4 Cara Atasi Trauma karena Perselingkuhan, Sakit Tapi Bisa Pulih

CNN Indonesia
Senin, 05 Des 2022 08:51 WIB
Perselingkuhan masih jadi ancaman bagi banyak pasangan. Tak sedikit perselingkuhan yang menyisakan trauma. Berikut cara mengatasi trauma akibat perselingkuhan. Ilustrasi. Ada beberapa cara mengatasi perselingkuhan yang bisa diikuti. (iStock/PonyWang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sampai saat ini, perselingkuhan masih jadi ancaman bagi banyak pasangan. Tak cuma suami istri, tapi juga pasangan yang belum menikah.

Jangan salah, perselingkuhan juga bisa memicu trauma. Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Nurul Hartini mengatakan, seberapa kecil tindakan ketidaksetiaan yang dilakukan dapat menyebabkan dampak psikologis terhadap pasangan yang diselingkuhi.

"Setiap kejadian yang tidak diinginkan dapat menimbulkan situasi stres yang secara psikologis tidak sehat. Namun, sekali lagi bila dikatakan traumatis, maka kita harus mengaitkannya terhadap kualitas dan kuantitas kejadian," kata Nurul dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan seperti timbulnya trauma, Nurul menyarankan untuk melakukan evaluasi diri sendiri. Tak cuma itu, strategi coping juga dapat dilakukan secara efektif.

Coping merupakan respons pikiran dan perilaku yang bertujuan untuk mengatasi konflik yang muncul akibat tersebut.

Berikut beberapa strategi coping untuk menghilangkan trauma setelah diselingkuhi oleh pasangan, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.

1. Hadapi perasaan Anda sendiri

Wajar jika Anda ingin menghindari memikirkan peristiwa traumatis. Namun, mengisolasi diri dari orang sekitar bukanlah cara yang sehat ataupun efektif untuk mengatasi trauma.

Secara bertahap, cobalah kembali ke rutinitas normal untuk menghadapi perasaan Anda sendiri.

2. Cari dukungan

Ilustrasi berkumpul dengan temanIlustrasi. Cari dukungan dari orang terdekat, salah satu cara mengatasi trauma akibat perselingkuhan. (iStock/Todor Tsvetkov)

Dukungan sosial dari orang-orang terdekat juga sangat dibutuhkan dalam hal ini. Jika Anda merasa siap untuk mendiskusikan peristiwa traumatis, Anda dapat berbicara dengan teman atau keluarga terdekat.

3. Merawat diri sendiri

Lakukan yang terbaik untuk diri sendiri. Mulai dari mengonsumsi makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik, dan tidur malam yang berkualitas.

Kemudian, carilah strategi coping sehat lainnya seperti seni, musik, meditasi, relaksasi, dan menghabiskan waktu di alam.

4. Melatih kesabaran

Reaksi negatif atas peristiwa yang menyedihkan adalah normal. Resapi semuanya perlahan-lahan selagi Anda memulihkan diri.

Yang Anda perlukan hanya bersabar. Seiring berlalunya hari, gejala trauma pada diri akan mulai membaik secara bertahap.

(del/asr)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER