Panduan Liburan ke Jepang, Jangan Lupa Bikin Itinerary Ya!
CNN Indonesia
Senin, 17 Okt 2022 17:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kastil Nagoya, obyek wisata di Jepang. (Foto: CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
Jakarta, CNN Indonesia --
Jepang telah membuka perbatasan pada 11 Oktober 2022. Jepang juga menaikkan batas jumlah kedatangan dan mengakhiri persyaratan paket wisata yang berlaku sebelumnya.
Selain itu, Jepang membebaskan visa untuk turis dari 68 negara dan wilayah. Kebijakan pemerintah Jepang itu langsung direspons positif oleh wisatawan mancanegara.
Hal itu terbukti dengan banyaknya wisatawan berbagai negara yang langsung menyambangi Negeri Sakura tersebut usai perbatasan dibuka. Kamu yang sudah kangen untuk berkunjung ke Jepang, mungkin bisa mulai mempertimbangkan liburan ke sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jepang memang punya sederet destinasi wisata yang indah dan mengagumkan, ditambah onsen (pemandian air panas) dan pesona bunga sakura yang mekar. Belum lagi wisata kuliner yang juga jadi andalan Negeri Matahari Terbit itu.
Untuk liburan ke Jepang, tentu kamu mesti melakukan persiapan yang matang. Kendati telah membuka perbatasan, Beberapa aturan tetap berlaku, yakni turis diharuskan menunjukkan bukti vaksinasi atau tes virus corona negatif yang diambil tiga hari sebelum keberangkatan.
Wisatawan masih harus mengikuti pedoman kesehatan demi meminimalisasi akibat pandemi, termasuk memakai masker dan penggunaan hand sanitizer.
Bunga sakura bermekaran di Kota Tokyo, Jepang. (Foto: AP/Eugene Hoshiko)
Berikut panduan untuk kamu yang ingin liburan ke Jepang.
Itinerary Terperinci
Sebelum liburan ke Jepang, kamu perlu membuat itinerary atau rencana perjalanan. Catat destinasi-destinasi wisata yang akan kamu datangi di Jepang, lalu transportasi apa saja yang akan ditumpangi selama di sana, termasuk lokasi halte atau stasiunnya.
Ketahui biaya masuk tempat wisata dan transportasinya. Pilih penginapan yang lokasinya strategis dengan tujuan-tujuan wisatamu dan harganya cocok di kantong.
Jangan lupa bawa uang tunai minimal 10 ribu Yen, karena ini aturan untuk turis di Jepang. Tapi, kamu bisa memecah uang tunai itu ke beberapa tempat penyimpanan, tujuannya agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti kehilangan, maka tidak semua uang tunai kamu raib.
Paspor dan Visa
Liburan ke Jepang wajib membutuhkan paspor dan visa. Paspor harus masih berlaku minimal 6 bulan sebelum kedaluwarsa. Kamu mesti memiliki visa jenis single entry atau multiple entry untuk bisa sampai ke Jepang.
Pemilik e-paspor bisa mendaftarkan diri ke Kedutaan Besar Jepang di Indonesia untuk memperoleh visa waiver. Cek kembali kelengkapan dokumen sebelum berangkat. Jangan lupa selalu bawa identitas seperti paspor dan visa selama bepergian di Jepang.
Penginapan dan Tiket Pesawat
Kamu sebaiknya sudah memesan tiket pesawat pulang-pergi ke Jepang sejak masih berada di Indonesia. Demikian pula dengan penginapan selama di Negeri Sakura tersebut, sebaiknya sudah di pesan saat sebelum berangkat.
Kamu perlu menentukan berapa lama liburan di Jepang. Memesan tiket pesawat dari jauh-jauh hari ada kemungkinan memperoleh harga lebih murah. Cetak semua kode pemesanan pesawat dan hotel di kertas, agar jika terjadi sesuatu, kamu masih menyimpan datanya.
Cek Barang Bawaan
Jika kamu termasuk yang tidak tahan cuaca dingin, ada baiknya membawa baju tebal dan hangat selama di Jepang. Perlengkapan gadget jangan sampai tertinggal di tanah air seperti ponsel dan chargernya. Bagi kamu yang suka fotografi dan membawa kamera sendiri, cek kembali peralatannya.
