10 Manfaat Ajaib Kelor untuk Kesehatan, Bisa Saingi Ginseng Korea?
4. Menurunkan kadar kolesterol
Kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Anda bisa mencegahnya dengan mengonsumsi olahan kelor.
Dua penelitian yang dilakukan terhadap hewan dan manusia telah menunjukkan manfaat kelor terhadap penurunan kadar kolesterol.
5. Menutrisi kulit dan rambut
Mengutip Medical News Today, minyak biji kelor bermanfaat untuk melindungi rambut dari radikal bebas dan menjaganya tetap bersih dan sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelor juga mengandung protein yang dapat membantu melindungi sel kulit dari kerusakan.
6. Mengatasi masalah lambung
Ekstrak kelor ditemukan dapat mengatasi beberapa gangguan pada lambung seperti sembelit, gastritis, dan kolitis ulserativa. Manfaat tersebut didapat dari sifat antibiotik dan antibakteri yang dimiliki kelor.
Selain itu, kandungan vitamin B pada kelor juga disebut dapat menjaga pencernaan tetap sehat.
7. Menjaga tulang tetap sehat
Kelor juga mengandung kalsium dan fosfor. Keduanya dapat membantu menjaga tulang tetap sehat dan kuat.
Selain itu, sifat anti-inflamasi yang dimiliki kelor juga disebut dapat mengatasi masalah seperti radang sendi.
8. Menurunkan tekanan darah
Kandungan isothiocyanate dan niaziminin membantu menghentikan penebalan pembuluh darah. Kondisi terakhir dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.
9. Menjaga gairah seks
Mengutip Mind Body Green, sebuah penelitian pada hewan menemukan bahwa kelor terbukti dapat meningkatkan kadar testosteron yang terkait dengan dorongan seksual.
Ekstrak kelor ditemukan bekerja untuk meningkatkan gairah seksual pada tikus yang stres dengan cara menekan kortisol dan meningkatkan testosteron.
10. Mencegah Alzheimer
Daun kelor mengandung vitamin C dan E yang tinggi. Kedua vitamin ini dapat memerangi stres oksidatif yang bisa memicu Alzheimer di masa depan.
Meski kaya akan manfaat, namun kelor yang bisa dikonsumsi sembarang orang. Ibu hamil dan menyusui dilarang mengonsumsi kelor, baik dalam bentuk daun utuh atau suplemen.
Hindari juga konsumsi biji kelor atau ekstrak biji kelor. Keduanya telah ditemukan dapat meningkatkan tingkat toksisitas pada sel kekebalan tubuh.
Selain itu, konsumsi kelor sesuai resep dokter. Saat dikonsumsi berlebih, kelor bisa menimbulkan efek pencahar.
[Gambas:Video CNN]

