Kebutuhan Skincare pada Masing-masing Usia, Jangan Sembarang Pakai
CNN Indonesia
Minggu, 30 Okt 2022 20:50 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Kebutuhan skincare pada masing-masing usia saling berbeda satu sama lain. (iStockphoto/Prostock-Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kulitakan mengalami berbagai perubahan seiring waktu bertambahnya usia. Hal itu membuat kebutuhan skincareuntuk masing-masing usia saling berbeda satu sama lain.
Jangan asal dalam menggunakan skincare. Produk skincare harus digunakan sesuai kebutuhan. Berikut kebutuhan skincare pada masing-masing rentang usia.
Dari kulit bayi yang rapuh, melalui masa remaja yang rawan jerawat, hingga kerutan di masa tua, kulit akan mengalami berbagai tahap. Kebutuhannya pun ikut berubah seiring waktu berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rutinitas perawatan kulit dan produk yang digunakan harus memenuhi kebutuhan kulit yang berubah dari masa ke masa.
Produk-produk perawatan kulit atau skincare membantu melindungi, membersihkan, memperbaiki, dan menutrisi kulit. Skincare juga akan membantu menjaga kulit Anda tetap sehat dan memastikannya tetap muda.
Kebutuhan skincare usia remaja
Pada usia 12 tahun atau rentang usia remaja, struktur dan fungsi kulit seseorang akan menyerupai orang dewasa. Selama masa remaja, ada banyak perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kulit secara drastis.
Perubahan ini terutama terjadi pada wajah, dada, bahu, dan punggung. Kulit bisa menjadi berminyak dan rawan jerawat karena pelepasan korneosit yang terganggu dan peningkatan produksi sebum. Efeknya biasanya hilang seiring pertumbuhan.
Remaja bisa memulai rutinitas perawatan kulit dengan produk pembersih, serum, pelembap, hingga tabir surya.
Pembersih sangat penting dalam rutinitas perawatan kulit. Dianjurkan untuk membersihkan wajah dua kali sehari.
Serum digunakan untuk mengatasi masalah kulit spesifik seperti kecerahan kulit, breakout, dan flek. Serum juga umumnya digunakan untuk mencegah kulit dari penuaan dini.
Golongan ini juga sangat dianjurkan untuk menggunakan pelembap yang menjaga kulit tetap segar. Tak lupa juga tabir surya yang membantu untuk memblokir radiasi matahari yang bisa merusak kulit.
Kebutuhan skincare usia 20-30an
Ilustrasi. Kebutuhan skincare pada masing-masing usia saling berbeda satu sama lain. (iStockphoto/chachamal)
Pada usia akhir 20-an dan 30-an, dermis dan epidermis biasanya mulai menipis karena gaya hidup, genetika, dan faktor lingkungan. Golongan usia ini mungkin juga mulai mengalami tanda-tanda awal penuaan, seperti garis-garis halus.
Saat Anda mendekati usia akhir 30-an, fungsi skin barrier mulai melemah. Hal ini mengurangi perlindungan alami kulit terhadap sinar UV.
Kulit menghasilkan lebih sedikit asam hialuronat yang menyebabkannya kehilangan lebih banyak kelembapan. Oleh karena itu, menggunakan produk dengan asam hialuronat penting pada tahap usia ini.
Penggunaan kandungan vitamin C dalam skincare juga diperlukan karena peran antioksidannya yang membantu mencegah bintik hitam di usia akhir 20-an dan 30-an. Antioksidan juga dapat meningkatkan kolagen dan menawarkan perlindungan terhadap sinar UV.
Simak kebutuhan skincare berdasarkan masing-masing usia lainnya di halaman berikutnya..
Kebutuhan skincare usia 40-an
Seiring bertambahnya usia, struktur kulit pun akan berubah secara bertahap. Epidermis akan kehilangan susunan teratur dari lapisan individu. Lapisan atas kulit menjadi lebih tipis karena sel-sel yang sudah ada akan menyusut dan membentuk sel baru.
Kulit cenderung menjadi lebih kasar dan kering karena peningkatan kerutan dan garis-garis halus. Pada usia ini, bintik-bintik mulai terbentuk, meningkatkan infeksi kulit, dan gangguan penyembuhan luka.
Jaringan dermis kehilangan kemampuannya dalam mengikat air dan struktur berserat hingga menghasilkan lebih banyak kerutan. Kulit juga akan kehilangan elastisitasnya karena kekurangan nutrisi.
Bentuk vitamin B3 seperti kandungan niacinamide dapat membantu mengatasi masalah kerutan dan pigmentasi pada kulit yang menua. Serum antioksidan juga dapat membantu melindungi kulit dari polusi dan sinar UV.
Produk lain yang dapat digunakan adalah krim wajah, krim mata, cleanser, dan retinol.
Kebutuhan skincare usia 50 tahun ke atas
Di atas usia 50 tahun, kulit tidak dapat memproduksi lipid seperti sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan peningkatan kekeringan dan lebih banyak kerutan. Hal ini juga dikaitkan dengan penurunan produksi kolagen dan asam hialuronat.
Kulit menjadi lebih tipis karena regenerasi yang lambat dan penyembuhan luka yang terganggu. Bintik-bintik penuaan meningkat seiring dengan sensitivitas UV.
Kulit menjadi lebih rentan terhadap infeksi karena penurunan fungsi kekebalan tubuh. Saat kulit menjadi lebih sensitif, rutinitas perawatan kulit yang lembut dan produk diperlukan.
Pelembab sangat penting untuk memerangi kekeringan kulit dan tabir surya untuk melindungi dari sinar UV.