Transportasi
Kereta merupakan salah satu moda transportasi favorit di Jepang. Kamu bisa membeli Japan Rail Pass untuk keliling Jepang supaya biaya yang kamu keluarkan lebih hemat dibanding membeli satu per satu rute perjalanan selama liburan di Jepang.
Bahasa
Penggunaan bahasa Jepang sangat mendominasi di masyarakatnya, karena kebanyakan orang Jepang tidak nyaman dengan bahasa Inggris lisan sehari-hari.
Di pusat-pusat wisata besar, seperti Tokyo dan Kyoto, bahasa Inggris lebih umum. Staf hotel, dan beberapa staf restoran, berbicara bahasa Inggris dengan cukup baik.
Namun, di banyak tempat, sejumlah penduduk akan menggunakan fitur terjemahan di ponsel mereka untuk memudahkan komunikasi dengan turis asing. Kamu juga bisa melakukan hal serupa. Tapi menyapa atau mencoba memakai bahasa Jepang dasar kepada peduduk setempat akan membuat kamu disambut lebih hangat.
Internetan
Tak lengkap bila liburan di Jepang tanpa mengunggah foto dan momen seru di akun media sosial kamu. Kamu bisa dengan mudah menyewa Wi-Fi portable selama di Jepang, agar liburan kamu semakin seru.
Internet amat dibutuhkan, mengingat kamu akan banyak browsing untuk sesuatu yang ingin kamu ketahui di tempat yang baru pernah didatangi.
Makanan
Tidak mudah menemukan makanan halal di Jepang, karena biasanya mengandung babi. Kamu bisa membawa makanan kering seperti abon, agar ketika sulit menemukan makanan halal, setidaknya bisa membantu perut yang lapar.
Kamu juga perlu memeriksa makanan-makanan di Jepang, termasuk oleh-oleh yang akan dibawa pulang, apakah terdapat label halal pada kemasannya. Selain itu, beberapa makanan disajikan mentah dan juga kerap memakai rumput laut. Kamu juga akan akrab dengan minuman teh hijau.
Berperilaku Sopan
Ketika mengunjungi obyek wisata seperti tempat ibadah kuil, biasanya kamu harus melepas sepatu. Kamu juga harus sopan, menunjukkan rasa hormat, dan tidak berisik selama di sana. Orang Jepang terkenal sopan, ada baiknya kamu juga bersikap serupa.
Jakarta, CNN Indonesia --
Jepang telah membuka perbatasan pada 11 Oktober 2022. Jepang juga menaikkan batas jumlah kedatangan dan mengakhiri persyaratan paket wisata yang berlaku sebelumnya.
Selain itu, Jepang membebaskan visa untuk turis dari 68 negara dan wilayah. Kebijakan pemerintah Jepang itu langsung direspons positif oleh wisatawan mancanegara.
Hal itu terbukti dengan banyaknya wisatawan berbagai negara yang langsung menyambangi Negeri Sakura tersebut usai perbatasan dibuka. Kamu yang sudah kangen untuk berkunjung ke Jepang, mungkin bisa mulai mempertimbangkan liburan ke sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jepang memang punya sederet destinasi wisata yang indah dan mengagumkan, ditambah onsen (pemandian air panas) dan pesona bunga sakura yang mekar. Belum lagi wisata kuliner yang juga jadi andalan Negeri Matahari Terbit itu.
Untuk liburan ke Jepang, tentu kamu mesti melakukan persiapan yang matang. Kendati telah membuka perbatasan, Beberapa aturan tetap berlaku, yakni turis diharuskan menunjukkan bukti vaksinasi atau tes virus corona negatif yang diambil tiga hari sebelum keberangkatan.
Wisatawan masih harus mengikuti pedoman kesehatan demi meminimalisasi akibat pandemi, termasuk memakai masker dan penggunaan hand sanitizer.
Bunga sakura bermekaran di Kota Tokyo, Jepang. (Foto: AP/Eugene Hoshiko)
Berikut panduan untuk kamu yang ingin liburan ke Jepang.
Itinerary Terperinci
Sebelum liburan ke Jepang, kamu perlu membuat itinerary atau rencana perjalanan. Catat destinasi-destinasi wisata yang akan kamu datangi di Jepang, lalu transportasi apa saja yang akan ditumpangi selama di sana, termasuk lokasi halte atau stasiunnya.
Ketahui biaya masuk tempat wisata dan transportasinya. Pilih penginapan yang lokasinya strategis dengan tujuan-tujuan wisatamu dan harganya cocok di kantong.
Jangan lupa bawa uang tunai minimal 10 ribu Yen, karena ini aturan untuk turis di Jepang. Tapi, kamu bisa memecah uang tunai itu ke beberapa tempat penyimpanan, tujuannya agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti kehilangan, maka tidak semua uang tunai kamu raib.
Paspor dan Visa
Liburan ke Jepang wajib membutuhkan paspor dan visa. Paspor harus masih berlaku minimal 6 bulan sebelum kedaluwarsa. Kamu mesti memiliki visa jenis single entry atau multiple entry untuk bisa sampai ke Jepang.
Pemilik e-paspor bisa mendaftarkan diri ke Kedutaan Besar Jepang di Indonesia untuk memperoleh visa waiver. Cek kembali kelengkapan dokumen sebelum berangkat. Jangan lupa selalu bawa identitas seperti paspor dan visa selama bepergian di Jepang.
Penginapan dan Tiket Pesawat
Kamu sebaiknya sudah memesan tiket pesawat pulang-pergi ke Jepang sejak masih berada di Indonesia. Demikian pula dengan penginapan selama di Negeri Sakura tersebut, sebaiknya sudah di pesan saat sebelum berangkat.
Kamu perlu menentukan berapa lama liburan di Jepang. Memesan tiket pesawat dari jauh-jauh hari ada kemungkinan memperoleh harga lebih murah. Cetak semua kode pemesanan pesawat dan hotel di kertas, agar jika terjadi sesuatu, kamu masih menyimpan datanya.
Panduan-panduan untuk Liburan ke Jepang
Gunung Fuji di Jepang. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Cek Barang Bawaan
Jika kamu termasuk yang tidak tahan cuaca dingin, ada baiknya membawa baju tebal dan hangat selama di Jepang. Perlengkapan gadget jangan sampai tertinggal di tanah air seperti ponsel dan chargernya. Bagi kamu yang suka fotografi dan membawa kamera sendiri, cek kembali peralatannya.
Transportasi
Kereta merupakan salah satu moda transportasi favorit di Jepang. Kamu bisa membeli Japan Rail Pass untuk keliling Jepang supaya biaya yang kamu keluarkan lebih hemat dibanding membeli satu per satu rute perjalanan selama liburan di Jepang.
Bahasa
Penggunaan bahasa Jepang sangat mendominasi di masyarakatnya, karena kebanyakan orang Jepang tidak nyaman dengan bahasa Inggris lisan sehari-hari.
Di pusat-pusat wisata besar, seperti Tokyo dan Kyoto, bahasa Inggris lebih umum. Staf hotel, dan beberapa staf restoran, berbicara bahasa Inggris dengan cukup baik.
Namun, di banyak tempat, sejumlah penduduk akan menggunakan fitur terjemahan di ponsel mereka untuk memudahkan komunikasi dengan turis asing. Kamu juga bisa melakukan hal serupa. Tapi menyapa atau mencoba memakai bahasa Jepang dasar kepada peduduk setempat akan membuat kamu disambut lebih hangat.
Internetan
Tak lengkap bila liburan di Jepang tanpa mengunggah foto dan momen seru di akun media sosial kamu. Kamu bisa dengan mudah menyewa Wi-Fi portable selama di Jepang, agar liburan kamu semakin seru.
Internet amat dibutuhkan, mengingat kamu akan banyak browsing untuk sesuatu yang ingin kamu ketahui di tempat yang baru pernah didatangi.
Makanan
Tidak mudah menemukan makanan halal di Jepang, karena biasanya mengandung babi. Kamu bisa membawa makanan kering seperti abon, agar ketika sulit menemukan makanan halal, setidaknya bisa membantu perut yang lapar.
Kamu juga perlu memeriksa makanan-makanan di Jepang, termasuk oleh-oleh yang akan dibawa pulang, apakah terdapat label halal pada kemasannya. Selain itu, beberapa makanan disajikan mentah dan juga kerap memakai rumput laut. Kamu juga akan akrab dengan minuman teh hijau.
Berperilaku Sopan
Ketika mengunjungi obyek wisata seperti tempat ibadah kuil, biasanya kamu harus melepas sepatu. Kamu juga harus sopan, menunjukkan rasa hormat, dan tidak berisik selama di sana. Orang Jepang terkenal sopan, ada baiknya kamu juga bersikap serupa.