Kilas Balik Tren Kencan Sepanjang 2022: dari 'P' Sampai Humoris
CNN Indonesia
Rabu, 30 Nov 2022 08:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Selama tahun 2022, ada beberapa tren kencan yang jadi viral dan trending di Indonesia. Berikut daftarnya. ( Istockphoto/Tero Vesalainen)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tahun 2022 sudah nyaris berakhir meski Covid-19 juga belum berakhir. Walau begitu aktivitas sosial sudah meningkat pesat, termasuk soal berkencan. Kencannya pun kencan online dan offline.
Pasalnya, jutaan anak muda yang mulai berkencan di masa karantina mulai menunjukkan bahwa mereka sudah siap kembali bersosialisasi di luar sana. Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi kekinian memiliki caranya sendiri dalam berkencan, termasuk dalam menyikapi lika-liku permainan berkencan.
Tinder, salah satu aplikasi kencan online, Papri Dev mengatakan bahwa anak muda lajang di Indonesia tahun ini menunjukkan energi yang bersemangat dalam berkencan. Menurutnya, kegiatan kencan outdoor semakin menjadi pilihan dalam menguji kecocokan satu sama lain sehingga ide kencan seperti makan malam semakin ditinggalkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat para lajang menelusuri perjalanan kencan mereka dengan lebih baik, dengan mengidentifikasi green flags (tanda baik) dari calon pasangan mereka, dan mengakui hubungan tanpa status (HTS) sebagai gaya baru dalam pacaran," ucap Papri, dalam pernyataannya.
Salah satu platform kencan online ini juga menyebutkan ada kilas balik tren percintaan dan dunia kencan di 2022.
1. HTS adalah hubungan yang sah
Tidak seperti hubungan tradisional pada umumnya, anak muda lajang lebih banyak mengadopsi HTS alisan hubungan tanpa status di tahun 2022. Sebanyak 49 persen dari pengguna Tinder menuliskan jenis hubungan ini sebagai tujuan utama mereka pada profilnya.
Setidaknya 1 dari 10 anak muda lajang mengatakan bahwa mereka lebih memilih HTS sebagai sebuah metode untuk mengembangkan sebuah hubungan tanpa adanya tekanan.
2. 'P'
Akrab dengan huruf P saat chat? Ini berarti 'Pushing' P. Simbol huruf P kini telah menjadi trending emoji secara global di Tinder yang berfungsi untuk secara luas menginformasikan pada pengguna lain nilai positif yang mereka cari.
3. Kencan makan malam mulai ditinggalkan
Pengguna aplikasi kencan online di Indonesia kini lebih memilih aktivitas kencan seperti jalan-jalan, acara musik, kulineran, hingga olahraga di luar ruangan sebagai pilihan utama untuk kegiatan ideal yang dilakukan saat kencan pertama. Pasalnya, banyak dari mereka memilih kegiatan yang non-konvensional dan otentik sebagai cara untuk saling mengenal satu sama lain.
Beberapa kegiatan kreatif lainnya yang menjadi tren kencan online secara global termasuk berkemah, mencoba hal-hal baru, dan mencoba kuliner kaki lima.
4. Humoris menjadi kepribadian yang paling laris
Selera humor menjadi hal yang paling dicari oleh para pengguna dari profil calon match mereka. Pada kenyataannya, para anak muda lajang memprioritaskan kualitas berbasis nilai seperti loyalitas, menghargai, dan keterbukaan pemikiran dibandingkan penampilan luar.
Hal ini senada dengan bagaimana para anak muda Indonesia melihat lebih dari sekedar 'bibit, bebet, bobot' dan lebih memilih calon pasangan dengan pemikiran terbuka, dapat dipercaya, dan bisa berbagi selera humor yang serupa.
5. Pandangan terhadap isu sosial
Faktanya, 75 persen lajang mencari pria yang menghargai dan mengamati isu sosial. Tak hanya itu, aktivisme dan hak pemilih menjadi dua minat yang meningkat pada profil pengguna Tinder di tahun ini.
