Renungan Minggu Adven 3, Sukacita dan Pengharapan Sambut Natal

CNN Indonesia
Minggu, 11 Des 2022 20:00 WIB
Renungan Minggu Adven 3, Sukacita dan Pengharapan Sambut Natal
Hari ini masuk Minggu Adven 3 atau Minggu Gaudete. Umat diajak untuk bersukacita di tengah masa penantian, prihatin dan tobat. (istockphoto/cstar55)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari ini masuk Minggu Adven 3 atau Minggu Gaudete. Umat diajak untuk bersukacita di tengah masa penantian, prihatin dan tobat. Sukacita pun digambarkan dalam bacaan kitab suci dari Yesaya dan injil dari Matius.

Bacaan I

Yesaya 35: 1-6; 10

Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita.

Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: "Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!"

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; dan orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Demikianlah sabda Tuhan
U: Syukur kepada Allah.

Injil

Matius 11: 2-11

Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"

Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian kemari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.

Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Demikianlah sabda Tuhan
U: Terpujilah Kristus.

Renungan Minggu Adven 3, Sukacita dan Pengharapan dalam Menyambut Natal 2022

Foto: iStockphoto/Bogdan Kurylo

Renungan Katolik Minggu Adven 3

Minggu Adven 3 disebut Minggu Gaudete. Dalam bahasa Latin, 'gaudete' berarti sukacita. Oleh karenanya, nuansa Minggu Adven 3 diwarnai suasana sukacita, kegembiraan. Seperti dilansir dari Hidup Katolik, Minggu ini Gereja memberikan jeda di tengah masa persiapan Natal yang lekat dengan prihatin dan matiraga.

Lilin yang dinyalakan pun bukan warna ungu, melainkan warna merah muda. Sabda Tuhan hari ini pun semua mewartakan sukacita dan pengharapan.

Dalam bacaan pertama, Nabi Yesaya melukiskan seperti apa suasana gembira itu.

"Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga" (Yes. 35: 1).

Buat Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin. Segala mujizat terjadi. Mereka yang sakit disembuhkan dan yang mati dibangkitkan. Bahkan orang yang tawar hati diyakinkan bahwa ia akan diselamatkan.

"Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!" (Yes. 35: 4).

Kemudian dalam bacaan Injil, lagi-lagi Tuhan ingin membawa umat-Nya dalam suasana sukacita. Yesus memang sudah melakukan banyak hal tetapi Ia tidak menyombongkan diri.

Murid-murid Yohanes ingin memastikan apa yang mereka nantikan adalah Yesus. Yesus pun tidak serta merta menjawab "Iya, Aku orangnya" atau "Ya memang Aku, mau siapa lagi?" Yesus memilih bersikap netral dan meminta para murid Yohanes untuk menyampaikan apa yang mereka lihat.

Yang cukup menyentuh adalah saat Yesus berkata: "Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

Ungkapan ini memang ditujukan pada murid-murid Yohanes. Namun sebenarnya hal itu juga disampaikan buat umat-Nya. Ia hadir dalam berbagai rupa termasuk sabda. Apakah Anda menerima dan merenungkan sabda-sabda-Nya? Ketika Anda melakukannya, itu sama saja Anda menerima Dia dalam hidup Anda.

LIHAT SELENGKAPNYA