Sekolah Jam 5 Pagi, Apa Kata Studi soal Jam Belajar yang Tepat?
CNN Indonesia
Rabu, 01 Mar 2023 10:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Ide Gubernur NTT Viktor B Laiskodat untuk memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 5.00 WITA tampaknya tak sejalan dengan sejumlah studi yang telah dilakukan. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --
Wacana masuk sekolah jam 5 pagi tiba-tiba ramai dibicarakan. Gara-garanya, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat yang meminta agar jam masuk sekolah tingkat SMA dan sederajat di Kupang dimajukan jadi pukul 05.00 WITA.
Menurut Viktor, anak harus dibiasakan bangun pukul 04.00 WITA. Ia menyebut, budaya masuk sekolah lebih pagi bertujuan untuk mengasah kedisiplinan dan etos kerja para peserta didik.
Viktor tak menyanggah bahwa kebijakan ini akan terasa berat bagi tenaga pengajar dan peserta didik. Namun, hal ini dilakukannya untuk mempersiapkan siswa menembus perguruan tinggi negeri (PTN) ternama atau sekolah kedinasan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, sebagian besar sekolah di Indonesia menerapkan jam masuk sekolah pada sekitar pukul 07.00-08.00 waktu setempat.
Memang, pada dasarnya otak seorang individu, utamanya pelajar, cenderung lebih tajam di pagi hari. Hal ini didapat setelah seseorang mendapatkan tidur malam yang berkualitas lengkap dengan asupan sarapan bergizi.
Namun, sejauh ini belum ditemukan studi yang menyebutkan bahwa memulai belajar lebih dini di pagi hari dapat meningkatkan kinerja akademik, sebagaimana yang ingin diterapkan oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat.
Dalam bidang keilmuan, waktu yang tepat untuk belajar salah satunya dipelajari dalam ilmu kronobiologi. Nama terakhir merupakan ilmu yang mempelajari siklus pada makhluk hidup serta adaptasi mereka pada ritme yang terkait dengan matahari dan bulan.
Dengan kata lain, kronobiologi mempelajari waktu-waktu yang tepat untuk individu melakukan sesuatu berdasarkan ritme sirkadiannya. Termasuk salah satunya waktu belajar.
Mengutip Inc, ilmu tersebut mengungkapkan bahwa waktu terbaik untuk mempelajari sesuatu yang baru muncul pada pukul 10.00 hingga 14.00. Waktu terbaik itu akan muncul sekali lagi pada pukul 16.00 hingga 22.00.
Ilmu tersebut juga tidak menyarankan aktivitas begadang. Pasalnya, kemampuan belajar akan sangat menyusut pada pukul 04.00 hingga 07.00.
Ilustrasi. Pada dasarnya, manusia memiliki waktu yang tepat untuk belajar berdasarkan ritme sirkadian. (iStock/Rifka Hayati)
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2017 pernah meneliti waktu terbaik untuk belajar. Studi yang dipublikasikan di jurnal Frontiersini meneliti 190 mahasiswa tingkat pertama dan kedua di Amerika Serikat dan Inggris.
Studi dilakukan dengan dua cara, yakni model empiris yang berbasis survei dan model teoritis yang berbasis ilmu saraf.
"Dorongan dasarnya adalah bahwa waktu terbaik untuk belajar dimulai lebih telat [lebih siang] dari jam kelas standar," ujar penulis studi sekaligus profesor sosiologi di University of Nevada, Mariah Evans.
Sama seperti ilmu kronobiologi, studi ini percaya bahwa kemampuan kognitif seseorang akan bekerja dengan baik pada waktu-waktu tertentu. Hal ini tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk di antaranya durasi tidur malam.
Hasilnya, dua model penelitian tersebut menemukan bahwa semakin siang aktivitas belajar dimulai, maka hasilnya akan semakin baik.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya..
Secara umum, mahasiswa merasa sulit berkonsentrasi saat memulai aktivitas belajar di pagi hari. Pukul 05.00 bahkan disebut sebagai waktu paling payah untuk belajar.
Namun, kemampuan belajar mahasiswa semakin membaik pada pukul 8.30 dan memuncak pada pukul 9.00 pagi. Sekitar pukul 11.00 pagi, mahasiswa mencapai kinerja belajar yang optimal.
Sementara itu, penurunan kemampuan belajar yang tajam berlangsung pada pukul 22.00 hingga seterusnya, dan netral kembali sekitar pukul 02.00.
