Caesar ERACS, Metode Persalinan Yang Bikin Ibu Lebih Cepat Pulih
CNN Indonesia
Jumat, 16 Des 2022 12:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Selain caesar, ada operasi lain yang bisa dilakukan ibu hamil saat melahirkan. Metode ini diklaim bisa membuat para ibu pulih lebih cepat pascaoperasi.( iStockphoto/Motortion)
Lantas, apakah ada perbedaan signifikan antara caesar biasa dengan ERACS?
Menurut Boy, perbedaan paling jelas dari kedua metode ini ada pada pemulihan. Untuk ERACS pemulihan pascaoperasi memang lebih cepat. Hal ini berkaitan dengan minimnya rasa sakit setelah operasi.
Di luar itu, ada beberapa perbedaan lainnya, yakni sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Puasa sebelum operasi
Sebelum melakukan operasi, ibu hamil harus berpuasa terlebih dahulu. Saat operasi caesar biasa puasa yang dijalankan umumnya delapan jam atau lebih.
Sementara untuk caesar dengan ERACS, ibu hamil cukup berpuasa selama enam jam saja.
"Bumil juga masih bisa minum ya sebelum operasi, maksimal dua jam sebelum operasi masih boleh minum air putih," kata dia.
Masa pemulihan dengan operasi caesar ERACS bisa lebih cepat. Hal ini berkaitan dengan rasa sakit pascaoperasi yang minim hingga penghentian cairan infus lebih awal.
Biasanya, setelah operasi hanya jeda beberapa jam saja ibu sudah boleh konsumsi makanan dan minuman.
3. Luka operasi
Luka bekas operasi pada metode caesar ERACS bisa lebih minim. Alasannya karena pisau yang digunakan sangat kecil dan tajam sehingga sayatan bisa langsung mencapai selaput otot.
"Jadi kerusakan jaringan lebih minim, lukanya jadi lebih cepat pulih. Tentu ini juga terbantu dengan obat-obatan lainnya," kata dia.
Meski cukup menjanjikan, Boy mengaku tak ada yang salah jika ibu hamil memilih caesar biasa alih-alih ERACS. Selama bayi dan ibu sehat, semau metode persalinan tidak ada yang bagus, sangat bagus, atau dianggap jelek.
"Tidak ada yang jelek atau bagus. Semuanya bagus, yang luar biasa itu perjuangan ibu untuk melahirkan anaknya. Jadi mau metode apapun yang penting ibu dan bayi sehat," kata Boy.
Selain caesar, ada operasi lain yang bisa dilakukan ibu hamil saat melahirkan. Metode ini diklaim bisa membuat para ibu pulih lebih cepat pascaoperasi.
Metode tersebut dikenal dengan sebutan ERACS. ERACS merupakan akronim dari Enhanced Recovery After Cesarean Surgery. Sebenarnya, metode ini tidak hanya berlaku untuk caesar, tapi juga operasi lain yang membutuhkan pemulihan cepat.
Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Boy Abidin mengatakan ERACS dan caesar sebenarnya sama saja. Operasi yang dilakukan pun sama. Hal yang berbeda hanya pada recovery pasien yang lebih cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teknik sama, alat sama, semua sama, yang berbeda itu obat anastesinya. Jadi pada ketahanan rasa nyeri, kalau ERACS rasa sakit pascaoperasinya minim sekali karena obat anestesi ini," kata Boy saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (1512).
Kata Boy, ERACS memang cukup membantu para ibu yang melahirkan dengan cara operasi. Jika biasanya pemulihan cukup lama, bahkan bisa sampai satu bulan, dengan ERACS pemulihan bisa lebih cepat.
"Kalau sangat berhasil, dua tiga hari setelah operasi bisa pulang dan di rumah sudah bisa merawat bayi, beraktivitas biasa," kata dia.
Lebih lanjut, Boy menjelaskan sebelum melakukan ERACS, akan ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan terhadap ibu hamil. Biasanya, pemeriksaan dilakukan saat usia kehamilan mencapai 10 hingga 20 minggu.
Pemeriksaan ini juga sekaligus untuk melihat apakah ibu hamil memiliki penyakit bawaan yang berbahaya, kekurangan nutrisi, hingga zat besi. Sebab, penting untuk mengetahui berbagai masalah kesehatan di awal agar bisa segera ditangani sebelum melakukan operasi.
"Ingat ya, kata kuncinya kan ini metode baru yang bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan dengan mengoptimalkan kesehatan ibu sebelum, selama, dan setelah menjalani persalinan caesar," kata Boy.
Perbedaan Signifikan antara Caesar biasa dengan ERACS
Foto: iStockphoto/FatCamera
Lantas, apakah ada perbedaan signifikan antara caesar biasa dengan ERACS?
Menurut Boy, perbedaan paling jelas dari kedua metode ini ada pada pemulihan. Untuk ERACS pemulihan pascaoperasi memang lebih cepat. Hal ini berkaitan dengan minimnya rasa sakit setelah operasi.
Di luar itu, ada beberapa perbedaan lainnya, yakni sebagai berikut:
1. Puasa sebelum operasi
Sebelum melakukan operasi, ibu hamil harus berpuasa terlebih dahulu. Saat operasi caesar biasa puasa yang dijalankan umumnya delapan jam atau lebih.
Sementara untuk caesar dengan ERACS, ibu hamil cukup berpuasa selama enam jam saja.
"Bumil juga masih bisa minum ya sebelum operasi, maksimal dua jam sebelum operasi masih boleh minum air putih," kata dia.
Masa pemulihan dengan operasi caesar ERACS bisa lebih cepat. Hal ini berkaitan dengan rasa sakit pascaoperasi yang minim hingga penghentian cairan infus lebih awal.
Biasanya, setelah operasi hanya jeda beberapa jam saja ibu sudah boleh konsumsi makanan dan minuman.
3. Luka operasi
Luka bekas operasi pada metode caesar ERACS bisa lebih minim. Alasannya karena pisau yang digunakan sangat kecil dan tajam sehingga sayatan bisa langsung mencapai selaput otot.
"Jadi kerusakan jaringan lebih minim, lukanya jadi lebih cepat pulih. Tentu ini juga terbantu dengan obat-obatan lainnya," kata dia.
Meski cukup menjanjikan, Boy mengaku tak ada yang salah jika ibu hamil memilih caesar biasa alih-alih ERACS. Selama bayi dan ibu sehat, semau metode persalinan tidak ada yang bagus, sangat bagus, atau dianggap jelek.
"Tidak ada yang jelek atau bagus. Semuanya bagus, yang luar biasa itu perjuangan ibu untuk melahirkan anaknya. Jadi mau metode apapun yang penting ibu dan bayi sehat," kata Boy.