Jakarta, CNN Indonesia -- Sakit kepala sering dianggap sebagai kondisi sepele yang bisa mereda dengan sendirinya. Namun, ada sejumlah tanda dan gejala sakit kepala yang membahayakan.
Pasalnya, sakit kepala yang tak kunjung membaik bisa menandai kondisi medis yang serius.
Kondisi ini juga dialami oleh salah satu presenter tanah air Iwet Ramadhan. Ia baru-baru ini mengabarkan dirinya terkena perdarahan di selaput otak dan mengalami sejumlah gejala, termasuk rasa sakit kepala yang tak kunjung sembuh hingga 3 minggu lamanya bahkan setelah minum obat parasetamol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokter residen bedah saraf di RSUD Dr. Soetomo Reza Arifianto mengatakan, gejala sakit kepala yang sudah terjadi berulang ada baiknya untuk diperiksa lebih lanjut.
"Diperhatikan bahwa gejala nyeri kepala merupakan tanda awal dari munculnya gejala lain, sehingga apabila didapatkan nyeri kepala disertai dengan satu atau dua gejala tambahan maka wajib dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucap Reza saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (21/2).
Gejala tambahan yang dimaksud dapat berupa kelemahan anggota gerak tubuh, pandangan mata kabur, leher terasa kaku, kehilangan sensasi rasa di tubuh, bicara pelo, dan lain sebagainya.
"Nyeri kepala yang khas pada perdarahan selaput otak subarachnoid adalah nyeri kepala terberat yang pertama kali dirasakan seumur hidup atau disebut thunderclap headache atauthe worst headache ever," lanjutnya.
Menurut Reza, tanda khas dari perdarahan ini juga dapat disertai penurunan kesadaran.
"Ciri khas utama onsetnya cepat dan mendadak. Namun dapat berlangsung secara kronis atau lama apabila memang perdarahan minimal," jelas Reza lebih lanjut.
Tak hanya itu, berikut adalah beberapa ciri dan jenis sakit kepala yang berbahaya, melansir Healthline.
1. Sakit kepala berulang
Jika sakit kepala terjadi secara berulang dan berlangsung hampir setiap hari, Anda mungkin mengalami sakit kepala kronis. Sakit kepala kronis diartikan sebagai sakit kepala yang terjadi sekitar 15 hari atau lebih dalam sebulan, selama lebih dari 3 bulan.
Kondisi yang dapat menyebabkan jenis sakit kepala berulang meliputi peradangan atau masalah pada pembuluh darah di dalam dan sekitar otak, infeksi, tumor otak, atau gegar otak.
2. Sakit kepala yang membuat terjaga di malam hari
Sakit kepala yang membangunkan Anda dari tidur dikenal sebagai sakit kepala hypnic. Kondisi ini digambarkan sebagai sensasi seperti ditusuk-tusuk atau berdenyut saat tidur, sehingga membuat penderitanya terbangun. Nyeri pun dapat berlangsung selama 15 menit setelah terbangun.
Sakit kepala hypnic cenderung lebih sering terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun dan memengaruhi lebih banyak wanita daripada pria. Secara keseluruhan, ini adalah jenis sakit kepala yang langka.
3. Sakit kepala berdenyut
Sakit kepala berdenyut biasanya dikenali dari sensasi nyeri yang terjadi berulang kali dan terpusat pada satu area di kepala. Nyeri yang ditimbulkan bisa membuat penderitanya sulit beraktivitas.
Gejala Perdarahan Selaput Otak, Kapan Sakit Kepala Jadi Bahaya?
Foto: iStockphoto/macniak
4. Sakit kepala yang terjadi terus-menerus
Sakit kepala yang terjadi terus-menerus bisa berkembang pesat dan disertai dengan rasa sakit yang berlangsung setidaknya selama 24 jam. Rasa nyeri ini bahkan dapat berlanjut selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan sekaligus. Rasa sakit yang dialami bisa saja sedikit membaik, tetapi tidak benar-benar hilang.
Sakit kepala jenis ini sebenarnya jarang terjadi. Namun, sakit kepala yang tidak hilang selama berhari-hari seringkali tidak merespons pengobatan sakit kepala seperti parasetamol. Rasa nyeri juga mungkin tidak bisa sembuh dengan sendirinya selama beberapa bulan.
[Gambas:Photo CNN]
5. Sakit kepala disertai gejala tertentu
Waktu terjadinya sakit kepala tentu juga perlu diperhatikan jika disertai gejala lainnya. Berikut jenis sakit kepala lain yang berbahaya dan perlu diwaspadai.
- sakit kepala tiba-tiba dan terasa intens
- sakit kepala parah atau terasa tertusuk untuk pertama kalinya
- leher kaku dan demam
- demam lebih tinggi dari 40 celcius
- mual dan muntah
- pingsan
- pusing atau kehilangan keseimbangan
- sakit kepala yang membangunkan dari tidur
- sakit kepala yang semakin parah saat mengubah posisi
- wajah kesemutan dan aura yang terus-menerus
- kebingungan atau kesulitan memahami ucapan
- kendur di satu sisi wajah
- kelemahan di satu sisi tubuh
- bicara cadel atau kacau
- kesulitan berjalan
- masalah pendengaran
- sakit kepala yang muncul karena batuk, bersin, atau jenis aktivitas apa pun
- nyeri kepala konstan di area yang sama di kepala
- kejang
- penurunan berat badan yang tidak wajar
- bengkak di wajah atau kepala
- benjolan atau cedera di kepala
Jika Anda mengalami salah satu gejala dari jenis sakit kepala yang berbahaya, Reza merekomendasikan untuk tidak menganggapnya sepele dan segera periksakan ke dokter atau kunjungi unit gawat darurat di rumah sakit terdekat.