6. Memamerkan unsur nostalgia
Banyak anak muda lajang saat ini yang terinspirasi dari tren berkencan ala era 90an. Tinder juga terinspirasi dari tren berkencan di tahun 90an, yakni Blind Date, yang menjadi salah satu fitur Tinder.
Fitur ini menghubungkan para pengguna sebelum memperlihatkan profil mereka satu sama lain, dan telah digunakan sebanyak 200,000 kali rata-rata setiap harinya. Beberapa tahun belakangan memang menjadi masa-masa paling sulit, namun nampaknya para lajang berusaha mencari pasangan yang otentik lewat tren sebelum adanya smartphone.
7. Emoji green flag dan red flag
Hubungan toksik bukan sebuah hal yang baru. Banyak tips dan psikoanalisis di media sosial menunjukkan bahwa anak muda lajang sudah mulai mengetahui lebih banyak tentang segala yang baik (green flag) dan buruk (red flag) dalam berkencan.
Pasalnya, lebih dari setengah anak muda lajang yang disurvei mengatakan bahwa mereka yakin dapat mengidentifikasi green flag atau red flag saat berkencan.
8. Mencari pasangan dari negara lain
Setelah pandemi pada dua tahun terakhir, para lajang kembali memiliki kesempatan untuk "menjelajahi" bagian dunia lainnya dengan pembatasan yang lebih longgar, atau tanpa pembatasan sama sekali.
Beberapa pengguna di Indonesia berusia 18-25 tahun rata-rata menggunakan fitur Tinder Passport, di mana pengguna dapat "jalan-jalan" secara virtual dengan pasangan ke negara lain, sebanyak 9 kali tiap bulannya ke beberapa destinasi internasional, seperti Singapura, Korea dan Malaysia.
9. Mengandalkan zodiak
Zodiak menjadi deskripsi paling populer yang ditambahkan pada profil pengguna di Tinder. Pasalnya, beberapa anak muda Indonesia percaya bahwa kecocokan zodiak merupakan hal yang penting untuk diperhitungkan dari teman kencan mereka.
Jakarta, CNN Indonesia --
Tahun 2022 sudah nyaris berakhir meski Covid-19 juga belum berakhir. Walau begitu aktivitas sosial sudah meningkat pesat, termasuk soal berkencan. Kencannya pun kencan online dan offline.
Pasalnya, jutaan anak muda yang mulai berkencan di masa karantina mulai menunjukkan bahwa mereka sudah siap kembali bersosialisasi di luar sana. Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi kekinian memiliki caranya sendiri dalam berkencan, termasuk dalam menyikapi lika-liku permainan berkencan.
Tinder, salah satu aplikasi kencan online, Papri Dev mengatakan bahwa anak muda lajang di Indonesia tahun ini menunjukkan energi yang bersemangat dalam berkencan. Menurutnya, kegiatan kencan outdoor semakin menjadi pilihan dalam menguji kecocokan satu sama lain sehingga ide kencan seperti makan malam semakin ditinggalkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat para lajang menelusuri perjalanan kencan mereka dengan lebih baik, dengan mengidentifikasi green flags (tanda baik) dari calon pasangan mereka, dan mengakui hubungan tanpa status (HTS) sebagai gaya baru dalam pacaran," ucap Papri, dalam pernyataannya.
Salah satu platform kencan online ini juga menyebutkan ada kilas balik tren percintaan dan dunia kencan di 2022.
1. HTS adalah hubungan yang sah
Tidak seperti hubungan tradisional pada umumnya, anak muda lajang lebih banyak mengadopsi HTS alisan hubungan tanpa status di tahun 2022. Sebanyak 49 persen dari pengguna Tinder menuliskan jenis hubungan ini sebagai tujuan utama mereka pada profilnya.
Setidaknya 1 dari 10 anak muda lajang mengatakan bahwa mereka lebih memilih HTS sebagai sebuah metode untuk mengembangkan sebuah hubungan tanpa adanya tekanan.
2. 'P'
Akrab dengan huruf P saat chat? Ini berarti 'Pushing' P. Simbol huruf P kini telah menjadi trending emoji secara global di Tinder yang berfungsi untuk secara luas menginformasikan pada pengguna lain nilai positif yang mereka cari.
3. Kencan makan malam mulai ditinggalkan
Pengguna aplikasi kencan online di Indonesia kini lebih memilih aktivitas kencan seperti jalan-jalan, acara musik, kulineran, hingga olahraga di luar ruangan sebagai pilihan utama untuk kegiatan ideal yang dilakukan saat kencan pertama. Pasalnya, banyak dari mereka memilih kegiatan yang non-konvensional dan otentik sebagai cara untuk saling mengenal satu sama lain.
Beberapa kegiatan kreatif lainnya yang menjadi tren kencan online secara global termasuk berkemah, mencoba hal-hal baru, dan mencoba kuliner kaki lima.
4. Humoris menjadi kepribadian yang paling laris
Selera humor menjadi hal yang paling dicari oleh para pengguna dari profil calon match mereka. Pada kenyataannya, para anak muda lajang memprioritaskan kualitas berbasis nilai seperti loyalitas, menghargai, dan keterbukaan pemikiran dibandingkan penampilan luar.
Hal ini senada dengan bagaimana para anak muda Indonesia melihat lebih dari sekedar 'bibit, bebet, bobot' dan lebih memilih calon pasangan dengan pemikiran terbuka, dapat dipercaya, dan bisa berbagi selera humor yang serupa.
Kilas Balik Tren Kencan Sepanjang 2022: dari 'P' Sampai Humoris
Ilustrasi. Selama tahun 2022, ada beberapa tren kencan yang jadi viral dan trending di Indonesia. (Istockphoto/Cesar Okada)
5. Pandangan terhadap isu sosial
Faktanya, 75 persen lajang mencari pria yang menghargai dan mengamati isu sosial. Tak hanya itu, aktivisme dan hak pemilih menjadi dua minat yang meningkat pada profil pengguna Tinder di tahun ini.
6. Memamerkan unsur nostalgia
Banyak anak muda lajang saat ini yang terinspirasi dari tren berkencan ala era 90an. Tinder juga terinspirasi dari tren berkencan di tahun 90an, yakni Blind Date, yang menjadi salah satu fitur Tinder.
Fitur ini menghubungkan para pengguna sebelum memperlihatkan profil mereka satu sama lain, dan telah digunakan sebanyak 200,000 kali rata-rata setiap harinya. Beberapa tahun belakangan memang menjadi masa-masa paling sulit, namun nampaknya para lajang berusaha mencari pasangan yang otentik lewat tren sebelum adanya smartphone.
7. Emoji green flag dan red flag
Hubungan toksik bukan sebuah hal yang baru. Banyak tips dan psikoanalisis di media sosial menunjukkan bahwa anak muda lajang sudah mulai mengetahui lebih banyak tentang segala yang baik (green flag) dan buruk (red flag) dalam berkencan.
Pasalnya, lebih dari setengah anak muda lajang yang disurvei mengatakan bahwa mereka yakin dapat mengidentifikasi green flag atau red flag saat berkencan.
8. Mencari pasangan dari negara lain
Setelah pandemi pada dua tahun terakhir, para lajang kembali memiliki kesempatan untuk "menjelajahi" bagian dunia lainnya dengan pembatasan yang lebih longgar, atau tanpa pembatasan sama sekali.
Beberapa pengguna di Indonesia berusia 18-25 tahun rata-rata menggunakan fitur Tinder Passport, di mana pengguna dapat "jalan-jalan" secara virtual dengan pasangan ke negara lain, sebanyak 9 kali tiap bulannya ke beberapa destinasi internasional, seperti Singapura, Korea dan Malaysia.
9. Mengandalkan zodiak
Zodiak menjadi deskripsi paling populer yang ditambahkan pada profil pengguna di Tinder. Pasalnya, beberapa anak muda Indonesia percaya bahwa kecocokan zodiak merupakan hal yang penting untuk diperhitungkan dari teman kencan mereka.