Studi lain yang dipublikasikan di jurnal Naturejuga mempelajari hubungan jam belajar terlalu pagi dengan prestasi akademik yang lebih buruk. Studi ini dilakukan pada lebih dari 33 ribu siswa usia SMA dan tingkat pertama kuliah.
Studi ini membagi ke dalam beberapa kelompok jam belajar, yakni pagi, siang, dan sore pada rentang waktu pukul 08.00-16.00. Ada beberapa hasil yang ditemukan dalam studi.
Studi menyimpulkan bahwa jam belajar yang lebih pagi meningkatkan risiko ketidakhadiran siswa karena jam tidur yang terganggu.
Selain itu, studi juga menyimpulkan bahwa kelas belajar di pagi hari yang lebih banyak dalam seminggu berpotensi mengganggu kinerja akademik siswa. Kinerja akademik ditemukan lebih buruk saat harus belajar di pagi hari.
Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan jejak digital siswa sebagai patokan. Para peneliti menyebutkan bahwa diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan bahwa penundaan kelas pagi justru berdampak baik.
"Sebagai kesimpulan, penelitian kami menunjukkan bahwa institusi pendidikan, utamanya universitas, harus mempertimbangkan untuk menghindari kelas pagi," tulis para peneliti.
Sejumlah penelitian memang telah menunjukkan waktu belajar terbaik, yakni di pagi hari. Namun demikian, mengutip Dawn, beberapa ilmuwan percaya bahwa waktu terbaik untuk memulai kinerja otak adalah sekitar 2-4 jam setelah bangun tidur.
Memori visual dianggap bekerja lebih baik di pagi hari. Sementara di siang hari, giliran pemikiran kritis yang bekerja.
Ahli psikologi dari University of Sussex, Inggris Jane Oakhill pernah melakukan eksperimen untuk menentukan bagaimana memori manusia dipengaruhi waktu. Ia menemukan bahwa di pagi hari, seorang individu lebih baik dalam tugas yang mengandalkan kemampuan untuk mengingat detail.
Namun di siang hari, otak akan lebih baik untuk melakukan tugas-tugas yang membutuhan kemampuan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan apa yang telah diketahui sebelumnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Wacana masuk sekolah jam 5 pagi tiba-tiba ramai dibicarakan. Gara-garanya, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat yang meminta agar jam masuk sekolah tingkat SMA dan sederajat di Kupang dimajukan jadi pukul 05.00 WITA.
Menurut Viktor, anak harus dibiasakan bangun pukul 04.00 WITA. Ia menyebut, budaya masuk sekolah lebih pagi bertujuan untuk mengasah kedisiplinan dan etos kerja para peserta didik.
Viktor tak menyanggah bahwa kebijakan ini akan terasa berat bagi tenaga pengajar dan peserta didik. Namun, hal ini dilakukannya untuk mempersiapkan siswa menembus perguruan tinggi negeri (PTN) ternama atau sekolah kedinasan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, sebagian besar sekolah di Indonesia menerapkan jam masuk sekolah pada sekitar pukul 07.00-08.00 waktu setempat.
Memang, pada dasarnya otak seorang individu, utamanya pelajar, cenderung lebih tajam di pagi hari. Hal ini didapat setelah seseorang mendapatkan tidur malam yang berkualitas lengkap dengan asupan sarapan bergizi.
Namun, sejauh ini belum ditemukan studi yang menyebutkan bahwa memulai belajar lebih dini di pagi hari dapat meningkatkan kinerja akademik, sebagaimana yang ingin diterapkan oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat.
Dalam bidang keilmuan, waktu yang tepat untuk belajar salah satunya dipelajari dalam ilmu kronobiologi. Nama terakhir merupakan ilmu yang mempelajari siklus pada makhluk hidup serta adaptasi mereka pada ritme yang terkait dengan matahari dan bulan.
Dengan kata lain, kronobiologi mempelajari waktu-waktu yang tepat untuk individu melakukan sesuatu berdasarkan ritme sirkadiannya. Termasuk salah satunya waktu belajar.
Mengutip Inc, ilmu tersebut mengungkapkan bahwa waktu terbaik untuk mempelajari sesuatu yang baru muncul pada pukul 10.00 hingga 14.00. Waktu terbaik itu akan muncul sekali lagi pada pukul 16.00 hingga 22.00.
Ilmu tersebut juga tidak menyarankan aktivitas begadang. Pasalnya, kemampuan belajar akan sangat menyusut pada pukul 04.00 hingga 07.00.
Ilustrasi. Pada dasarnya, manusia memiliki waktu yang tepat untuk belajar berdasarkan ritme sirkadian. (iStock/Rifka Hayati)
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2017 pernah meneliti waktu terbaik untuk belajar. Studi yang dipublikasikan di jurnal Frontiersini meneliti 190 mahasiswa tingkat pertama dan kedua di Amerika Serikat dan Inggris.
Studi dilakukan dengan dua cara, yakni model empiris yang berbasis survei dan model teoritis yang berbasis ilmu saraf.
"Dorongan dasarnya adalah bahwa waktu terbaik untuk belajar dimulai lebih telat [lebih siang] dari jam kelas standar," ujar penulis studi sekaligus profesor sosiologi di University of Nevada, Mariah Evans.
Sama seperti ilmu kronobiologi, studi ini percaya bahwa kemampuan kognitif seseorang akan bekerja dengan baik pada waktu-waktu tertentu. Hal ini tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk di antaranya durasi tidur malam.
Hasilnya, dua model penelitian tersebut menemukan bahwa semakin siang aktivitas belajar dimulai, maka hasilnya akan semakin baik.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya..
Waktu yang tepat untuk belajar
Ilustrasi. Rata-rata sejumlah studi menemukan bahwa terlalu pagi bukan waktu terbaik untuk belajar. (Thinkstock/diego_cervo)
Secara umum, mahasiswa merasa sulit berkonsentrasi saat memulai aktivitas belajar di pagi hari. Pukul 05.00 bahkan disebut sebagai waktu paling payah untuk belajar.
Namun, kemampuan belajar mahasiswa semakin membaik pada pukul 8.30 dan memuncak pada pukul 9.00 pagi. Sekitar pukul 11.00 pagi, mahasiswa mencapai kinerja belajar yang optimal.
Sementara itu, penurunan kemampuan belajar yang tajam berlangsung pada pukul 22.00 hingga seterusnya, dan netral kembali sekitar pukul 02.00.
Studi lain yang dipublikasikan di jurnal Naturejuga mempelajari hubungan jam belajar terlalu pagi dengan prestasi akademik yang lebih buruk. Studi ini dilakukan pada lebih dari 33 ribu siswa usia SMA dan tingkat pertama kuliah.
Studi ini membagi ke dalam beberapa kelompok jam belajar, yakni pagi, siang, dan sore pada rentang waktu pukul 08.00-16.00. Ada beberapa hasil yang ditemukan dalam studi.
Studi menyimpulkan bahwa jam belajar yang lebih pagi meningkatkan risiko ketidakhadiran siswa karena jam tidur yang terganggu.
Selain itu, studi juga menyimpulkan bahwa kelas belajar di pagi hari yang lebih banyak dalam seminggu berpotensi mengganggu kinerja akademik siswa. Kinerja akademik ditemukan lebih buruk saat harus belajar di pagi hari.
Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menggunakan jejak digital siswa sebagai patokan. Para peneliti menyebutkan bahwa diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan bahwa penundaan kelas pagi justru berdampak baik.
"Sebagai kesimpulan, penelitian kami menunjukkan bahwa institusi pendidikan, utamanya universitas, harus mempertimbangkan untuk menghindari kelas pagi," tulis para peneliti.
Sejumlah penelitian memang telah menunjukkan waktu belajar terbaik, yakni di pagi hari. Namun demikian, mengutip Dawn, beberapa ilmuwan percaya bahwa waktu terbaik untuk memulai kinerja otak adalah sekitar 2-4 jam setelah bangun tidur.
Memori visual dianggap bekerja lebih baik di pagi hari. Sementara di siang hari, giliran pemikiran kritis yang bekerja.
Ahli psikologi dari University of Sussex, Inggris Jane Oakhill pernah melakukan eksperimen untuk menentukan bagaimana memori manusia dipengaruhi waktu. Ia menemukan bahwa di pagi hari, seorang individu lebih baik dalam tugas yang mengandalkan kemampuan untuk mengingat detail.
Namun di siang hari, otak akan lebih baik untuk melakukan tugas-tugas yang membutuhan kemampuan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan apa yang telah diketahui sebelumnya.