Tak cuma itu, asam hialuronat dan retinoid juga dapat digunakan untuk mengatasi kekeringan dan kerutan pada kulit.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kulitakan mengalami berbagai perubahan seiring waktu bertambahnya usia. Hal itu membuat kebutuhan skincareuntuk masing-masing usia saling berbeda satu sama lain.
Jangan asal dalam menggunakan skincare. Produk skincare harus digunakan sesuai kebutuhan. Berikut kebutuhan skincare pada masing-masing rentang usia.
Dari kulit bayi yang rapuh, melalui masa remaja yang rawan jerawat, hingga kerutan di masa tua, kulit akan mengalami berbagai tahap. Kebutuhannya pun ikut berubah seiring waktu berjalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rutinitas perawatan kulit dan produk yang digunakan harus memenuhi kebutuhan kulit yang berubah dari masa ke masa.
Produk-produk perawatan kulit atau skincare membantu melindungi, membersihkan, memperbaiki, dan menutrisi kulit. Skincare juga akan membantu menjaga kulit Anda tetap sehat dan memastikannya tetap muda.
Kebutuhan skincare usia remaja
Pada usia 12 tahun atau rentang usia remaja, struktur dan fungsi kulit seseorang akan menyerupai orang dewasa. Selama masa remaja, ada banyak perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kulit secara drastis.
Perubahan ini terutama terjadi pada wajah, dada, bahu, dan punggung. Kulit bisa menjadi berminyak dan rawan jerawat karena pelepasan korneosit yang terganggu dan peningkatan produksi sebum. Efeknya biasanya hilang seiring pertumbuhan.
Remaja bisa memulai rutinitas perawatan kulit dengan produk pembersih, serum, pelembap, hingga tabir surya.
Pembersih sangat penting dalam rutinitas perawatan kulit. Dianjurkan untuk membersihkan wajah dua kali sehari.
Serum digunakan untuk mengatasi masalah kulit spesifik seperti kecerahan kulit, breakout, dan flek. Serum juga umumnya digunakan untuk mencegah kulit dari penuaan dini.
Golongan ini juga sangat dianjurkan untuk menggunakan pelembap yang menjaga kulit tetap segar. Tak lupa juga tabir surya yang membantu untuk memblokir radiasi matahari yang bisa merusak kulit.
Kebutuhan skincare usia 20-30an
Ilustrasi. Kebutuhan skincare pada masing-masing usia saling berbeda satu sama lain. (iStockphoto/chachamal)
Pada usia akhir 20-an dan 30-an, dermis dan epidermis biasanya mulai menipis karena gaya hidup, genetika, dan faktor lingkungan. Golongan usia ini mungkin juga mulai mengalami tanda-tanda awal penuaan, seperti garis-garis halus.
Saat Anda mendekati usia akhir 30-an, fungsi skin barrier mulai melemah. Hal ini mengurangi perlindungan alami kulit terhadap sinar UV.
Kulit menghasilkan lebih sedikit asam hialuronat yang menyebabkannya kehilangan lebih banyak kelembapan. Oleh karena itu, menggunakan produk dengan asam hialuronat penting pada tahap usia ini.
Penggunaan kandungan vitamin C dalam skincare juga diperlukan karena peran antioksidannya yang membantu mencegah bintik hitam di usia akhir 20-an dan 30-an. Antioksidan juga dapat meningkatkan kolagen dan menawarkan perlindungan terhadap sinar UV.
Simak kebutuhan skincare berdasarkan masing-masing usia lainnya di halaman berikutnya..
Kebutuhan Skincare pada Usia 40 Tahun ke Atas
Ilustrasi. Kebutuhan skincare pada masing-masing usia saling berbeda satu sama lain. (iStockphoto)
Kebutuhan skincare usia 40-an
Seiring bertambahnya usia, struktur kulit pun akan berubah secara bertahap. Epidermis akan kehilangan susunan teratur dari lapisan individu. Lapisan atas kulit menjadi lebih tipis karena sel-sel yang sudah ada akan menyusut dan membentuk sel baru.
Kulit cenderung menjadi lebih kasar dan kering karena peningkatan kerutan dan garis-garis halus. Pada usia ini, bintik-bintik mulai terbentuk, meningkatkan infeksi kulit, dan gangguan penyembuhan luka.
Jaringan dermis kehilangan kemampuannya dalam mengikat air dan struktur berserat hingga menghasilkan lebih banyak kerutan. Kulit juga akan kehilangan elastisitasnya karena kekurangan nutrisi.
Bentuk vitamin B3 seperti kandungan niacinamide dapat membantu mengatasi masalah kerutan dan pigmentasi pada kulit yang menua. Serum antioksidan juga dapat membantu melindungi kulit dari polusi dan sinar UV.
Produk lain yang dapat digunakan adalah krim wajah, krim mata, cleanser, dan retinol.
Kebutuhan skincare usia 50 tahun ke atas
Di atas usia 50 tahun, kulit tidak dapat memproduksi lipid seperti sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan peningkatan kekeringan dan lebih banyak kerutan. Hal ini juga dikaitkan dengan penurunan produksi kolagen dan asam hialuronat.
Kulit menjadi lebih tipis karena regenerasi yang lambat dan penyembuhan luka yang terganggu. Bintik-bintik penuaan meningkat seiring dengan sensitivitas UV.
Kulit menjadi lebih rentan terhadap infeksi karena penurunan fungsi kekebalan tubuh. Saat kulit menjadi lebih sensitif, rutinitas perawatan kulit yang lembut dan produk diperlukan.
Pelembab sangat penting untuk memerangi kekeringan kulit dan tabir surya untuk melindungi dari sinar UV.
Tak cuma itu, asam hialuronat dan retinoid juga dapat digunakan untuk mengatasi kekeringan dan kerutan pada kulit.