Kemenkes Soal 152 Gangguan Ginjal Akut Misterius: Tak Terkait Covid

Tim | CNN Indonesia
Sabtu, 15 Okt 2022 13:24 WIB
Kemenkes memastikan 152 kasus gangguan ginjal akut misterius yang dilaporkan Ikatan Dokter Anak Indonesia tak berhubungan dengan Covid. Kemenkes memastikan 152 kasus gangguan ginjal akut misterius yang dilaporkan Ikatan Dokter Anak Indonesia tak berhubungan dengan Covid. Foto: iStockphoto/SvetaZi
Jakarta, CNN Indonesia --

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal yang diidentifikasi di Indonesia per Jumat (14/10) mencapai 152 orang.

Angka itu menjadi lonjakan kasus bulanan tertinggi tercatat terjadi pada September 2022 dengan 76 kasus yang dilaporkan.

Ratusan kasus itu didapatkan dari 16 provinsi di Indonesia. Temuan kasus terbanyak terjadi di DKI Jakarta dengan 49 kasus, kemudian Jawa Barat 24 kasus, dan Sumatera Barat 21 kasus.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kemudian memastikan fenomena lonjakan kasus penyakit ini tidak ada keterkaitan dengan infeksi virus corona (Covid-19).

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyampaikan hal itu merespons dugaan adanya keterkaitan antara penyakit gagal ginjal misterius pada anak dengan Covid-19.

"Tidak kalau itu (terkait Covid-19), sudah pasti tidak," kata Nadia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (14/10).

Nadia mengatakan pemerintah bersama stakeholder hingga kini terus melakukan penyelidikan terhadap kemunculan kasus tersebut.

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan juga telah menerbitkan surat edaran Nomor HK.02.92/I/3305/2022 tentang Tatalaksana dan Manajemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal.

Selain itu, Kemenkes juga tengah koordinasi dengan para ahli kesehatan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mengadakan investigasi terkait kasus mirip di Gambia, Afrika Barat untuk mengetahui penyebabnya.

[Gambas:Video CNN]



Berdasarkan hasil diskusi dengan tim kesehatan dari Gambia, Afrika Barat yang telah memiliki kasus serupa, ada dugaan ke arah konsumsi obat anak yang mengandung etilen glikol.

Kendati demikian, untuk kasus di Indonesia pihaknya belum menemukan cukup bukti adanya keterkaitan dengan kandungan obat yang dikonsumsi para pasien.

"Kalau obat sampai saat ini dari pasien yang ada tidak ditemukan kandungannya, tapi belum bisa jadi kesimpulan ya. Oleh karena itu masih dikaji terus," ujar Nadia.

Saran untuk orang tua di sebelah...

Orang Tua Diminta Waspada Gejala Gangguan Ginjal Anak

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER