depresi, ataupun gangguan mental lainnya ternyata juga berdampak pada kesehatan rambut. Stres fisik maupun emosional yang dialami seseorang dapat mengganggu hormon dan memicu kerontokan.

Akan tetapi, kerontokan rambut yang disebabkan oleh stres ini hanya bersifat sementara asalkan Anda bisa mengendalikan stres dengan baik.

Mengutip WebMd, mengatasi rambut rontok akibat stres bisa dengan menerapkan diet sehat, penuhi kebutuhan vitamin dan mineral, serta kelola stres dengan melakukan hal yang menyenangkan seperti meditasi, menulis jurnal, dan sebagainya.

4. Kesalahan memperlakukan rambut

https://www.istockphoto.com/id/foto/gadis-menghaluskan-rambut-keriting-dengan-pelurus-rambut-curling-iron-gm1334454814-416568936?phrase=straightens%20hairFoto: iStockphoto/Roman Budnyi)

Seringkali orang tak menyadari bahwa salah dalam memperlakukan rambut dapat membuatnya rontok. Sebut saja kebiasaan seperti keramas tiap hari, mengikat rambut terlalu kencang, dan menyisir rambut dalam keadaan basah.

Hal ini akan diperparah dengan penggunaan alat styling rambut yang menggunakan panas seperti hair dryer dan alat catok rambut yang akan membuat rambut berkurang kekuatannya.

5. Faktor usia

Semakin bertambahnya usia, maka kekuatan rambutnya juga akan perlahan akan berkurang. Selain itu, pertumbuhan rambut juga mulai menurun sehingga rentan menyebabkan kerontokan dan kebotakan jika tidak mendapat perawatan yang tepat.

6. Pascamelahirkan

ilustrasi ibu menyusuiIlustrasi. Salah satu penyebab rambut rontok adalah penurunan kadar estrogen pada ibu baru melahirkan. (Istockphoto/ Petrunjela)

Sesaat setelah melahirkan, biasanya ibu baru akan mengalami rambut rontok. Hal ini wajar terjadi sebab tubuh mengalami penurunan kadar estrogen. Umumnya, kerontokan rambut mencapai puncaknya sekitar empat bulan setelah melahirkan.

Selain itu, beberapa kondisi yang membuat stres juga akan membuat rambut rontok. Namun seiring dengan berjalannya waktu, kerontokan rambut akan berkurang.

7. PCOS

Mengutip laman Healthline, polycystic ovary syndrome (PCOS) merupakan salah satu gangguan ketidakseimbangan hormon yang dampaknya bisa menyebabkan kerontokan rambut pada sebagian wanita.

Ketika mengalami PCOS, tubuh wanita akan lebih banyak menghasilkan hormon pria, yaitu androgen. Kadar hormon androgen yang berlebih ini dapat menyebabkan rambut di kepala menjadi menipis, terutama di dekat bagian depan kulit kepala.

Rambut rontok akibat masalah PCOS tidak akan tumbuh kembali dengan sendirinya. Namun, dengan perawatan yang tepat bisa membantu merangsang pertumbuhan rambut baru.

8. Infeksi kulit kepala

a young woman scratches her scalp and hair with her fingers. Hair health concept, scalp and hair careIlustrasi. Salah satu penyebab rambut rontok adalah infeksi kulit kepala. (Foto: iStockphoto/Mikhail Azarov)

Infeksi kulit kepala juga menjadi salah satu penyebab dari rambut rontok. Kulit kepala yang terinfeksi akan membuat akar rambut menjadi lemah.

Gejalanya adalah munculnya area bersisik, peradangan, dan seperti titik-titik hitam kecil di kulit kepala.

9. Penyakit tertentu

Beberapa penyakit juga diketahui menjadi penyebab rambut rontok. Misalnya, infeksi menular seksual (IMS), HIV, dan gangguan tiroid.

Gangguan tiroid misalnya, yang kurang atau justru menghasilkan terlalu banyak hormon tertentu. Ketika produksi hormon terganggu, hal itu dapat memengaruhi proses lain dalam tubuh, termasuk perkembangan rambut di akar. 

(ahd/fef)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER